KOTA BEKASI – Hingga saat ini Kota Bekasi terhitung masih belum memiliki fasilitas pendidikan berupa perguruan tinggi negeri.
Dengan APBD yang mencapai Rp7 Triliun, Pemerintah Kota Bekasi dinilai belum memaksimalkan anggaran untuk menyediakan fasilitas pendidikan tinggi tersebut.
Hal ini diungkap oleh Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra yang menyoroti kondisi fasilitas pendidikan di Kota Bekasi.
“Ironis, mengingat Kota Bekasi telah menjelma sebagai kota modern dan bukan sekadar wilayah penyangga, namun belum memiliki perguruan tinggi negeri,” ujarnya.
Akibatnya, banyak lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bekasi harus melanjutkan pendidikan ke daerah lain seperti Depok, Bogor, bahkan luar Jawa Barat untuk bisa berkuliah di kampus negeri.
Menurutnya, hal ini menjadi renungan bagi Pemerintah Kota Bekasi untuk belajar dari daerah lain yang memiliki anggaran lebih kecil namun sudah berhasil memiliki perguruan tinggi negeri.
“Daerah lain dengan anggaran lebih kecil saja sudah punya kampus negeri. Bekasi yang APBD-nya besar justru belum ada,” tuturnya.
Sarwin menyampaikan, keberadaan universitas negeri di Bekasi akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang lebih terjangkau bagi warga Kota Bekasi.
Untuk itu, DPRD Kota Bekasi akan terus mendorong pembahasan terkait rencana pembangunan perguruan tinggi negeri di Bekasi di forum parlemen daerah.
“Kita akan terus kawal agar Bekasi ke depan punya universitas negeri sendiri, sehingga anak-anak Bekasi tidak harus keluar kota untuk kuliah,” tuturnya.(ad)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan