Promosi nyentrik yang dilakukan penjual odading sukses memicu reaksi tersebut. Orang bukan cuma penasaran dengan rasanya, tapi juga dengan “cerita di baliknya”. Inilah yang membuat odading naik level dari sekadar jajanan jadi fenomena.

Asal-usul Nama “Odading”: Warisan Zaman Kolonial yang Unik

  • Nama odading berasal dari ucapan orang Belanda: “O, dat ding!”
  • Berarti “Oh, benda itu” dalam bahasa Belanda.
  • Cerita ini tercatat dalam buku karya Alif Danya Munsyi (2003).

Dulu, jajanan ini bahkan belum punya nama. Sampai suatu hari, seorang anak Belanda meminta ibunya membeli kue tersebut dari penjual keliling.

Saat melihat bentuknya, sang ibu spontan berkata “O, dat ding!”—yang kemudian terdengar lucu di telinga warga lokal. Dari situlah nama odading lahir dan terus digunakan hingga sekarang.

Unik banget, kan? Dari celetukan spontan, jadi nama yang melekat ratusan tahun!

Tekstur dan Rasa: Kenapa Odading Bikin Nagih?

  • Bagian luar garing, dalamnya empuk dan mengembang.
  • Rasa gurih dan manis yang seimbang.
  • Cocok dinikmati dengan teh hangat atau kopi.

Secara psikologis, kombinasi tekstur renyah dan lembut memberikan sensasi kepuasan tersendiri saat makan. Ini disebut sebagai sensory contrast, yang bikin otak kita merasa lebih puas.

Ananditha Nursyifa
Editor