Perjalanan jauh, terutama yang memakan waktu berjam-jam bahkan hingga semalaman, membuat waktu tidur jadi tidak menentu. Belum lagi kebiasaan begadang demi ngobrol bersama keluarga yang jarang ditemui. Ditambah lagi, konsumsi makanan berat atau minuman berkafein di malam hari juga bisa membuat tubuh sulit untuk beristirahat.
Perubahan jadwal ini membuat tubuh ‘bingung’ kapan harus tidur dan kapan harus bangun. Inilah yang menyebabkan banyak orang mengalami insomnia ringan setelah Lebaran.
Dampak Kurang Tidur yang Sering Diremehkan

Kurang tidur bukan hanya soal mengantuk di siang hari. Dampaknya bisa jauh lebih luas, baik secara fisik maupun mental.
Beberapa efek yang sering dirasakan antara lain:
- Sulit berkonsentrasi dan menurunnya produktivitas
- Mood swing, mudah marah, atau merasa cemas
- Daya tahan tubuh menurun
- Risiko gangguan kesehatan seperti obesitas dan masalah jantung jika berlangsung lama
Menurut berbagai penelitian kesehatan terbaru, orang dewasa idealnya membutuhkan 7–9 jam tidur setiap malam untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal. Ketika kebutuhan ini tidak terpenuhi, performa harian pun ikut terganggu.
Cara Reset Pola Tidur Setelah Lebaran
Mengembalikan pola tidur tidak bisa dilakukan secara instan. Tubuh butuh waktu untuk menyesuaikan diri kembali. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan:
1. Atur Ulang Jadwal Tidur Secara Bertahap
Jangan langsung memaksakan tidur lebih awal jika sebelumnya terbiasa tidur larut malam. Coba majukan waktu tidur sekitar 15–30 menit setiap hari hingga mencapai jam tidur ideal.




Tinggalkan Balasan