Mengusung tema “Studio di Jam 34”, pameran ini memaknai “34 jam” sebagai metafora atas waktu-waktu tambahan yang sebenarnya tidak pernah benar-benar ada, namun selalu diusahakan. Satu jam setelah pulang bekerja, malam yang sengaja dipanjangkan, atau akhir pekan yang disisihkan untuk kembali melukis, menggambar, dan berkarya menjadi simbol bahwa kreativitas selalu menemukan jalannya di tengah rutinitas kehidupan.
Pameran kolektif ini menghadirkan karya dari tujuh seniman lintas disiplin, yaitu Dimas Budiman, Dhiya Prana Widya, Fatur Rahman, Josephine Huang, Meutia Afifah (MEU), Salwa Kamilah, dan Saskia Gita Kinanti. Melalui medium lukisan, instalasi, objek, animasi, hingga karya interaktif, masing-masing seniman menghadirkan perspektif yang berbeda mengenai memori, identitas, keseharian, tubuh, teknologi, hingga proses bertumbuh sebagai manusia. Setiap karya menjadi representasi bagaimana waktu yang terbatas justru mampu melahirkan kreativitas yang tidak terbatas.



Tinggalkan Balasan