“Dengan dialokasikan di dua tempat di Bogor dan KBB maka nanti efektivitasnya kabupaten/kota itu hanya pada dua yang pertama adalah petugas kebersihannya yang sapu-sapu yang kedua transporter yang mengangkut tanpa ada pihak ketiga,” katanya.
Ia menegaskan, keberadaan PLTS ini dinilai akan meringankan beban APBD di wilayah masing-masing. Dengan begitu, anggaran tersebut bisa dialokasikan untuk sektor yang lain.
“Nah, ini akan meringankan kita melakukan kegiatan lain dan alokasinya bisa digeser untuk pindahkan ke insfrastuktur lainnya. Sehingga pada hari ini saya sebagai Gubernur Jabar dan bupati/walikota menandatangani MoU, di mana dalam tiga tahun ke depan akan memiliki pengelolaan sampah yang diubah menjadi energi listrik. Kalau dalam bahasa saya, ‘sampah hilang listrik pun terang,” ungkap KDM.



Tinggalkan Balasan