Dari laboratorium yang menyakitkan, lahir kebenaran yang mengubah cara dunia merawat anak-anak. Inilah warisan Harry Harlow yang paling kompleks dan paling penting.
Prolite – Apa yang paling dibutuhkan bayi untuk tumbuh sehat? Makanan yang cukup? Kesehatan fisik yang terjaga? Sampai tahun 1950-an, itulah yang diyakini kebanyakan ilmuwan dan dokter anak. Attachment (kelekatan emosional) dianggap sekadar “bonus” yang muncul karena ibu memberikan susu. Kalau kebutuhan fisik terpenuhi, semuanya baik-baik saja.
Lalu datanglah Harry Harlow dengan eksperimennya yang sekaligus brilian dan menggetarkan sehingga bisa mengubah segalanya.
Siapa Harry Harlow?
Harry Frederick Harlow lahir pada 31 Oktober 1905 di Fairfield, Iowa, dengan nama asli Harry Israel. Masa kecilnya tidak mudah, ia tumbuh dengan depresi, kesulitan bergaul di sekolah, dan keluarga yang penuh tekanan finansial. Ia bahkan mengganti namanya menjadi “Harlow” saat masuk Stanford University, sebagian untuk menghindari diskriminasi antisemitik yang umum pada zamannya.
Setelah menyelesaikan doktoralnya di Stanford, Harlow bergabung dengan University of Wisconsin-Madison, di mana ia memulai laboratorium penelitian yang awalnya fokus pada tikus, lalu beralih ke primata. Di sinilah hidupnya berubah arah.
Ia menemukan bahwa monyet rhesus memiliki kesamaan psikologis yang sangat tinggi dengan manusia, dan mulai merancang eksperimen yang akan mengubah lanskap psikologi perkembangan selamanya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan