Ia kembali menyebut, bahwa MPLS bukan lagi ajang memberikan hukuman ataupun tekanan kepada peserta didik baru.
“Sekarang tidak ada lagi yang namanya dipojokkan atau perpeloncoan. Anak-anak justru harus dibimbing oleh kakak-kakak OSIS agar mengenal lingkungan sekolah dan merasa nyaman,” tuturnya.
Menurut Iskandar, sekolah harus mampu menjadi rumah kedua bagi peserta didik setelah keluarga.
“Selain rumah bersama ayah dan ibu, sekolah juga harus menjadi rumah kedua bersama bapak dan ibu guru,” ujarnya.
Ia pun berpesan agar seluruh siswa menghormati guru, belajar dengan sungguh-sungguh, dan terus mengejar cita-cita hingga dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang diinginkan.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 001 Merdeka, Sri Winggowati menyampaikan, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan sinergi yang erat dengan keluarga.
“Kami menerima amanah dari orang tua untuk mendidik dan membimbing anak-anak selama berada di sekolah. Namun pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Ketika anak berada di sekolah selama sekitar tujuh jam, maka waktu selebihnya menjadi bagian orang tua di rumah. Pendidikan di sekolah dan di rumah harus berjalan selaras,” ujarnya.



Tinggalkan Balasan