Ragam pertunjukan yang hadir juga menunjukkan luasnya representasi budaya dalam PNBK Jilid III. Mulai dari Tari Tor Tor dan Loncat Batu Nias, Tari Piring dan Indang Badindang, Ngarak Barong Bekasi, Reog Ponorogo, hingga Cakalele dan berbagai pakaian adat Nusantara.
Salah seorang warga, Rina (34), mengaku sengaja datang bersama keluarganya karena ingin melihat parade dari dekat.
“Biasanya CFD buat olahraga dan cari sarapan. Hari ini anak-anak malah lebih semangat lihat pakaian adat sama tari-tariannya. Ramai banget,” ujarnya.
Di tengah kemeriahan tersebut, PNBK Jilid III juga menjadi momentum aksi kemanusiaan. Bersama warga pemkot Bekasi berhasil menghimpun dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa kegembiraan dan kepedulian dapat berjalan bersama.
“Hari ini kita bergembira bersama, menikmati budaya Nusantara, tetapi kita juga ingat saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah. Alhamdulillah, kekuatan gotong royong bersama masyarakat Bekasi bisa membantu meringankan beban mereka,” tutupnya.



Tinggalkan Balasan