“Itu penyakit menular yang harus diantisipasi, karena dampaknya besar, bahkan menurut penelitian hampir 50% Jenis penyakit yang ada di manusia, patogen itu disebabkan atau berasal dari hewan peliharaan. Seperti kita tahu ada flu burung, ada rabies, PMK (penyakit mulut dan kuku), itu semua dari hewan,” jelas Gin Gin, Sabtu 14 Febuari 2026.
Penyakit itupun berdampak terhadap hewan ternak, khusunya hewan pangan konsumsi. Di kota Bandung sendiri, hampir sebagian besar pangan datang dari luar kota, sehingga harus dipastikan pangan hewan ternak yang datang ke kota Bandung punya kualitas,mutu,dan kesehatan yang baik.
“Tentunya perlu kolaborasi antar pihak, antar komunitas, berbagai OPD, berbagai sektor. Makanya terlihat disini berbagai OPD mendukung, perguruan tinggi, komunitas pencinta hewan, peternak sampai ke pelaku yang lainnya,”jelasnya.
Untuk kasus hewan terkena rabies, kata Gin Gin sebetulnya kota Bandung hampir berpuluh-puluh tahun ini zero kasus alias tidak ada kasus ribies, begitupun secara administrasi kota Bandung sebetulnya aman. Tetapi secara umum dan nasional Kota Bandung masih dinyatakan waspada, karena kota Bandung sangat terbuka dengan daerah lain, terutama beberapa daerah tetangga masih ada kasus rabies maupun genosis, sehingga kota Bandung harus hati-hati.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan