“Dari 2 ton sampah per hari ada yang ke magot dan komposting. Jadi selesai sampah disini,” ucapnya.

Selain berhasil menyelesaikan masalah sampah, penampung briket pun rupanya di kelurahan Padasuka sudah ada.

Kata Erwin di kota Bandung ada 400 industri tekstil yang memerlukan dua ton sampah per harinya. Sayangnya kota Bandung belum bisa memenuhi kuota tersebut.

Hasil penjualan briket tersebut diserahkan ke Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk gaji dan operasional TPS tersebut.

“Kalau dirupiahkan bisa Rp800 ribu sampai 1 juta per ton, hasil penjualan masuk semua ke KSM,” ucapnya.

Rizki Oktaviani
Editor