Eksperimen Monyet Rhesus: Kain Lembut vs. Kawat Besi
Pada 1957, Harlow memulai serangkaian eksperimen yang kini menjadi salah satu yang paling terkenal dalam sejarah psikologi.
Ia mengambil bayi monyet rhesus dari ibu mereka segera setelah lahir dan menempatkan mereka di kandang berisi dua “ibu pengganti” (surrogate mothers): satu terbuat dari kawat besi yang dipasangi botol susu, dan satu lagi terbuat dari kain terry cloth yang lembut namun tidak memberikan makanan.
Menurut teori behavioris yang dominan saat itu, bayi monyet seharusnya lebih memilih ibu kawat, karena itulah sumber makanan mereka.
Yang terjadi justru sebaliknya. Bayi monyet menghabiskan 17–18 jam sehari bersama ibu kain lembut, dan hanya sekitar 1 jam bersama ibu kawat, sekadar untuk menyusu. Ketika dihadapkan pada situasi yang menakutkan, mereka berlari bukan ke ibu kawat yang memberi makan, tapi ke ibu kain yang memberikan kenyamanan dan rasa aman.
Temuan ini secara definitif meruntuhkan “cupboard theory”, teori yang menyatakan bahwa kelekatan terbentuk semata-mata melalui pemberian makan.
Harry Harlow menyimpulkan: yang dicari makhluk hidup bukan hanya nutrisi, tapi contact comfort, sentuhan fisik dan kehangatan emosional. Dan ternyata ini adalah fondasi dari seluruh perkembangan sosial dan emosional yang sehat.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan