Tradisi berbagi kain kafan tersebut telah dilakukan KDS sejak menjabat Kepala Desa Tegalluar. Sejak saat itu, ribuan lembar kain kafan dibagikan secara gratis kepada masyarakat setiap malam pergantian Tahun Baru Islam.
Ia berharap tradisi tersebut dapat menumbuhkan semangat hijrah, memperkuat keimanan, serta mempererat silaturahmi di tengah masyarakat.
“Kalau kita selalu ingat bahwa suatu saat akan dibungkus kain kafan, maka hidup akan lebih hati-hati dan penuh pertimbangan. Itulah pesan moral yang ingin disampaikan,” katanya.
KDS juga menceritakan latar belakang lahirnya tradisi tersebut. Menurutnya, gagasan membagikan kain kafan muncul saat dirinya bersama sang istri melayat ke rumah salah seorang warga yang meninggal dunia ketika masih menjabat kepala desa.
“Saat itu jenazah sudah cukup lama menunggu untuk dikafani. Ketika saya tanyakan kepada keluarganya, ternyata mereka masih berusaha mencari penjual kain kafan. Dari pengalaman itulah muncul keinginan untuk membagikan kain kafan kepada masyarakat setiap malam Tahun Baru Islam agar kebutuhan tersebut selalu tersedia saat diperlukan,” tuturnya.



Tinggalkan Balasan