Peserta Sesparlu Angkatan ke-78 Mencari Pengalaman dari Bandung ke Kancah Global

KOTA BANDUNG, Prolite – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menerima peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu) Angkatan ke-78. Untuk melakukan kajian Kota Bandung sebagai kota kosmopolitan.

“Mereka adalah para diplomat yang sudah bertugas lebih dari 10 tahun dan sedang meningkatkan kapasitas serta kompetensinya. Disini sampai hari Kamis, mereka akan melihat langsung bagaimana Kota Bandung berkembang,” ujar Farhan, di auditorium balai kota, Senin 30 Maret 2026.

Kunjungan mereka untuk melakukan studi lapangan di berbagai sektor. Kata Farhan, ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Kota Bandung sebagai salah satu kota kosmopolitan internasional di Indonesia. Para peserta akan mendalami berbagai aspek, mulai dari inovasi kebijakan hingga pengelolaan kota yang dinilai progresif.

Farhan mengatakan, Kota Bandung terbuka bagi kolaborasi internasional, termasuk dengan Kementerian Luar Negeri. Ia berharap para diplomat dapat membawa pengalaman dari Bandung ke kancah global.

“Kami ingin Kota Bandung terus dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran, sekaligus mengingatkan dunia bahwa dari kota ini pernah lahir gagasan besar yang mengguncang dunia,” katanya.

Sementara itu, Direktur Sesparlu Kementerian Luar Negeri, Bhima Dwipayudhanto menjelaskan, kunjungan ini diikuti oleh 29 peserta dari total 30 diplomat yang sedang menempuh pendidikan tingkat lanjutan.

Ia menyebutkan, Bandung dipilih karena dikenal luas, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga internasional, sebagai kota dengan berbagai keunggulan, mulai dari inovasi, pendidikan, hingga city branding.

“Kami ingin melihat langsung berbagai kebijakan Kota Bandung yang progresif, termasuk dalam hal inovasi, ekonomi kreatif, pengelolaan lingkungan seperti waste to energy, serta pembangunan berkelanjutan,” ujar Bhima.

Selama kunjungan, para peserta akan melakukan serangkaian agenda ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan lokasi strategis di Kota Bandung. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai praktik terbaik yang dapat diadopsi dalam tugas diplomasi.

Bhima berharap, pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi para diplomat dalam mempromosikan potensi Indonesia, khususnya Kota Bandung, di tingkat internasional.

Senada dengan itu, Duta Besar RI untuk Rumania sekaligus pembimbing kegiatan, Diar Nurbintoro menjelaskan, Sesparlu merupakan jenjang pendidikan tertinggi bagi diplomat di Kementerian Luar Negeri.

Menurutnya, kunjungan lapangan menjadi bagian penting dalam membekali peserta dengan perspektif langsung mengenai kebijakan daerah. Setiap angkatan memiliki tema berbeda yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran.

“Kami berharap para peserta dapat menyerap pengalaman terbaik dari Kota Bandung, dan ke depan mampu menjalin hubungan yang lebih erat antara pemerintah daerah dan perwakilan Indonesia di luar negeri,” kata Diar.

Ia juga membuka peluang kerja sama timbal balik, di mana ke depan para diplomat yang bertugas di luar negeri dapat memfasilitasi kunjungan studi banding dari Pemerintah Kota Bandung.

Rizki Oktaviani
Editor