GSE Melbourne 2025 Buka Peluang Ekspor Baru Produk Kota Bandung

GSE Melbourne 2025 Buka Peluang Ekspor Baru Produk Kota Bandung (dok).

GSE Melbourne 2025 Buka Peluang Ekspor Baru Produk Kota Bandung

Prolite – Kesempatan ekspor produk kreatif Bandung semakin terbuka luas setelah mengikuti Global Sourcing Expo (GSE) Melbourne 2025, yang digelar 18–20 November 2025 di Melbourne Convention & Exhibition Centre. Pameran internasional ini mempertemukan ribuan buyer, importir, dan distributor dari Australia, Asia Pasifik, hingga Eropa.

Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin menyampaikan, beberapa buyer sudah menunjukkan ketertarikan terhadap produk Bandung sejak awal pameran.

Ia menilai, potensi kerja sama dengan pasar Australia sangat besar karena kebutuhan pasar yang cocok dengan karakter produk lokal.

Australia memiliki daya beli tinggi dan pasar konsumsi yang luas untuk produk tekstil, kerajinan, dan homeware. Hal ini membuat keikutsertaan pelaku IKM Bandung menjadi langkah strategis dalam memperbesar peluang ekspor.

Ronny menjelaskan, beberapa pelaku usaha Bandung yang kembali berpartisipasi di tahun ini telah memiliki pengalaman menjalin transaksi dengan buyer Australia.

Keikutsertaan kembali membuktikan produk asal Bandung memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan negara lain.

Sebanyak sembilan pelaku usaha Bandung menampilkan produk yang sudah teruji kualitasnya dan siap bersaing secara global. Produk tersebut dikurasi untuk memenuhi standar ekspor, mulai dari kualitas bahan hingga keberlanjutan produksi.

Pemerintah Kota Bandung menargetkan, GSE 2025 dapat menghasilkan peningkatan transaksi perdagangan internasional, sekaligus memperkuat citra Bandung sebagai kota kreatif yang aktif menembus pasar dunia.

Dengan antusiasme buyer dan dukungan pemerintah, peluang ekspor Bandung ke pasar Australia dinilai semakin terbuka dan menjanjikan untuk jangka panjang.

Sementara itu, Konjen RI Melbourne, Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo, menuturkan, buyer cenderung mengambil keputusan setelah melakukan evaluasi pascapameran, sehingga proses follow-up menjadi kunci keberhasilan.

Ia menyebut dukungan penuh pemerintah Indonesia baik perwakilan di Melbourne maupun Canberra untuk membantu pelaku usaha dalam proses negosiasi bisnis dan perluasan pasar.

Ia berharap peserta Indonesia dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperoleh kontrak ekspor berkelanjutan.




Kerahkan Tujuh Armada, Tumpukan Sampah di TPS Ciwastra Mulai Menurun

Kerahkan Tujuh Armada, Tumpukan Sampah di TPS Ciwastra Mulai Menurun (dok).

Kerahkan Tujuh Armada, Tumpukan Sampah di TPS Ciwastra Mulai Menurun

Prolite – Upaya percepatan penanganan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Ciwastra mulai menunjukkan hasil positif.

Tumpukan sampah yang sebelumnya mencapai 527 meter kubik kini berangsur menurun setelah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mengoptimalkan pengangkutan sejak Senin 17 November 2025 pagi.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 (PPLB3) DLH Kota Bandung, Salman Faruq menjelaskan, sejak Senin 17 November 2025 pihaknya mengerahkan tujuh armada untuk mengangkut sampah dari TPS Ciwastra.

Armada terdiri dari 3 unit toronton D-T 25 m³, 2 unit Dump Truck 12 m³, dan 2 unit Loader Hauler 12 m³.

“Total sampah yang terangkut hari ini sebanyak 123 meter kubik,” ujar Salman, Senin, 17 November 2025.

Dengan pengangkutan tersebut, tumpukan sampah yang tadinya menumpuk hingga 527 m³ kini tersisa 404 m³.

Pengangkutan akan dilanjutkan kembali pada Selasa 18 November 2025 pukul WIB hingga tumpukan benar-benar habis.

Meski armada pengangkut beroperasi setiap hari, pedagang di sekitar pasar mengungkapkan bahwa sampah terus berdatangan dari berbagai arah.

“Pengangkutan sehari sekali, tapi yang buangnya non stop 24 jam,” ujar salah satu pedagang, Asep.

Ia menuturkan, sampah yang menumpuk bukan hanya berasal dari aktivitas pasar, tetapi juga dari warga sekitar serta beberapa kelurahan di wilayah Ciwastra yang memilih membuang sampah ke TPS tersebut.

Hal inilah yang membuat volume sampah kerap melonjak meski sudah dilakukan pengangkutan rutin.

Sedangkan DLH Kota Bandung menegaskan, penanganan tumpukan sampah harus dibarengi dengan disiplin pembuangan dari masyarakat dan pengawasan kawasan.

Dengan kondisi TPS yang menerima buangan tanpa henti, pengendalian volume perlu kerja sama seluruh pihak.

Upaya lanjutan akan terus dilakukan hingga kondisi TPS Ciwastra kembali normal dan tidak mengganggu aktivitas warga maupun pedagang di sekitarnya.




Wali Kota Bandung Tekankan Penca Sebagai Warisan Budaya yang Harus Dilestarikan

Wali Kota Bandung Tekankan Penca Sebagai Warisan Budaya yang Perlu Dilestarikan (Jabarprov).

Wali Kota Bandung Tekankan Penca Sebagai Warisan Budaya yang Harus Dilestarikan

Prolite – Penca bagi masyarakat Sunda bukan hanya sekedar olahraga bela diri namun ini merupakan warisan yang perlu di lestarikan dan di kenalkan kepada kalangan anak-anak muda jaman sekarang.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan, Festival Inovasi Penca Tradisi “Padungdung Jawara Bandung Utama” menjadi ruang penting untuk menjaga keberlanjutan penca sebagai identitas budaya Sunda, digelar di Teras Sunda Cibiru (16/11).

Warisan ini mengandung nilai kehormatan, kesederhanaan, kedisiplinan, keberanian, dan kehormatan yang perlu di lestarikan.

Ia menyampaikan penca merupakan kebanggaan yang hidup di komunitas, paguron, dan kampung budaya di Kota Bandung, serta memiliki filosofi yang membentuk karakter masyarakat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

Ia menilai festival tersebut mempertemukan tradisi dan inovasi tanpa menghilangkan jati diri penca.

“Inovasi bukan berarti meninggalkan akar budaya, justru melalui inovasi, ini menemukan cara baru untuk tetap hidup, dikenal, dan dicintai generasi muda,” tuturnya.

Ia menjelaskan tema “Padungdung Jawara Bandung Utama” membawa pesan perlunya “jawara-jawara baru” yang mengutamakan etika.

“Jawara sejati bukan hanya kuat fisiknya, tetapi juga mulia akhlaknya, jernih budinya, dan kokoh jati dirinya,” ucapnya.

Ia berharap nilai luhur dapat terus diwariskan kepada anak muda Bandung.

“Menjadi kuat itu penting, tetapi menjadi bermanfaat jauh lebih utama,” katanya.

Ia menyebut festival ini dapat menjadi gerbang lahirnya program pelestarian budaya yang lebih besar.

“Penca diharapkan dapat hadir di sekolah, ruang publik, hingga ruang digital sehingga semakin dekat dengan keseharian masyarakat,” katanya.

Pemerintah Kota Bandung, kata Farhan, berkomitmen merawat budaya lokal termasuk tradisi sebagai identitas yang harus dijaga.

“Kita ingin Bandung tetap menjadi kota kreatif tanpa kehilangan akar tradisinya,” jelasnya.

Ia menegaskan silaturahmi antar paguron, generasi, dan pencinta seni budaya menjadi energi penting bagi keberlangsungan tradisi.

“Budaya bertahan bukan hanya karena diajarkan, tetapi karena diamalkan, dicintai, dan diwariskan dengan kebahagiaan,” imbuhnya.




Gelar Final Piala Presiden Bulutangkis 2025, Bukti Kota Bandung Pabrik Juara

Gelar Final Piala Presiden Bulutangkis 2025 (dok).

Gelar Final Piala Presiden Bulutangkis 2025, Bukti Kota Bandung Pabrik Juara

Prolite – Kota Bandung kembali menjadi tuan rumah ajang olahraga bergengsi. Kali ini, Final Piala Presiden Bulutangkis 2025 digelar di GOR Kota Bandung, Jalan Jakarta, 12 – 15 November 2025.

Atas hal tersebut, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas terselenggaranya final turnamen ini di Kota Bandung.

Menurutnya, atmosfer dan sejarah bulutangkis di Bandung menjadi energi besar bagi para atlet muda.

“Kota Bandung selalu melahirkan juara. Di tempat ini, banyak anak muda dan para pelatih sudah merasakan bagaimana lapangan-lapangan di Bandung menjadi tempat lahirnya juara dunia,” tutur Farhan.

Ia juga memberikan selamat kepada seluruh atlet yang telah berjuang, baik yang menang maupun yang belum mendapatkan hasil terbaik.

“Selamat kepada para pemenang di kejuaraan Piala Presiden. Terima kasih kepada para pelatih dan keluarga yang sudah serius mendukung putra-putrinya. Fokuslah terus menjadi atlet terbaik di Indonesia, dan insyaallah suatu hari menjadi yang terbaik di dunia,” kata Farhan.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) karena Bandung dipercaya menjadi kota terakhir dalam rangkaian penyelenggaraan Piala Presiden.

“Ini membuktikan Bandung layak diberi kepercayaan dan motivasi untuk terus membangun stadion serta fasilitas bulutangkis yang lebih baik,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Taufik Hidayat, yang juga legenda bulutangkis Indonesia, turut hadir dan berbagi pengalaman.

“Dulu saya latihan di sini sebelum masuk Pelatnas. Latihan malam hari, bertanding di lapangan yang sederhana. Pagi sampai siang sekolah, sore sampai malam latihan. Tidak ada yang instan dalam olahraga,” ujar Taufik.

Ia menuturkan, fasilitas dan kompetisi penting, tetapi yang menentukan adalah proses latihan sehari-hari.

“Kemenpora memfasilitasi pertandingan, tapi yang menentukan masa depan adalah latihan konsisten. Untuk yang juara jangan cepat puas. Untuk yang kalah jangan kecil hati, latihan lagi dan terus semangat,” pesannya.

Taufik berharap, lahir bibit-bibit baru yang ke depan dapat memperkuat Pelatnas.

“Olahraga itu regenerasi terus. Saya tunggu ada yang berlatih di Pelatnas dan jadi yang terbaik di sana. Sistem pembinaan dan kompetisi yang baik adalah kunci generasi emas bulutangkis Indonesia,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI, Sri Wahyuni menjelaskan, Piala Presiden Bulutangkis 2025 digelar di 17 regional di seluruh Indonesia.

“Beberapa di antaranya Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, hingga Papua,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, total ada peserta yang mengikuti turnamen dari seluruh Indonesia. Penyelenggaraan final di Bandung berjalan lancar karena kolaborasi antarunit di lingkungan Kemenpora.

“Peserta merasa nyaman. Alhamdulillah, berkat gotong royong antar unit, seluruh peserta yang mengikuti final di Bandung dapat menikmati fasilitas secara gratis,” tuturnya.




Kota Bandung Raih Penghargaan ‘The Most Attractive Investment Project’ di WJIS 2025

Kota Bandung Raih Penghargaan ‘The Most Attractive Investment Project’ di WJIS 2025 (dok).

Kota Bandung Raih Penghargaan ‘The Most Attractive Investment Project’ di WJIS 2025

Prolite – Pemerintah Kota Bandung kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah regional. Pada gelaran The 7th West Java Investment Summit (WJIS) 2025 yang berlangsung di Pullman Bandung Grand Central, Jumat, 14 November 2025, Kota Bandung resmi meraih apresiasi sebagai “The Most Attractive Investment Project”.

Itu sebuah penghargaan prestisius yang menegaskan daya saing dan pesona kota ini sebagai destinasi investasi unggulan di Jawa Barat.

Sejak pertama kali digelar pada 2019, WJIS menjadi barometer pertemuan investor, pelaku industri, dan para pemangku kepentingan pembangunan.

Diselenggarakan oleh DPMPTSP Jawa Barat bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, ajang ini secara konsisten menghadirkan peluang investasi strategis sekaligus memperkuat kolaborasi antara sektor publik dan swasta.

Tahun ini, WJIS mengangkat tema “Strengthening Regional Resilience through Green Industry, SMART, Investment and Inclusive Growth” sebuah agenda yang menegaskan komitmen Jawa Barat terhadap pembangunan hijau, pertumbuhan cerdas, dan ekonomi inklusif.

Sebagai pusat ekonomi terbesar di Indonesia, Jawa Barat terus menarik minat investor global dengan peluang unggulan pada sektor infrastruktur, pertanian, manufaktur, teknologi, hingga ekonomi digital.

WJIS pun menjadi ruang dialog dan matchmaking bagi investor untuk menjalin kemitraan strategis serta memahami arah kebijakan terbaru yang membentuk lanskap bisnis regional.

Agenda WJIS 2025 berlangsung dinamis dengan pembagian diskusi ke dalam empat kelompok besar:
* Agrikultur, industri, dan kesehatan
* Infrastruktur dan transportasi
* Properti dan pariwisata
* Ekonomi digital dan UMKM (Pameran)

Setiap segmen menonjolkan potensi unggulan dan peluang investasi masa depan, sekaligus menggaungkan visi Jawa Barat untuk tetap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional.

Dari berbagai proyek investasi yang dipresentasikan tahun ini, Kota Bandung berhasil meraih penghargaan “The Most Attractive Investment Project”.

Apresiasi ini menjadi bukti keberhasilan Pemerintah Kota Bandung dalam merancang dan mendorong proyek-proyek strategis yang diminati investor, baik dari sisi inovasi, kelayakan, hingga dampak ekonomi jangka panjang.

Pengakuan tersebut juga mencerminkan kesiapan Kota Bandung dalam menghadapi arus investasi baru, terutama yang berorientasi pada keberlanjutan, teknologi, dan pengembangan industri kreatif, sektor yang selama ini menjadi identitas ekonomi kota.

Melalui WJIS 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan optimisme yang kuat dalam memperkokoh peran sebagai pusat investasi nasional.

Dengan diraihnya penghargaan oleh Kota Bandung, kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan semakin solid dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Ke depan, Bandung diproyeksikan terus menjadi magnet investasi yang menawarkan stabilitas, kreativitas, inovasi, dan kemudahan berusaha, menjadikannya salah satu kota paling kompetitif di Indonesia maupun Asia Tenggara.




Partisipasi Warga Jadi Tantangan Utama Pengelolaan Sampah di Kota Bandung

Partisipasi Warga Jadi Tantangan Utama Pengelolaan Sampah di Kota Bandung (dok).

Partisipasi Warga Jadi Tantangan Utama Pengelolaan Sampah di Kota Bandung

Prolite – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengakui, tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah di Kota Bandung saat ini bukan pada teknologi, melainkan pada partisipasi masyarakat.

“Tantangan saya sekarang ini dalam pengelolaan sampah bukan teknologi, tapi public participatory. Partisipasi masyarakat soal sampah itu masih sangat rendah,” ujar Farhan.

Hal tersebut disampaikan Farhan pada Talkshow INNOVIBES Vol. 3 dengan topik Circular Economy dan Masa Depan Kota Berkelanjutan di Innercourt ITB Innovation Park, Kawasan Summarecon Bandung, Kamis 13 November 2025.

Ia menyebut, dari RW yang ada di Kota Bandung, sejak program Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan (Kang Pisman) diluncurkan sekitar tahun 2019 dan disusul oleh program Buruan Sae (Urban Farming), hanya sekitar 400 RW yang benar-benar menerapkan prinsip pengelolaan sampah dengan baik.

“Artinya masih ada lebih dari seribu RW yang belum disiplin dalam pengelolaan sampah. Padahal, kuncinya bukan di alat atau mesin, tapi di kesadaran warganya,” jelasnya.

Ia juga menyinggung fenomena maraknya ketertarikan pada teknologi insinerator untuk mengolah sampah. Namun menurutnya, solusi utama tetap harus dimulai dari tingkat RW.

“Sekarang semua orang tergila-gila pada insinerator. Padahal, grand desain Kota Bandung adalah 30 persen sampah harus habis di RW. Harus habis di RW. Mau tidak mau, kita harus memastikan RW itu bisa mengolah sampah organik di wilayahnya masing-masing,” tutur Farhan.

Ia menjelaskan, sampah nonorganik yang tersisa bisa diolah menjadi bahan daur ulang seperti plastik, atau dimasukkan ke dalam Refuse Derived Fuel (RDF) bahan bakar alternatif dari residu sampah.

“Alhamdulillah di Cigondewah sudah ada industri pengolahan plastik yang besar. Tapi untuk RDF, produksi kita baru sekitar 10 ton. Kalau 60 ton, bisa terjadi tumpukan selama dua hari,” ungkapnya.

Farhan berharap masyarakat bisa lebih aktif dan konsisten dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah, agar Kota Bandung benar-benar menuju kota yang bersih dan berkelanjutan.

“Kuncinya bukan di mesin mahal, tapi di kebiasaan kecil setiap hari. Kalau tiap RW bergerak, Bandung pasti bisa,” ucapnya.




Dorong Edukasi Sanitasi Lingkungan, Farhan Sebut Pentingnya Septic Tank Komunal

Dorong Edukasi Sanitasi Lingkungan, Farhan Sebut Pentingnya Septic Tank Komunal (dok).

Dorong Edukasi Sanitasi Lingkungan, Farhan Sebut Pentingnya Septic Tank Komunal

Prolite – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai septic tank komunal merupakan hal penting untuk menjaga sanitasi lingkungan Kota Bandung. Dengan septic tank komunal, warga tak lagi mencemari lingkungan dengan limbah domestik.

Hal itu disampaikannya saat kegiatan Siskamling Siaga Bencana Edisi ke-34 di Kelurahan Cibadak, Rabu 12 November 2025.

Dalam dialog bersama lurah, pengurus RW, dan perwakilan instansi, Farhan menyoroti masih adanya rumah di bantaran Sungai Citepus yang belum memiliki septic tank komunal.

Ia menyebut septic tank komunal tidak akan mencemari sumur di sekitar permukiman. Sebaliknya, fasilitas ini justru menjaga kebersihan sungai dan juga sumber air di lingkungan tersebut.

“Ini masalah edukasi. Kita harus jelaskan bahwa septic tank justru mencegah pencemaran, bukan sebaliknya. Sangat tidak masuk akal ketika menganggap bahwa buang kotoran ke sungai lebih bersih daripada septic tank komunal,” kata Farhan.

Ia menilai, kesadaran warga menjadi kunci utama dalam membangun lingkungan yang sehat.

Menurut Farhan, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga perlu memastikan pemahaman masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sanitasi aman.

“Kita harus turun menjelaskan langsung agar masyarakat mengerti dampaknya bagi lingkungan dan kesehatan,” ujarnya.

Selain menyoroti sanitasi, Farhan juga membahas persoalan akses air bersih di kawasan padat penduduk.

Berdasarkan laporan PDAM, distribusi air di wilayah Cibadak masih dilakukan secara bergiliran dua hari sekali karena keterbatasan sumber air baku.

“Kota Bandung memang belum memiliki sumber air baku sendiri. Saat ini cakupan layanan PDAM baru sekitar 47 persen, dengan kebocoran mencapai 40 persen. Ini tantangan besar yang harus diatasi bersama,” kata Farhan.

Di hadapan para lurah dan pengurus RW, Farhan juga mengingatkan pentingnya peran warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Kegiatan Siskamling Siaga Bencana ini juga dimanfaatkan untuk meninjau berbagai isu sosial lainnya, mulai dari penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), hingga pelaksanaan program Dapur Dahsat dan kepesertaan BPJS Kesehatan di tingkat RW.

Melalui forum Siskamling, Pemkot Bandung terus mendorong kolaborasi warga, perangkat daerah, dan mitra kerja dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan tangguh bencana.




Persib x Pemkot Bandung Hadirkan JAJAP: Cara Baru Nikmati Sejarah Klub Sambil Keliling Bandung dengan Bandros

Persib x Pemkot Bandung Hadirkan JAJAP (dok).

Persib x Pemkot Bandung Hadirkan JAJAP: Cara Baru Nikmati Sejarah Klub Sambil Keliling Bandung dengan Bandros

Prolite – Persib Bandung berkolaborasi dengan Pemkot Bandung meluncurkan program tur wisata edukasi baru bernama JAJAP, yang merupakan singkatan dari “Jalan-jalan Persib”.

Program ini mengajak Bobotoh dan masyarakat umum untuk menelusuri jejak sejarah klub kebanggaan Jawa Barat ini menggunakan bus ikonik Bandros.

Manager Business Development Persib, Ansyah menjelaskan, program yang diinisiasi oleh Wali Kota Bandung ini telah diluncurkan sejak 25 Oktober lalu. Antusiasme masyarakat pun dinilai sangat tinggi.

“Jajap itu jalan-jalan Persib yang bekerja sama dengan Dishub, tepatnya Bandros,” ujar Ansyah dalam wawancaranya.

Berbeda dengan rute Bandros biasa, tur JAJAP dirancang khusus untuk para penggemar sepak bola.

Menurut Ansyah, sekitar 70% dari konten perjalanan ini didedikasikan untuk menceritakan sejarah Persib.

“Dari mulai berdiri sampai di kejayaannya,” tambahnya.

Program ini beroperasi dengan jadwal keberangkatan setiap dua jam. Ansyah menegaskan bahwa bus akan tetap berangkat sesuai jadwal meskipun belum terisi penuh.

“Tapi tidak menutup kemungkinan jika sebelum jadwal keberangkatan sudah penuh, kita bisa langsung berangkat,” ucapnya.

Ansyah pun mengajak seluruh masyarakat untuk bergabung dan mengenal lebih dalam sejarah klub kesayangan mereka.

Antusiasme ini juga dirasakan langsung oleh para pengunjung, salah satunya adalah Rifky. Ia mengaku sangat menikmati pengalaman pertamanya mengikuti JAJAP.

“Seru banget, kaya saya bisa lihat dimana aja sih titik bersejarah bagi bobotoh dan juga persib gitu,” ungkap Rifky.

“Harganya pun worth it ya buat pengalaman yang di dapet, sama tadi juga sambil liat-liat baju sama apparel persib di lantai 2 sekalian beli tiketnya juga gitu di sana,” imbuhnya.

Rifky juga menyampaikan harapannya untuk program ini ke depan.

“Semoga sih dibanyakin lagi ya busnya jadi bisa lebih rame lagi yang ikut jajap ini gitu. Pesannya sih buat semua bobotoh gitu harus nyoba pengalaman jajap ini gitu, karna kita bisa ketemu bobotoh lain plus nambah temen,” tuturnya.

Bagi warga Bandung dan wisatawan yang ingin merasakan pengalaman unik ini, berikut adalah informasi lengkap untuk mengikuti tur JAJAP:

  •   Operasional: Setiap hari pukul , , , & WIB (Kecuali PERSIBDAY)
    •    Tiket: per orang
    •    Pembelian Tiket: Kasir Persib Store (Graha Persib Lt.2), Jln. Sulanjana No. 17, Bandung.



Ngadoor Hadir di Mandalajati, 20 Anak Khitan Gratis

Ngadoor Hadir di Mandalajati (dok).

Ngadoor Hadir di Mandalajati, 20 Anak Khitan Gratis

Prolite – Pemerintah Kota Bandung kembali menggelar program Ngakhitan Gratis Door to Door (Ngadoor), kali ini di Kecamatan Mandalajati, Senin 10 November 2025. Sebanyak 20 anak ikut serta dalam program Ngadoor tersebut.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin hadir langsung dan menyampaikan, program Ngadoor merupakan komitmen Pemkot Bandung untuk menghadirkan pelayanan kesehatan berbasis syariat dan kemanusiaan hingga ke rumah-rumah warga.

“Ini adalah janji kampanye kami dulu. Saat ada yang bertanya, ‘Kang, ieu teh kampanye hungkul atawa engke bakal berlanjut?’, saya jawab insyaallah program ini akan terus berjalan selama lima tahun ke depan untuk memberikan yang terbaik bagi warga Kota Bandung,” ujar Erwin.

Dengan suasana santai dan canda, Erwin menyebut, khitan merupakan bagian dari ajaran Islam yang penting bagi umat Muslim.

“Sunat ini perintah Allah kepada Nabi Muhammad untuk mengikuti syariat Nabi Ibrahim. Dulu Nabi Ibrahim disunat di umur 80 tahun, tapi waktu itu maké kapak. Ayeuna mah maké laser, jadi langkung gampang sareng aman,” katanya disambut tawa warga.

Program Ngadoor sendiri merupakan inovasi pelayanan sosial dengan konsep khitan gratis secara “door to door”. Tim medis akan mendatangi rumah-rumah warga untuk memudahkan akses layanan bagi anak-anak.

Namun, kegiatan di Mandalajati kali ini digelar di kantor kecamatan sebagai contoh pelaksanaan.

“Biasanya kami datang langsung ke rumah warga. Tapi hari ini hanya sebagai sampel. Nanti tim Ngadoor akan berkeliling mendatangi rumah anak-anak, jadi orang tua tidak perlu repot datang ke lokasi,” tambahnya.

Selain pelayanan medis, anak-anak peserta khitan juga mendapatkan berbagai hadiah dan bingkisan seperti baju koko, mainan mobil remot, tumpeng untuk syukuran, serta goodie bag.

“Insyaallah setelah disunat, anak saleh yang selalu mendoakan orang tuanya,” tutur Erwin.

Erwin menambahkan, tahun 2025 ini Pemkot Bandung menargetkan 215 anak untuk mengikuti program Ngadoor tahap pertama, dan 500 anak di tahun 2026 mendatang.

“Mudah-mudahan program ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Khairunnas anfa’uhum linnas — sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Mandalajati, Evy Oktaviyanty bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini yang melibatkan beberapa kecamatan sekitar, antara lain Cibeunying Kaler, Arcamanik, Antapani, dan Batununggal.

“Alhamdulillah, di Hari Pahlawan ini kami dapat memfasilitasi 20 anak untuk disunat gratis. Meski ada sedikit keterbatasan karena sedang ada perbaikan bangunan, semoga kegiatan ini membawa berkah,” ujar Evy.

Ia juga mengapresiasi semangat para orang tua yang turut mendampingi anak-anak mereka selama proses khitan berlangsung.

“Kami ucapkan terima kasih kepada para orang tua yang sudah menenangkan anak-anaknya. Tangisan tadi wajar, tapi insyaallah pulangnya anak-anak senang karena dapat hadiah dan oleh-oleh,” tuturnya.




Farhan: West Java Festival Bukti Sinergi dan Inovasi Pariwisata Jawa Barat

Farhan: West Java Festival Bukti Sinergi dan Inovasi Pariwisata Jawa Barat (dok).

Farhan: West Java Festival Bukti Sinergi dan Inovasi Pariwisata Jawa Barat

Prolite – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut penyelenggaraan West Java Festival (WJF) 2025 menjadi bukti nyata sinergi antardaerah dan inovasi dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya di Jawa Barat.

Pembukaan festival berlangsung meriah dengan penampilan atraksi budaya khas Sunda seperti seren taun dan Lais Kasepuhan Sinar Resmi.

Farhan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah sukses menyelenggarakan festival tahunan tersebut.

“Kami mewakili seluruh kepala daerah se-Jawa Barat mengucapkan selamat datang kepada seluruh pengunjung dan peserta West Java Festival. Penyelenggaraan tahun ini luar biasa sukses” ujar Farhan pada pembukaan West Java Festival (WJF) 2025 di Kiara Artha Park, Minggu 9 November 2025.

“Mari kita berikan tepuk tangan untuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan seluruh pihak yang terlibat,” imbuhnya.

Farhan menuturkan, kesuksesan WJF 2025 tidak lepas dari dukungan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang terus menguatkan visi pembangunan berbasis nilai-nilai kearifan lokal.

“Festival ini menunjukkan semangat cager, bager, bener, pinter, dan singer yang menjadi fondasi masyarakat Jawa Barat. WJF adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi dan kreativitas mampu menggerakkan ekonomi daerah sekaligus melestarikan budaya,” ujarnya.

Farhan juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata RI serta pihak swasta yang telah mendukung penyelenggaraan festival.

“Kehadiran semua pihak ini menunjukkan kerja sama yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan,” tuturnya.

Sebagai tuan rumah, Kota Bandung menjadi etalase yang memperlihatkan kekayaan budaya dan semangat inovasi Jawa Barat. Farhan memastikan, Bandung akan terus berkomitmen menjadi kota yang mendukung gelaran budaya dan ekonomi kreatif.

“Bandung bukan hanya tempat berlangsungnya acara, tetapi juga pusat energi kreatif Jawa Barat. Melalui festival ini, kita menunjukkan bahwa budaya dan inovasi bisa berjalan beriringan menuju kemajuan,” ungkapnya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Akuntabilitas dan Hukum, Bambang Andika mengapresiasi keberhasilan Jawa Barat menghadirkan event berkelas nasional.

Ia menilai, tahun ini West Java Festival terpilih sebagai salah satu event unggulan Karisma Event Nusantara, program nasional yang mendukung event daerah berkualitas.

“West Java Festival adalah contoh bagaimana budaya dapat tampil modern tanpa kehilangan identitasnya. Ini bukti sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam membangun pariwisata berkelanjutan,” ujar Bambang.

Menurutnya, tema tahun ini, “Gapura Panca Waluya”, menggambarkan semangat harmoni antara budaya, kreativitas, dan keberlanjutan. Melalui kegiatan seperti Challenge Wellness Zone, Pawon Jawa Barat, Edu Cultural Showcase, hingga Skill & Performance Lawn, festival ini menghadirkan inovasi pariwisata yang ramah lingkungan dan inklusif.

Selain menjadi ajang budaya, WJF 2025 juga memberikan dampak langsung bagi sektor ekonomi kreatif.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan simbolis sertifikat Hak Merek, 321 Sertifikat Halal, 100 PT Perorangan, 5 HACCP, dan 17 Koperasi Sehat oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat.

Acara pembukaan turut dihadiri oleh sejumlah kepala daerah, di antaranya Wali Kota Cimahi, Bupati Bandung Barat, Wakil Wali Kota Sukabumi, dan Wakil Bupati Tasikmalaya, serta dua anggota DPD RI asal Jawa Barat.

Puncak festival ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan musisi nasional seperti The Changcuters, Kunto Aji, dan King Nassar, yang menambah semarak suasana malam di Kiara Artha Park.

Sebagai informasi, kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 8–9 November 2025, di Kiara Artha Park Bandung ini menghadirkan berbagai pertunjukan.

Festival diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung dan detikcom,  serta mendapat pengakuan nasional sebagai salah satu event terbaik Karisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).