Upaya kehati-hatian pemkot Bandung sendiri kata dia, diantaranya melakukan vaksin gratis bahkan secara rutin DKPP melakukan pemeriksaan gratis melalui klinik hewan maupun door-to-door ke wilayah.
“Jadi pada expo ini selain edukasi kesehatan dan kebersihan hewan, cara membuat kompos. Kita juga pembagian bibit tanaman sayur mayur hingga rempah, bibit ternak ikan dan ayam. Serta edukasi dari dinas pelayanan lain seperti Disdukcapil, Diskarmat , Bapenda, BJB, Dinkes, dan lainnya,” tuturnya.
Masih kata Gin Gin untuk ‘Bangsawan’ ini memang pertama namun sejak 2003 kota Bandung sudah membuat aplikasi ‘laman hati (Layanan manajemen kesehatan hewan terintegrasi)’. Dimana pihaknya bisa mendeteksi termasuk menerima laporan-laporan dari masyarakat terkait kesehatan hewan. Terlebih dari data hewan yang sudah divaksin DKPP itu menjadi deteksi awal yang dilakukan terhadap hewan.
“Kalau datang kita pastikan dulu kesehatannya kalau ternyata tidak memenuhi persyaratan atau kurang sehat kita berikan pengobatan dulu. Dan dari situ juga kita bisa mendeteksi termasuk meminta data tentang sejarah kesehatannya pernah sakit apa, jadi kita juga catat itu. Termasuk yang pasti kepemilikannya, dimana tempatnya tinggalnya,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan