“Voli pasir itu masih becek. Drainasenya hari ini memang kurang bagus dan itu harus segera dibenahi. Mengingat lokasi venue berada di kawasan rawan banjir, penanganan serius adalah harga mati,” tegas politisi tersebut.
Selain voli pasir, sektor pembangunan venue bola basket juga masuk dalam daftar prioritas yang harus dikebut. Anton secara tegas meminta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi untuk melakukan pengawalan ketat terhadap progres di lapangan agar tidak terjadi keterlambatan pengerjaan.
“Basket memang harus dikejar juga. Disperkimtan Kota Bekasi saya minta untuk serius mengawal progresnya agar selesai sesuai jadwal,” pungkasnya.
Sebagai informasi, penunjukkan Kota Bekasi sebagai tuan rumah bersama Kota Bogor dan Depok tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 426/Kep.36-Kesra/2025. Dengan sisa waktu yang ada, sinergi antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan Porprov Jawa Barat 2026 di Bumi Patriot. (ad)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan