Kondisi itu kata dia membuat penanganan lebih nama dan bahaya, kalau ke terinjek atau kena tangan bisa melukai.

“Karena itu harapannya mohon andaikata terpaksa jangan harus ada botol,itu sampah spesifik yang perlu kita waspadai sampah botol,” tegasnya seraya membenarkan botol tersebut bekas minuman keras (miras).

Pola penangan sampah nanti kata Darto setelah di koreksi Wali Kota Bandung saat Persib vs PSM akan seperti pola penanganan sampah saat Milangkala Tatar Sunda atau kirab budaya mahkota Ajeng Ki Sunda.

“Ya intinya ujungnya bergerak jam berapa kaya kemarin ujung terakhir jam berapa, bergeraknya, kita tunggu beberapa saat sampai memungkinkan. Kan masih ada pergerakan orang disitu ya setelah orang tidak ada baru kita bergerak,” terangnya.

Selain botol kaca, botol plastik, gelas plastik sisa minuman dan makanan tetap ada. Itu diperoleh di sepanjang jembatan layang Pasopati.

Pihaknya kata Darto menyiapkan pickup minimal tiga unit. Pickup disiapkan karena fleksibel untuk mengikuti pawai, sedang truk standby di titik tertentu.

Rizki Oktaviani
Editor