“Dari 31 kecamatan, saat ini sudah ada 17 kecamatan yang berpartisipasi dan rata-rata mengirimkan dua atlet. Ini menjadi awal yang baik untuk pengembangan ORADO di Kabupaten Bandung,” jelasnya.
Ia menegaskan, ORADO hadir untuk mengubah stigma negatif permainan domino menjadi olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas, kecerdasan, dan integritas.
“Kita ingin menunjukkan bahwa pemain domino adalah pemain yang cerdas dan beradab. Menang dan kalah adalah hal biasa, tetapi integritas adalah yang utama,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari Ketua Bidang Humas PB ORADO Pusat, Jhon yang turut hadir pada pertandingan tersebut. Ia berterima kasih kepada pengurus ORADO Kabupaten Bandung atas terselenggaranya pertandingan ORADO pertama di Kabupaten Bandung.
“Permainan ini juga memiliki dampak positif karena dapat menjadi alternatif aktivitas positif bagi anak-anak muda kita agar tidak kecanduan gawai dan mempererat silaturahmi,” jelasnya.




Tinggalkan Balasan