Farhan menjelaskan, penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman dan penggunaan jarum suntik secara bergantian. Selain itu, penularan dari ibu yang hidup dengan HIV kepada anak juga masih menjadi perhatian, meskipun teknologi pencegahan penularan telah berkembang.
Di sisi lain, Farhan mengakui keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam memperluas program tersebut. Selama ini, pemerintah berharap dukungan dari berbagai lembaga internasional. Namun, berkurangnya bantuan donor mendorong Pemkot Bandung untuk mencari sumber pendanaan alternatif, termasuk dari kalangan filantropi.
Dia menambahkan, pengendalian HIV tidak cukup hanya mengandalkan data kasus yang terdeteksi. Pemerintah juga perlu memperkuat pemantauan, memperluas akses pemeriksaan, dan memastikan masyarakat bersedia memanfaatkan layanan kesehatan.

“Targetnya tidak boleh ada kasus baru, tidak boleh ada kematian, dan tidak boleh ada stigma,” tegas Farhan.



Tinggalkan Balasan