Kedua, bagikan itinerary ke orang terdekat. Bukan buat mengekang, tapi sebagai langkah keamanan. Update sesekali kondisi kamu, apalagi kalau berpindah kota atau negara.
Ketiga, percayai insting. Kalau suatu tempat atau situasi terasa nggak aman, jangan ragu untuk pergi. Solo traveling melatih kemandirian, tapi bukan berarti harus nekat.
Terakhir, pilih penginapan yang punya review baik, terutama soal keamanan dan kebersihan. Hostel, guesthouse, atau hotel butik yang ramah solo traveler sering jadi pilihan karena suasananya lebih hangat dan mudah berinteraksi dengan sesama traveler.
Manfaat Mengenal Diri Lewat Perjalanan Sendiri
Salah satu alasan utama orang jatuh cinta pada solo traveling adalah efeknya pada pemahaman diri. Saat sendirian di tempat baru, kamu lebih peka pada pikiran, emosi, dan reaksi diri sendiri.
Banyak solo traveler mengaku lebih reflektif. Tanpa distraksi sosial, kamu punya waktu untuk mikir: apa yang bikin kamu senang, apa yang bikin capek, dan apa yang sebenarnya kamu cari. Ini sejalan dengan konsep mindfulness dalam psikologi—hadir sepenuhnya di momen saat ini.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan