Iman kepada Takdir Bukan Alasan untuk Berhenti Berusaha

Beriman kepada qada dan qadar bukan berarti duduk diam sambil berkata, “Ya sudah, kalau memang takdirnya begini.”

Justru, Untung Cahyono menekankan bahwa iman kepada takdir tidak boleh membuat seseorang menjadi fatalistis. Seorang Muslim tetap memiliki tanggung jawab untuk berusaha, bekerja, berhati-hati, mencari solusi, dan berdoa. Setelah ikhtiar dilakukan semaksimal mungkin, hasil akhirnya diserahkan kepada Allah SWT.

Coba bayangkan seseorang yang gagal mendapatkan pekerjaan.

Sikap pasrah bukan berarti berhenti mencari pekerjaan. Ia tetap bisa memperbaiki CV, belajar keterampilan baru, mengirim lamaran, memperluas jaringan, dan meminta masukan. Setelah semua dilakukan, ia belajar mengatakan, “Aku sudah berusaha. Sekarang aku serahkan hasilnya kepada Allah.”

Ikhtiar membuat kita bergerak. Tawakal membantu hati menerima hasilnya.

Keduanya tidak perlu dipertentangkan.

Ananditha Nursyifa
Editor