Farhan mengatakan, Kota Bandung terbuka bagi kolaborasi internasional, termasuk dengan Kementerian Luar Negeri. Ia berharap para diplomat dapat membawa pengalaman dari Bandung ke kancah global.
“Kami ingin Kota Bandung terus dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran, sekaligus mengingatkan dunia bahwa dari kota ini pernah lahir gagasan besar yang mengguncang dunia,” katanya.
Sementara itu, Direktur Sesparlu Kementerian Luar Negeri, Bhima Dwipayudhanto menjelaskan, kunjungan ini diikuti oleh 29 peserta dari total 30 diplomat yang sedang menempuh pendidikan tingkat lanjutan.
Ia menyebutkan, Bandung dipilih karena dikenal luas, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga internasional, sebagai kota dengan berbagai keunggulan, mulai dari inovasi, pendidikan, hingga city branding.
“Kami ingin melihat langsung berbagai kebijakan Kota Bandung yang progresif, termasuk dalam hal inovasi, ekonomi kreatif, pengelolaan lingkungan seperti waste to energy, serta pembangunan berkelanjutan,” ujar Bhima.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan