Banyak hubungan di media sosial bersifat:
- Cepat
- Dangkal
- Kurang emosional
Menurut riset psikologi sosial terbaru, kualitas hubungan jauh lebih berpengaruh terhadap kesejahteraan mental dibanding kuantitas.
Inilah kenapa seseorang bisa punya banyak teman online tapi tetap merasa tidak benar-benar ‘punya siapa-siapa’.
Apa Itu Perceived Social Exclusion?
Perceived social exclusion adalah kondisi ketika seseorang merasa tidak diterima, tidak dilibatkan, atau ‘tersisih’ dari suatu kelompok—meskipun secara nyata belum tentu ia benar-benar dikucilkan.
Dalam kajian psikologi sosial, konsep ini berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia untuk merasa memiliki (sense of belonging).
Perbedaannya dengan kesepian biasa:
- Kesepian: kurangnya hubungan sosial secara umum
- Perceived social exclusion: merasa tidak diikutsertakan atau tidak dianggap penting
Artinya, ini lebih soal persepsi dan pengalaman subjektif. Seorang individu bisa saja dikelilingi banyak orang, tapi tetap merasa tidak punya tempat.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan