Di titik inilah film mulai bergerak ke wilayah yang sangat disturbing.

Dalam kondisi duka ekstrem, Darso melakukan tindakan mengerikan dengan menyembunyikan jasad istrinya di dalam boneka badut yang biasa ia gunakan untuk mengamen. Ia kemudian membawa “beban” tersebut kembali ke kampung halamannya.

Adegan-adegan awal film ini disebut banyak penonton sebagai salah satu pembuka paling depresif dalam film horor Indonesia tahun 2026.

Desa yang Sudah Lama Menyimpan Kegelapan

Namun teror di Badut Gendong ternyata tidak berhenti pada tragedi personal Darso saja.

Saat kembali ke desa, Darso justru masuk ke lingkungan yang sudah dipenuhi konflik dan kekacauan. Warga desa sedang berseteru dengan developer rakus yang ingin mengambil tanah mereka. Di sisi lain, muncul praktik ritual gelap yang dipimpin tetua desa dan melibatkan kekuatan supranatural kuno.

Atmosfer desa dalam film ini terasa sangat mencekam. Charles Gozali membangun suasana penuh kabut, pencahayaan redup, rumah-rumah kayu tua, hingga suara gamelan dan ritual yang membuat ketegangan terasa konstan sepanjang film.

Ananditha Nursyifa
Editor