Banyak penonton menyebut nuansa film ini mengingatkan pada perpaduan antara horor folk Indonesia dan dark fantasy modern.

Yang membuat situasi semakin mengerikan, kesedihan dan dendam Darso ternyata perlahan bercampur dengan entitas gaib yang dipanggil melalui ritual kuno tersebut.

Dari sinilah teror berubah menjadi kutukan massal.

Sosok Badut yang Tidak Lagi Menghibur

Salah satu kekuatan utama Badut Gendong adalah bagaimana film ini memanfaatkan simbol badut.

Dalam budaya populer modern, badut memang sudah lama menjadi objek horor. Mulai dari Pennywise di IT hingga berbagai urban legend internet, sosok badut sering dianggap memiliki kesan menyeramkan karena ekspresi wajahnya yang ambigu.

Namun Badut Gendong mengambil pendekatan berbeda.

Film ini tidak menjadikan badut hanya sebagai monster visual, tetapi juga simbol penderitaan manusia. Kostum badut Darso menjadi metafora tentang seseorang yang dipaksa tetap “menghibur” dunia meski hidupnya sudah hancur sepenuhnya.

Ananditha Nursyifa
Editor