Kemenhub Dukung Penuh Investigasi Insiden Argo Bromo Anggrek dan KRL, Berikut Kronologis Lengkapnya
Prolite – Insiden tragis kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan Kereta CommuterLine (KRL) yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Kejadian yang menewaskan 14 orang dan 88 orang mengalami luka-luka semua korban merupakan perempuan.
Kini semua korban meninggal maupun luka-luka dikabarkan sudah berhasil di evakuasi dan dilarikan ke rumah sakir RSUD Bekasi Timur.
Insiden pilu tersebut membuat luka bagi keluarga yang di tinggalkan dan trauma untuk seluruh para korban luka ringan hingga parah.
Kemenhub mengungkap kronologi kejadian tragisantara KRL dengan Argo Bromo Anggrek relasi Gambir – Surabaya.

Berikut ini Kronologis lengkapnya yang dirilis oleh Kemenhub:
– Awalnya KRL relasi Bekasi-Cikarang tertemper taksi di perlintasan sebidang JPL 85.
– Akibat kecelakaan itu, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai perjalanan luar biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.
– Petugas melakukan pemberhentian terhadap satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
– Namun KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sehingga tabrakan keras dengan KRL PLB 5568 tak terhindarkan. KA Argo Bromo sampai tembus ke gerbong KRL wanita.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan proses evakuasi dan penanganan korban dilakukan secara cepat, terkoordinasi, serta penuh kehati-hatian.
Dudy menyampaikan dukacita mendalam atas korban meninggal dunia dan berharap korban luka dapat segera pulih. Insiden ini, lanjut dia, menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan pelayanan transportasi.
“Kami ingin menyampaikan duka cita mendalam untuk korban meninggal dunia. Kemudian terhadap korban-korban luka, kami berharap dapat segera diberi kesembuhan,” ujarnya.
Bukan hanya itu Kemenhub juga menyampaikan dukungan penuh atas proses investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) perihal insiden tabrakan kereta tersebut.
“Mohon doanya dari masyarakat semoga proses evakuasi ini dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan tetap mengedepankan keselamatan, serta dapat menyelamatkan korban-korban yang masih ada di dalam kereta api. Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi secara objektif,” ujar Dudy.




Tinggalkan Balasan