Festival Dulag Istimewa 1447 Hijriah, Harmoni Budaya dan Ukhuwah

Prolite Festival Dulag berlangsung pada Jumat (20/3/2026) malam di depan Gedung Sate, Kota Bandung mulai pukul 19.30 – 23.30 WIB.

Perwakilan dari berbagai daerah di Jawa Barat hadir untuk menampilkan kreativitas seni dulag dalam suasana tertib, bersih, dan estetis.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, festival ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan sejak dirinya menjabat Gubernur.

“Ini adalah tahun kedua saya menjabat Gubernur dan tahun kedua juga dilaksanakan kegiatan festival ngadulag. Festival ini digelar sebagai upaya memperkuat nilai spiritual dan sosial masyarakat pasca-Ramadan, dengan mengangkat tradisi ngadulag atau memukul beduk sebagai simbol kebersamaan dan ukhuwah islamiah di Tanah Pasundan,” terangnya.

Kegiatan tersebut, menurutnya, sejalan dengan visi “Lembur Diurus, Kota Ditata, Jawa Barat Istimewa” yang memadukan unsur budaya, religius, dan tata kota.

Gubernur pun mengapresiasi para petugas yang tetap menjalankan tugas demi kelancaran acara. “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas yang masih bertugas tanpa kenal waktu. Untuk itu, marilah kita menjadi warga yang bersyukur kepada Allah SWT dengan cara menghormati orang yang berkorban untuk kita,” ujarnya.

Gubernur berharap, Festival Dulag Istimewa tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda melalui nilai Pancawaluya “cageur, bageur, bener, pinter, singer” serta memperkuat identitas budaya religius khas Jawa Barat.

Jabarprov

Disdik Jabar Juara 2 di Festival Dulag

Sebanyak 43 tim ambil bagian dalam festival ini. Terdiri dari 27 delegasi pemerintah kabupaten/kota serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jabar.

Seluruh peserta tampil serentak di area masing-masing berukuran 3×5 meter, menabuh beduk secara bersamaan dengan durasi maksimal dua menit.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri profesional dan independen yang mengamati keseluruhan performa serta momen terbaik dari masing-masing tim.

Dari hasil perlombaan, Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar berhasil meraih juara dua.

Kadisdik Jabar, Purwanto pun menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga tradisi keislaman.

“Dulag adalah tradisi Islam di Indonesia. Maka, melestarikan dulag di malam Idulfitri adalah melestarikan kebudayaan Indonesia. Mari terus jaga dan rawat tradisi keislaman,” pungkasnya. 

 

Rizki Oktaviani
Editor