Penilaian juga mempertimbangkan sejumlah kriteria, antara lain perusahaan tercatat di BEI pada Papan Utama atau Papan Pengembangan, telah merilis laporan keuangan tahun buku 2025, memenuhi ketentuan jumlah saham free float dan jumlah pemegang saham berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, serta tidak termasuk dalam daftar Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (HSC).

Penghargaan tersebut sejalan dengan kinerja PGN sepanjang 2025 yang ditopang oleh penguatan operasional dan penerapan disiplin keuangan. PGN membukukan pendapatan sebesar USD 3,9 miliar pada 2025, meningkat sekitar 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga mencatatkan laba operasi sebesar USD 519,6 juta dan laba bersih sebesar USD215,4 juta.

Dari sisi kontribusi kepada pemegang saham, PGN membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar USD 172,29 juta atau sekitar Rp3,04 triliun dengan menggunakan kurs Bank Indonesia sebesar Rp17.673 per dollar AS. Nilai tersebut setara dengan dividend payout ratio (DPR) sebesar 80% dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk tahun buku 2025 sebesar USD 215,36 juta.

Rizki Oktaviani
Editor