“Keikutsertaan ini bukan sekadar menghadiri forum global, melainkan langkah nyata untuk menyelaraskan kesiapan lokal Kota Bandung dengan standar internasional, khususnya dalam aspek keamanan pangan (food safety), pengawasan mutu, manajemen rantai pasok, dan kapasitas SDM pengelola dapur,” ujar Gin Gin dalam keterangannya.

Dalam forum tersebut, Kota Bandung memaparkan Project Proposal School Meal Kota Bandung. Proposal inovatif ini menawarkan integrasi hasil pertanian perkotaan (urban farming) langsung ke dalam ekosistem penyediaan pangan bagi peserta didik. Skema ini diproyeksikan mampu memperpendek rantai pasok pangan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bandung dengan melibatkan kelompok tani lokal dan jaringan Buruan SAE.

Integrasi dengan produksi pangan lokal diharapkan tidak hanya menjamin kualitas gizi anak-anak, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat serta memberikan kepastian pasar bagi para petani perkotaan.