Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi

Dia menilai, pengelolaan laporan secara digital akan memberikan kemudahan bagi pimpinan ketika membutuhkan informasi sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan.
“Harapannya laporan intelijen dapat diarsipkan dengan baik sehingga bisa membantu saya mengambil keputusan,” imbuhnya.

Dedi menyadari INTI KRESNA masih berada pada tahap awal. Karena itu, sistem tersebut tidak dituntut langsung sempurna. Tahap piloting justru menjadi ruang untuk menemukan kekurangan sekaligus menyempurnakan sistem berdasarkan kebutuhan di lapangan.
“Ke depannya tentu nanti disampaikan, sistem ini bukan harus sempurna saat ini, tapi ini awal mula. Namanya proyek perubahan, yang tadinya carut-marut menjadi ada gagasan dan ide dalam menuangkan aktualisasi,” jelasnya.

Buka Ruang Masukan
Dedi juga meminta para kasat di lingkungan Polrestabes Bandung memberikan masukan terhadap sistem yang tengah diuji coba tersebut.
Menurut dia, keterlibatan satuan lain penting agar INTI KRESNA tidak hanya sesuai dengan kebutuhan Sat Intelkam, tetapi juga dapat memberikan manfaat lebih luas bagi organisasi.
“Dari kasat yang lain silakan memberikan input, memberikan masukan yang lebih berguna. Saya kira ini gagasan yang bisa diubah,” katanya.

Rizki Oktaviani
Editor