Pawai Berakhir, 9 Kantong Sampah Dikumpulkan dari 7 Ruas Jalan Utama Kota Bandung
KOTA BANDUNG, Prolite – Selama pawai kemenangan Persib juara super liga, Dinas Lingkungan Hidup menyisir 6 titik utama dan 7 ruas utama jalan Kota Bandung. Alhasil dari titik tersebut 6 karung sampah platisik sisa makanan dan minuman serta 3 karung besar sampah botol kaca bekas minuman keras (miras), jumlah total sekitar 2 pick up sampah berbagai jenis terangkut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Darto menyebutkan sampah sisa pawai ini cukup anomali, pasalnya selain sampah biasa. Sampah botol sisa miras juga ditemukan banyak sampah bekas flare dan besi atau logam sisa petasan.
“Tadi malam kita turun dimulai dari Subuh jam 3 dari depan Pusdai kemudian sekitar Gedung Sate kemudian ke arah Jalan Sulanjana dan sekitaran Geraha Persib kemudian naik ke Jalan Layang Pasopati kemudian Cikapayang dan Dago itu 6 area utama yang kita jaga dengan ketat kemudian 7 titik utama itu dari jalur yang tadi yang digunakan untuk pawai sampai ke depan Asia Afrika, ” jelas Darto.
Penanganan sampah tersebut kata Darto sangat berbeda, semisal untuk botol kaca tidak bisa ditangani pakai mobil yang road sweeper namun harus dipungutin satu persatu. Bahkan kalau sudah menjadi pecahan makin sulit dan makin berbahaya.
Sedang untuk bekas flare dan petasan ada pihak lain yang mengambil sampah tersebut.
“Kebetulan ada partner kita yang sudah ngambil, jadi kita dibantu oleh yang pemungut itu. Itu dikumpulkan di sekitar Cikapayang saja dapet 3 karung. 3 karung besar ya, yang flare-nya itu. Sementara botolnya aja dapet 6 karung. Belum termasuk yang Dago ke atas, belum yang jalan Pasupati,” tegasnya.
Sementara untuk sampah atribut spanduk, bendera dan lainnya, kata Darto tidak ada kemungkinan karena masih dipakai.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan