Bukan karena sosok hantunya yang menyeramkan, melainkan karena tragedi dan kesedihan yang menyelimuti cerita mereka.

Banyak penggemar menyebut kisah ini terasa “dingin” dan emosional secara bersamaan. Itulah yang kini coba diterjemahkan ke dalam format layar lebar melalui Cerita Lila.

Kisah Tragis Dua Saudara Kembar

Film ini berpusat pada dua saudara kembar bernama Lila dan Lili. Keduanya mengalami tragedi kelam yang merenggut nyawa mereka dalam sebuah peristiwa misterius yang melibatkan orang terdekat. Namun setelah tragedi itu terjadi, cerita justru menjadi semakin mengerikan.

Lila digambarkan masih terus mencari Lili. Ada keterikatan batin yang sangat kuat di antara mereka, sesuatu yang bahkan tidak terputus meski kematian sudah datang. Di sinilah kekuatan utama Cerita Lila mulai terasa.

Film ini tidak terburu-buru menghadirkan teror. Sebaliknya, penonton diajak perlahan masuk ke dalam rasa kehilangan, kebingungan, dan trauma yang belum selesai. Nuansa emosional tersebut membuat horor dalam film ini terasa lebih dekat dan personal.

Horor Psikologis yang Tidak Mengandalkan Jump Scare

Belakangan ini, tren horor Indonesia memang mulai mengalami perubahan. Jika dulu banyak film lebih mengandalkan jumpscare dan penampakan ekstrem, kini penonton muda justru lebih menyukai horor psikologis yang membangun suasana perlahan.

Ananditha Nursyifa
Editor