Media sosial memainkan peran besar dalam memperkuat perasaan ini.
1. Ilusi Koneksi
Media sosial memberi kesan bahwa kita selalu terhubung. Tapi kenyataannya, koneksi tersebut sering tidak dalam.
2. Highlight Culture
Orang cenderung hanya menunjukkan sisi terbaik hidupnya. Ini memicu perbandingan sosial yang tidak sehat.
3. FOMO (Fear of Missing Out)
Melihat orang lain berkumpul atau melakukan hal seru tanpa kita bisa memicu perasaan tertinggal.
4. Gaya Hidup Urban
Lingkungan perkotaan sering membuat hubungan jadi lebih individualistis. Interaksi cepat, tapi kurang mendalam.
Kombinasi ini menciptakan jarak emosional—meskipun secara digital kita terasa dekat.
Contoh Kasus Sehari-hari yang Relatable
Perasaan tersisih sering muncul dari hal kecil:
- Nggak diajak nongkrong
- Lihat story teman kumpul tanpa kita
- Chat yang dibaca tapi nggak dibalas
- Merasa nggak nyambung saat ngobrol
Hal-hal ini bisa memicu pikiran seperti: “Kayaknya aku nggak penting ya?” “Kenapa aku selalu ketinggalan?”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan