“Jika masyarakat menerima, ini akan menjadi salah satu solusi. Lahan tersebut nantinya bisa kita jadikan embung-embung atau danau penampung air di wilayah Bojongsoang dan sekitarnya,” tambahnya.

Dalam memetakan sekaligus mengawal wilayah-wilayah rawan banjir, termasuk di kawasan Dalam Kaum Dayeuhkolot, Pemerintah Kabupaten Bandung tidak bergerak sendiri.

Pemkab Bandung menggandeng unsur TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat melalui kolaborasi pentaheliks tersebut.

“Untuk penanganan banjir ini kita sudah melakukan gerakan pentahelix. Kemarin kita bersama Pak Dandim dan Pak Danlanud juga sama-sama mengawal, terutama di wilayah-wilayah yang memang rawan. Ada hampir 10 kecamatan yang kita sentuh dengan kolaborasi pentaheliks ini,” jelas KDS.

Selain berfokus pada penanganan banjir di kawasan permukiman warga, Pemkab Bandung saat ini juga terus mematangkan rencana jangka panjang pembangunan kolam retensi di kawasan Lanud Sulaiman, beriringan dengan usulan proyek serupa yang sudah disampaikan kepada Kementerian PU untuk wilayah Tegalluar dan Sukamanah.

Rizki Oktaviani
Editor