Dalam sesi safety riding, Amizar Maas menjelaskan pentingnya memastikan kondisi fisik dan mental dalam keadaan siap sebelum berkendara. Rasa kantuk dan kelelahan dapat menurunkan fokus serta kemampuan pengendara dalam merespons berbagai situasi di jalan. Karena itu, pengendara perlu memahami batas kemampuan tubuh dan tidak memaksakan diri ketika kondisi sudah tidak prima.

Sementara itu, Stanislaus Dismas mengajak peserta mengenal kopi lebih dekat, termasuk kandungan kafein dan pengaruhnya terhadap tubuh. Kopi dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dalam kondisi tertentu, namun bukan berarti dapat menggantikan kebutuhan tubuh untuk beristirahat. Ketika rasa kantuk sudah muncul saat perjalanan, pengendara tetap perlu mengutamakan keselamatan dengan berhenti di tempat yang aman dan beristirahat sebelum kembali berkendara.

Dari sisi kepolisian, AKP Fiekry Adi Perdana, S.I.Kom., CPHR memberikan pemahaman mengenai pentingnya kesadaran hukum dan kedisiplinan dalam berlalu lintas. Para mahasiswa juga diajak untuk ikut membangun budaya berkendara yang aman di lingkungan sekitar, khususnya di kalangan generasi muda yang menjadi bagian dari pengguna jalan.

Rizki Oktaviani
Editor