7. Acceptance: “Oke, Memang Capek.”
Setelah melewati fase frustrasi, sebagian pendaki mulai berdamai dengan kondisi.
“Ya sudah. Memang capek.”
“Nggak perlu buru-buru.”
“Jalan pelan juga tetap jalan.”
Acceptance bukan berarti menyerah. Justru, menerima kondisi diri dapat membantu seseorang menyesuaikan ekspektasi dengan keadaan yang sedang dihadapi.
Di sinilah perjalanan mulai terasa lebih tenang. Bukan karena jalurnya tiba-tiba mudah, tetapi karena kita berhenti memaksakan diri untuk selalu merasa kuat.
8. Sense of Accomplishment: “Ternyata Aku Bisa!”
Akhirnya sampai juga. Entah berhasil mencapai puncak, pos tertentu, atau sekadar menyelesaikan bagian jalur yang sebelumnya terasa mustahil, pengalaman tersebut bisa memunculkan rasa bangga, lega, dan percaya diri.
Dalam penelitian mengenai aktivitas fisik dan kesehatan mental, self-efficacy—keyakinan bahwa diri mampu melakukan sesuatu—termasuk salah satu faktor psikologis yang berkaitan dengan manfaat aktivitas fisik.
Makanya setelah turun gunung, ada yang merasa:
“Ternyata aku lebih kuat dari yang kukira.”
Dan perasaan itu bisa terbawa ke tantangan lain di luar gunung.



Tinggalkan Balasan