Kreativitas Anak Bukan Sekadar “Anak Seni”
Ini bagian yang sering keliru. Anak yang tidak suka menggambar belum tentu tidak kreatif. Begitu pula anak yang nilai matematikanya biasa saja belum tentu tidak memiliki kemampuan berpikir kreatif.
Kreativitas dapat muncul ketika anak menemukan cara berbeda untuk menyelesaikan tugas, membuat permainan sendiri, mengajukan pertanyaan unik, atau melihat masalah dari perspektif yang tidak terpikirkan orang lain.
Penelitian longitudinal terbaru juga menunjukkan bahwa kreativitas pada masa kanak-kanak berkembang secara bertahap dan setiap anak dapat memiliki pola perkembangan yang berbeda.
Artinya, membandingkan kreativitas anak dengan anak lain bukan pendekatan yang ideal. Yang lebih penting adalah melihat bagaimana kemampuan mereka berkembang dari waktu ke waktu.
Jadi, Kreativitas Memang Bisa Dilatih?
Bisa. Namun, melatih kreativitas bukan berarti memaksa anak menjadi “lebih unik”. Justru lingkungan belajar perlu memberi kesempatan kepada anak untuk mencoba, bertanya, melakukan kesalahan, dan mencari lebih dari satu kemungkinan jawaban.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa aktivitas pembelajaran yang dirancang secara interaktif dapat meningkatkan aspek kreativitas seperti fluency, flexibility, dan originality pada siswa sekolah dasar.
Karena itu, guru dan orang tua bisa mulai dari hal sederhana:



Tinggalkan Balasan