Lanjutnya, dilihat dari pola kejadian kebakaran, di bulan Juli lalu menjadi kejadian tertinggi sepanjang dari Januari sampai bulan Juli 2026.
Berdasarkan inventarisir kebakaran alang-alang, lahan kosong, atau lahan terbuka lainnya naik cukup signifikan. Sedang kebakaran disebabkan arus listrik terbilang sedikit.
“Jadi kalau bakar lahan yang tempat sampah atau bukan itu pemicunya, bukan listrik, bukan gas tapi karena kelalaian manusia dari mulai aktivitas pembakar sampah yang tidak diawasi, tidak diperhatikan dan akhirnya terbakar, ” ujarnya.
Masih kata Kurniawan sepanjang bulan Juli ini angin cukup kencang maka terjadi perambatan sehingga memicu terjadinya kebakaran.
“Belum lagi yang dipicu oleh anak-anak saat bermain api, bakar-bakaran tanpa sadar apinya membesar dan akhirnya terjadi kebakaran,” jelasnya lagi.
Lahan dimaksud, kata Kurniawan adalah lahan-lahan yang terlantarkan, dibiarkan, tak diurus oleh pemiliknya hingga tumbuh alang-alang atau rumput liar. Dengan lahan terbakar memang menjadi bersih sehingga tidak menimbulkan kerugian hanya saja bagi warga sekitar khawatir api membesar kemana-mana dan tentunya polusi udara.



Tinggalkan Balasan