Spiral Curriculum: Materi Tidak Sekadar Diulang

Pernah belajar tentang pecahan di SD, kemudian bertemu lagi dengan konsep yang sama dalam aljabar atau matematika yang lebih kompleks?

Nah, itu punya kemiripan dengan gagasan spiral curriculum dari Bruner.

Dalam model ini, konsep penting tidak diajarkan hanya sekali lalu ditinggalkan. Siswa akan kembali menemui konsep tersebut pada tahap berikutnya, tetapi dengan tingkat kedalaman dan kompleksitas yang semakin tinggi.

Misalnya, konsep “ekosistem” bisa dikenalkan melalui hubungan sederhana antara makhluk hidup dan lingkungannya. Beberapa tahun kemudian, siswa kembali membahasnya melalui rantai makanan, keseimbangan ekosistem, perubahan lingkungan, hingga persoalan perubahan iklim.

Jadi, belajar bukan seperti menyelesaikan satu bab lalu “bye, sampai jumpa lagi.”

Pengetahuan justru dibangun sedikit demi sedikit. Setiap kali kembali ke suatu konsep, siswa diharapkan melihatnya dari perspektif yang lebih luas.

Ananditha Nursyifa
Editor