Dari Anjing Peliharaan Menjadi Anjing Perang

Cerita bermula ketika Etna masih berusia sekitar satu tahun dan tinggal di sebuah peternakan di wilayah pesisir. Hidupnya berubah ketika ia diambil dan direkrut untuk menjadi anjing militer.

Etna kemudian dilatih untuk mendeteksi ranjau dan membantu pasukan dalam konflik bersenjata di sebuah negara fiktif. Ia hidup bertahun-tahun dalam peperangan, kehilangan manusia dan sesama anjing yang menjadi bagian dari kehidupannya.

Perang akhirnya berakhir. Namun, bagi Etna, berakhirnya perang bukan berarti semuanya kembali normal.

Negaranya memang dinyatakan menang, tetapi tempat itu telah hancur. Orang-orang kehilangan rumah, hewan-hewan tercerai-berai, dan para penyintas harus menghadapi luka yang tidak langsung terlihat. Di sinilah perjalanan sebenarnya dimulai.

Perjalanan Pulang yang Jauh Lebih Sulit dari Perang

Etna memutuskan meninggalkan para tentara yang selama ini bersamanya dan mencari peternakan tempat ia dibesarkan.

Masalahnya, ia tidak benar-benar tahu apakah rumah tersebut masih ada. Ia hanya memiliki ingatan tentang tempat itu dan dorongan naluriah untuk kembali. Perjalanannya membawanya melewati lanskap yang rusak akibat perang, menghadapi bahaya, bertemu manusia asing, serta berjumpa dengan hewan-hewan lain yang juga kehilangan tempat tinggal.

Dalam perjalanan, Etna menemukan bahwa dunia setelah perang ternyata tidak otomatis menjadi dunia yang damai. Namun, ia juga menemukan kebaikan.

Ada manusia yang merawat pengungsi, hewan yang menjadi teman perjalanan, dan orang-orang yang masih berusaha membangun kembali kehidupan mereka dari kehancuran.

Ananditha Nursyifa
Editor