Menurut Farhan, persoalan sampah merupakan salah satu ancaman yang berasal dari dalam lingkungan masyarakat sendiri.
Apabila tidak dikelola dengan baik, dampaknya akan kembali dirasakan oleh masyarakat, terutama terhadap kesehatan dan kesejahteraan.
Selain persoalan lingkungan, Farhan juga mengingatkan pentingnya membentengi generasi muda dari berbagai ancaman ideologis yang dapat memengaruhi karakter bangsa.
Ia menyebut, pendidikan karakter di pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang memiliki keberanian, kedisiplinan, kepedulian, serta semangat kebersamaan.
“Padahal dalam semangat Resolusi Santri 22 Oktober 1945, semangatnya adalah berkorban untuk bersama. Untuk itulah mari kita kuatkan karakter kita lewat pendidikan karakter di setiap pesantren,” katanya.
Farhan berharap, pendidikan di pesantren mampu melahirkan santri dan santriwati yang memiliki karakter kuat, berani melangkah, serta tetap memiliki jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang religius.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan