Bandung Lumpuh saat Weekend Panjang, Farhan Akui Kemacetan Sudah Diprediksi

Kota Bandung, Prolite Kemacetan di weekend ini, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta maaf. Kata dia kemacetan sudah diprediksi akan terjadi jauh jauh hari. Mulai dari kirab mahkota Ajeng Ki Sunda, fun Run 10K hingga nobar Persib vs PSM.

“Ya, saya mohon maaf sekali. Karena kemarin itu antusiasme masyarakat begitu tingginya memenuhi jalur dari Kiaracondong sampai ke Gedung Sate. Tetapi ini kan amanat ya, peraturan Gubernur nomor 13, kalau nggak salah, tahun 2026 yang mengatakan bahwa ini adalah hari kebangkitan Tatar Sunda, sebuah bentuk ekspresi kebudayaan yang harus kita dukung,” jelasnya.

Lanjutnya, kirab Ini sudah berjalan di 8 kota, dan puncaknya di kota Bandung.

“Hari ini juga kemungkinan memang Bandung akan sangat padat, tidak hanya karena ini weekend panjang, tetapi juga ini bagian dari upaya kita untuk menjadikan Bandung sebagai destinasi wisata utama,” ucapnya.

Alasan itu lah, kata Farhan ia meminta dukungan dari Gubernur untuk bersama-sama memperbaiki infrastruktur di kota kembang ini.

“‎Saya sudah sepakat saling mendukung dengan Pak Gubernur, dengan adanya event-event seperti ini kita jadi punya banyak sekali sumber daya untuk memperbaiki berbagai macam infrastruktur. Kan keluhan terbesar di Kota Bandung infrastrukturnya seperti tidak terawat. Ya wajar ya, karena proyek besar perbaikan infrastruktur Kota Bandung terakhir terjadi tahun 2017. Setelah itu karena COVID dan lain-lain jadi tidak terjadi. Nah sekarang ini saya sama Pak Gubernur sudah berkomitmen akan memperbaiki berbagai macam infrastruktur di Kota Bandung,” tuturnya.

Farhan juga menyampaikan target kesepakatan, Gubernur ingin semua jalan di kota Bandung mulus dan trotoar bersih.

“Itu target dari Pak Gubernur, kita akan bantu 100% untuk terwujud. Nah, kalau kita lihat secara filosofis, bahwa infrastruktur jalan terbaik adalah ketika menjadi infrastruktur jalan yang ramah untuk pejalan kaki, pengumar olahraga jogging, dan juga disabilitas,” paparnya.

Selain itu, ditargetkan juga infrastruktur jalanan yang ramah terhadap para pesepeda. Pasalnya, para pengguna sepeda, sepeda motor dan mobil dipastikan nyaman kalau jalanan mulus. Karena pasti yang paling diuntungkan.

‎Namun tantangannya kata Farhan saat ini ada dua, yaitu pengelolaan penerangan jalan umum, pasalnya pemerintah kota Bandung harus mulai berpikir untuk menggunakan AI yang akan dimanfaatkan untuk ATCS atau Automatic Traffic Control System.

Pasalnya Farhan dan Gubernur KDM yakin kemacetan itu terjadi akibat pengaturan dari ATCS yang belum fully automatic. Berikutnya pihaknya juga harus bisa mencari solusi untuk sektor ekonomi informal.

Untuk bangunan liar memang tidak ada kompromi kendati ada yang perlu turun tangan langsung, dan ada yang dikondisikan terlebih dulu.

“Macam-macam bagaimana nih model penataan. Karena model penataan kita untuk PKL itu tidak ada relokasi, tidak ada kompensasi gitu ya, jadi kita harus melakukan penataan ulang. Nah, penataan ulang ini seperti apa? Ini yang perlu dibicarakan bersama-sama dengan para pelaku PKL. Karena bagaimanapun juga istilahnya mah kalau saya boleh meminjam istilah dari Pak Harto, ngewongke itu menjadi sangat penting,” tutupnya.

Ananditha Nursyifa
Editor