Contoh Kebiasaan Harian yang Tanpa Sadar Kamu Jalani

Teori Thorndike sebenarnya sangat dekat dengan kehidupanmu sehari-hari, lho:

Ketika kamu belajar naik sepeda — berkali-kali jatuh, lalu perlahan menemukan keseimbangan, sampai akhirnya bisa dengan mulus tanpa berpikir. Itu adalah trial and error yang membangun koneksi.

Ketika kamu membiasakan diri bangun pagi setelah berminggu-minggu konsisten, alarm pun terasa lebih mudah diikuti. Pengulangan memperkuat kebiasaan.

Atau ketika kamu mendapat pujian dari guru karena menjawab benar — dan tanpa sadar jadi lebih semangat menjawab pertanyaan di kelas selanjutnya. Itu adalah Law of Effect bekerja secara nyata.

Pengaruh terhadap Dunia Pendidikan Modern

Warisan Thorndike sangat terasa di hampir setiap aspek pendidikan modern. Sistem pujian dan penghargaan di kelas, tes terstandarisasi, kuis rutin, PR harian, rapor berbasis skor — semuanya berakar pada prinsip-prinsip yang ia kembangkan. Selama Perang Dunia I, Thorndike bahkan turut mengembangkan tes bakat karier pertama dalam sejarah — Army Beta Test — yang menjadi cikal bakal sistem penilaian modern.

Kontribusinya juga memengaruhi pengukuran dalam administrasi militer, administrasi personalia industri, pelayanan sipil, dan berbagai layanan sosial.

Perlu juga dicatat secara jujur: di balik pencapaian ilmiahnya yang besar, Thorndike juga seorang manusia dengan pandangan-pandangan yang problematik — tulisan-tulisannya mengandung pandangan rasis, seksis, dan antisemit yang tidak bisa diabaikan.

Pada 2020, Teachers College Columbia University memilih untuk menghapus namanya dari salah satu gedung kampus sebagai respons atas temuan ini. Ini adalah pengingat penting bahwa ilmuwan besar pun bisa memiliki sisi gelap yang harus kita kritisi secara kritis.

Ananditha Nursyifa
Editor