Ledia juga menjelaskan, kompetisi ini tidak hanya bertujuan untuk mencari pemenang, tetapi juga berlatih menghadapi persaingan sekaligus melatih kemampuan memperkenalkan produk pada hadirin.

Tak hanya itu, kepada para mahasiwa Ledia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas bidang dalam membangun usaha. Menurutnya, pengembangan bisnis tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga keahlian dari berbagai bidang lain, seperti hukum, pemasaran, teknologi, dan bidang lainnya. Terbukti, dari kelompok-kelompok yang maju lomba ada gabungan mahasiswa antar jurusan bahkan fakultas.

“Kalau bikin bisnis itu kan misalnya perlu anak fakultas hukumnya yang ngerti legalnya, terus juga perlu ada anak marketingnya supaya penjualannya bagus dan usahanya dikenal, juga anak desainnya dan lain sebagainya, jadi ini juga sebenarnya juga melatih kolaborasi,” lanjut Ledia.

Berbeda dari pelaksanaan tahun sebelumnya, tahap final tahun ini juga akan melibatkan masyarakat umum sebagai undangan. Hal ini diharapkan dapat melatih mahasiswa berinteraksi langsung dengan calon konsumen sekaligus melihat respons masyarakat terhadap produk yang mereka kembangkan. Bagi para juara dan finalis, sebagaimana tahun lalu, selain memperoleh piala dan sertifikat mereka juga akan mendapat hadiah uang pembinaan.

Ananditha Nursyifa
Editor