Ratusan Warga Berkostum Unik di Festival Padasuka

BANDUNG, Prolitenews – Ratusan warga Kelurahan Padasuka Kecamatan Cibeunying Kidul tumplek di Graha Emerald, Jalan Cimuncang Sabtu (20/9/2025).

Ratusan warga tersebut bukan mau berdemo melainkan ikut Festival Padasuka Volume IV dengan berdandan seru menggunakan berbagai kostum, pernak pernik unik terbuat dari bahan non organik semisal dari bekas kemasan minuman instan dan lainnya.

Ketua pelaksana, Adang Hidayat menyampaikan kegiatan Padasuka Festival kali ini merupakan yang ke 4 kali dilaksanakan oleh pemerintah dan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) kelurahan Padasuka, dengan tema “Membangun Budaya Hidup Bersih Untuk Padasuka Sehat”.

“Kami juga telah melaksanakan beberapa kegiatan lomba yang menggunakan bahan non organik, dan juga melaksanakan senam padasuka sehat dengan jumlah peserta sebanyak 500 orang lebih,” ujarnya.

Pada festival tersebut digelar juga karnaval budaya nusantara yang diikuti oleh semua wilayah RW yang ada dikelurahan Padasuka sebanyak 18 RW ikut serta.

“Busana yang digunakan dalam karnaval semuanya menggunakan bahan non organik,” jelas Adang yang juga ketua LPM Kecamatan Cibeunying Kidul.

Sementara itu Lurah Padasuka Zimmy Muslim mengapresiasi LKK, RT RW dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Pemerintah kota Bandung khususnya kelurahan Padasuka tidak ada apa-apanya tanpa LKK dan tanpa keterlibatan masyarakat semuanya yang telah bekerja keras dalam mensukseskan acara ini,” katanya.

Zimmi berharap adanya kegiatan ini bisa menjadi awal kampanye kelurahan Padasuka yang sudah digaungkan untuk membangun budaya bersih untuk Padasuka sehat.

Senada dengan Zimmi, Camat Cibeunying Kidul, Aris Rusdianto mengapresiasi masyarakat dan berkomitmen menetapkan Padasuka sehat.

“Hari ini kita berkumpul dan berkomitmen disini, jadikan Padasuka barometer bagi kelurahan lain untuk tetap bersih dan tetap menjaga lingkungan kita dengan baik,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Cibeunying Kidul, Ketua Forum RW kota Bandung dan tokoh masyarakat kecamatan dan kelurahan Padasuka




Antisipasi Banjir, Masyarakat Dihimbau Tidak Buang Sampah

BANDUNG, Prolitenews – Wakil Wali Kota Bandung Erwin menyampaikan pihaknya sudah menghimbau Dinas Sumber Daya Alam dan Bina Marga (DSABM), camat, lurah, serta para Ketua RW agar mendata sungai yang dikhawatirkan bisa longsor.

“Yang sudah kena erosi harus cepat dilaporkan kepada kami. Dan juga kepada masyarakat jangan sampai ada lagi yang nongkrong atau mancing di tepian sungai. Karena banyak sekali ya warga Bandung yang rumahnya dekat sungai itu pada mancing di sana, kita mengkhawatirkan,” jelas Erwin.

“Kita kan tidak tahu bencana bisa terjadi kapan. Kemarin saya juga membereskan masalah kayu-kayu di Babakan Ciparay, kayu-kayu itu disimpan di trotoar, dibawahnya  ada saluran air atau selokan. Saya menghimbau  baik pengusaha, baik warga, tolong dijaga. Selokan-selokan ke sini itu jangan sampai mengpet (tersendat), jangan dipakai tempat simpan barang,” tegasnya lagi.

Masih kata Erwin, musim hujan ini perlu sirkulasi air yang sangat bagus. Ia pun menghimbau warga Bandung jangan sampai membuang sampah.

“Ya kayak kemarin di jalan-jalan itu kan kalau hujan itu terbawa pasti masuk ke sungai, masuk ke selokan. Dan akhirnya bisa terjadi yang seperti di Arcamanik, itu kalau tidak cepat teratasi, itu jebol, karena jembatan naik ke atas tersumbat oleh sampah. Jadi antisipasi kami adalah kita tetap kolaborasi, gotong-royong, dengan para lurah agar memberitahu kepada ketua RW,” imbuhnya lagi.

Erwin pun menyampaikan bahwa sampah tersebut mengundang banyak penyakit selain banjir juga, karena itu pihaknya sedang melakukan pendalaman beberapa sungai, beberapa selokan yang memang kondisinya sudah ada pendangkalan.

Ucapnya lagi dari 136 titik kumpul sampah di Kota Bandung sudah diselesaikan. Hanya ia mengakui masih ada sampah-sampah yang dibuang sembarangan.

“Warga membuat lagi titik kumpul sampah sendiri. Nah, termasuk juga sekarang ini kan yang lagi heboh tapi itu sudah selesai, ,sudah kita sudah intruksikan ke DLH untuk membereskan itu semua,” tutupnya.

 




Seekor Ular Kopi Datangi Kantor Wali Kota Bandung

BANDUNG, Prolitenews – Kantor wali kota Jumat pagi ini sempat heboh dengan kedatangan 1 unit armada rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bandung.

Suasana Jum’at (19/9/2025) yang biasanya sepi mendadak ramai karena tim rescue DKPP menerima laporan terdapat seekor ular kopi atau ular air berada tepat dekat tong sampah ruangan press room (ruang media) Pemkot Bandung.

Tim rescue Dadi Mulyadi mengatakan ular ukuran 30 cm itu tidak berbisa tetapi kalau mengigit tetap sakit.

“Ular tersebut ular air otomatis ada diselokan air, namun ketika air meluap selokan kerendam jadi dia keluar mencari tempat kering,” jelasnya.

Masih kata Dadi, kemungkinan ular ini masih ada kawanannya karena biasanya berkelompok.

“Tapi kalau ada tidak usah takut, hubungi kami saja. Kalau penanganan sebelum ada kami bisa gunakan sapu kalau kecil ya, agar tidak membunuh kecuali membahayakan. Ular ini, kita bawa ke kantor nanti ada komunitas yang membawanya,” tegasnya.




Cari Solusi Macet, Pemkot Ngadu Ke Pemprov

BANDUNG, Prolitenews – Kemacetan di Kota Bandung sampai hari ini belum teratasi, namun Pemkot bersama Provinsi Jawa Barat menurut Wakil Wali Kota Bandung Erwin tengah mengupayakan.

Hal itu Erwin sampaikan pada rapat koordinasi infrastruktur di Jawa Barat antara Gubernur dengan seluruh kepala daerah di Jawa Barat.

“Didampingi oleh Kadishub dan DSABM, kami mewakili menyampaikan penyebab macet di Kota Bandung bisa diatasi,” jelas Erwin.

Disampaikan Erwin, ada 11 titik rawan yang memang saat ini diperlukan untuk diberikan solusi.

“Jadi, ada lintasan yang menyebabkan sering buka-tutup, ya. Gedebage, Cimencrang, Cisaranten Kulon, Parakan Saat, Laswi, Ahmad Yani, Jalan Sunda, Jalan Sumatra, Jalan Merdeka, Jalan Braga, tentunya yang sebelah sana Nurtanio yang sekarang lagi pas pembangunan,” paparnya.

Menurutnya ini adalah lintasan sebidang yang menyebabkan sering buka-tutup menyebabkan kemacetan karena jalannya yang kecil sehingga agak sulit kita untuk membangun flyover.

“Sehingga, mohon ada bantuan dari pihak kereta api yang mungkin akan disampaikan, karena tadi saya belum sempat juga untuk dapat membuat, misalnya, flyover kereta api. Jadi, kereta api yang naik ke atas, gitu, kan. Nah, seperti itu,” tuturnya.

Lanjut Erwin, pertama untuk keamanan rencananya akan dibuat flyover kereta api bukan flyover jalan.

Namun demikian hal itu kata dia menjadi kendala. Kemudian di Bundaran Cibiru dipastikan masih saja macet terus belum ada solusi terlebih jalan tersebut milik pemerintah pusat.

“Nah, tentunya kami minta kepada gubernur sebagai pintu masuk daerah timur, mohon dibantu gubernur untuk disampaikan kepada Kementerian PUPR untuk dapat dilakukan penataan apakah dibuatkan flyover atau underpass dari situ. Jadi mungkin itu termasuk juga mudah-mudahan juga kami akan mengajukan, karena banyak kecelakaan yang terjadi di Soekarno-Hatta ya. Ada yang nyeberang lintasan yang ke SMK 9, ke Uninus, kalau bisa dibangun juga,” harapnya.

Karena itu kan lahan milik pemerintah daerah, milik pemerintah provinsi. Ya, tentunya mudah-mudahan juga bisa disampaikan oleh para dinas ke sana. Karena tadi rapat terbatas ke Burung Kitamakan, dan teknisnya nanti oleh Kepala Dinas.




Kang DS: Pembangunan Tol Baru Selatan Jabar Solusi Atasi Kemacetan Saat Weekend dan Hari Libur 

KAB. BANDUNG, Prolitenews – Melihat kunjungan wisatawan yang mengalami kenaikan signifikan setiap tahunnya, Bupati Bandung Dadang Supriatna yang juga Ketua Harian Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) menyoroti kebutuhan peningkatan infrastruktur transportasi di Kabupaten Bandung.

Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna sempat mengungkapkan hal ini saat menghadiri Grand Opening Podcast APKASI bertajuk “Suara Pemimpin Daerah untuk Indonesia” di Studio Helmy Yahya, Jakarta Pusat, Selasa (16/9/2025).

Podcast yang dipandu Helmy Yahya ini menghadirkan Ketua Umum APKASI sekaligus Bupati Lahat Bursah Zarnubi, Sekjen APKASI sekaligus Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, serta Wakil Ketua Umum APKASI sekaligus Bupati Pati H. Sudewo.

Diskusi menyoroti sinergi antar kabupaten melalui APKASI sebagai wadah kolaborasi dan promosi potensi daerah. Topik lain adalah peluang ekspor komoditas unggulan, tantangan industrialisasi, serta strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesuai target pemerintah pusat mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Bupati Kang DS mengungkapkan, Kabupaten Bandung menerima tujuh juta wisatawan per tahun, sehingga terjadi kemacetan terutama pada saat weekend atau musim libur.

“Karena itu dibutuhkan akses baru, seperti pembangunan jalan tol Soreang–Ciwidey–Pangalengan serta transportasi modern seperti kereta gantung,” ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan jalan tol baru wilayah selatan Jabar itu untuk mengurangi kemacetan di kawasan wisata Kabupaten Bandung. Sedangkan wacana pembangunan kereta gantung untuk mendorong investasi dan pariwisata di wilayah Bandung Selatan.

“Rencana ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah, terutama di kawasan seperti Pacira dan Pangalengan, serta membantu mengatasi masalah kemacetan dengan menyediakan alternatif transportasi dan menarik investor,” kata Kang DS.

Alasan Kang DS ingin membangun kereta gantung adalah untuk mengatasi kemacetan dan menyediakan transportasi wisata di Kabupaten Bandung. Kereta gantung akan memungkinkan wisatawan berkeliling di wilayah Kabupaten Bandung tanpa menggunakan kendaraan pribadi.

Kereta gantung menjadi solusi transportasi untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di Kabupaten Bandung. Selain itu, kereta gantung sebagai transportasi wisata.

Wacana yang digulirkan Bupati Bedas untuk membangun kereta gantung dengan membuat dokumen Pra FS (Feasibility Study) yang dipromosikan ke West Java Investment Summit 2024.

Terkait wacana itu, Kang DS pun sempat mengundang sejumlah investor untuk membuat kereta gantung wisata menuju kawasan Pacira (Pasir Jambu, Ciwidey, Rancabali) serta Pangalengan.

Sementara itu, Ketua Umum APKASI, Bursah Zarnubi, menegaskan pentingnya industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk daerah.

“Selama ini produk kabupaten hanya dijual mentah. Jika dikelola melalui industrialisasi, potensi ekonominya besar dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat serta peningkatan pajak daerah,” ujarnya.

Demikian halnya yang dikatakan Wakil Ketua Umum APKASI, H. Sudewo. Ia menambahkan bahwa APKASI tidak hanya wadah sinergi, tetapi juga memperkuat regency branding.

“Kolaborasi antarwilayah akan memperkuat pembangunan nasional sekaligus menjadi media saling melengkapi,” katanya.

Grand Opening Podcast ini diharapkan menjadi ruang komunikasi publik yang konstruktif serta memperkuat peran pemerintah kabupaten dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui sinergi, inovasi, dan pemberdayaan potensi daerah.




6 Warga Sekitar Kiaracondong Kena OTT Sampah

KOTA BANDUNG, Prolitenews – 6 warga Bandung sekitar jalan Ahmad Yani tepatnya sekitar R.S Santo Yusuf di Kecamatan Kiaracondong kena operasi tangkap tangan (OTT).

Dibenarkan Wakil Wali Kota Bandung Erwin, ke-6 orang tersebut tengah membuang sampah bahkan 3 diantaranya akan disidangkan esok hari di kantor Satpol-PP Kota Bandung.

“Waktu itu saya mendapatkan laporan dari warga terkait banyak tumpukan sampah. Ada 6 titik sampah di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Kemudian saya monitoring, jam 6 lebih ke sana, ternyata betul banyak sampah. Dan saya melihat sendiri langsung, ada warga yang pakai motor buang sampah di situ,” jelas Erwin.

Menyaksikan itu Erwin langsung memanggil Camat dan Lurah, ternyata kata Lurah dan Camat warga yang membuang tersebut berasal dari sekitar Kelurahan Ciputra, Kelurahan Cadas, dan Kelurahan Kebon Waru.

“Nah, kemudian kami juga lihat di sana TPS, alhamdulillah saya lihat besar, banyak bangunan yang masih kosong dan kita akan usahakan, kami tempatkan insinerator di sana secepatnya dan dibuat untuk tempat magotisasi di sana juga. Saya instruksikan kepada pak Kasatpol PPP untuk 24 jam mengaktifkan Satpol-PP di sana,” tegasnya.

Masih kata Erwin ke-6 orang tersebut sudah  ditahan KTP-nya.

“Dan besok insyaallah kami sidang, tentunya ini juga melanggar Perda 9 tahun 2019 Pak. Nah, insyaallah besok yang akan kami sidangkan denda maksimal 5 juta, tapi itu tergantung hakim ya, keputusannya seperti apa gitu,” ucapnya lagi.

“Yang kemarin itu yang hari pertama karena posisinya belum dibuang, jadi hanya di tahan KTP. Hari yang kedua ini sudah ngebuang. Ini posisinya masyarakat, bawa sampah di motor, sampah pribadi,” jelasnya.

Setelah OTT kata Erwin hari ini langsung di pasang spanduk. Bahkan ia sudah perintahkan kepada Lurah dan Camat untuk memasang perda terkait sampah. Sedang untuk pengadaan CCTV, menurut Erwin sudah ada dan ia mengimbau kepada para pedagang Cicadas tidak boleh lagi membuang sampah di jalan.

“Sekitar satu truk kurang dari delapan ton-nan dari 6 titik kumpul, kemudian kami juga ada laporan di pasar Kosambi sudah masuk di TPS semua. Ini membuangnya malam dan subuh,” jelasnya.

Erwin berharap hakim tidak menghukum atau mendenda terlalu besar tapi kalau yang sudah dua kali ditangkap bisa sampai Rp 50 juta dendanya.

“Mereka udah niat dari rumah, ada yang bawa kerasek juga Pak. Ada yang ngotot juga tapi ga berani karena ketangkep tangan. Ini udah bawa sampah satu karung. Kami tidak menyalahkan kewilayahan, ternyata ya emang ini ada banyak masalah, ucing-ucingan. Saya minta mengedukasi para ketua RW-nya supaya mengedukasi masyarakat jangan sampai membuang ke sana. Apalagi sekarang kami akan tindak tegas langsung,” tutupnya.




Koperasi Kelurahan Merah Putih Harus Bisa Sejahterakan Rakyat

BANDUNG, Prolitenews – Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menyampaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendorong Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sebagai pilar ekonomi berbasis gotong royong di tingkat kewilayahan.

Pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perkoperasian bagi pengurus dan pengawas KKMP, Pemkot membentuk 151 KKMP di seluruh kelurahan Kota Bandung.

Hal itu menurut Zul merupakan langkah progresif dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Bahkan KKMP diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan kerja, memperpendek rantai pasok, menekan praktik tengkulak, hingga mengendalikan inflasi di tingkat lokal.

“KKMP diproyeksikan menjadi konsolidator dan agregator bagi pelaku usaha mikro dan kecil di wilayahnya masing-masing. Koperasi ini harus menjadi rumah bersama untuk tumbuh dan menjadi solusi atas permasalahan ekonomi masyarakat,” ujar Zul, Selasa (16/9/2025).

Ia meminta pengurus dan pengawas koperasi harus meningkatkan literasi manajerial, transparansi pelaporan keuangan, memperluas partisipasi anggota, konsisten terhadap regulasi, serta mengoptimalkan akses pembiayaan dan jaringan pasar.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, menegaskan dukungan penuh legislatif terhadap penguatan KKMP. Menurutnya, koperasi adalah instrumen penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

“Koperasi berbasis kelurahan ini akan semakin kokoh jika dijalankan dengan prinsip gotong royong. DPRD akan terus mendukung melalui regulasi dan kebijakan anggaran yang berpihak pada pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Asep.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, Budhi Rukmana menuturkan, Bimtek ini menjadi bagian dari strategi peningkatan kapasitas sumber daya manusia koperasi.

“Kami ingin pengurus dan pengawas KKMP memiliki bekal yang cukup untuk mengelola koperasi secara profesional, transparan, dan modern. Dengan begitu, keberadaan KKMP benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga di tiap kelurahan,” jelas Budhi.




Merasa Terpinggirkan, Kepala Sekolah SMK Swasta Curhat ke Bupati Bandung

KAB BANDUNG, Prolitenews – Merasa terpinggirkan para kepala sekolah SMK swasta yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kepala Sekolah SMK Swasta Kabupaten Bandung ‘curhat’ ke Bupati.

Dalam audiensi, para kepala sekolah itu menyampaikan berbagai dinamika dan permasalahan yang terjadi di lingkungan sekolah SMK swasta, khususnya di Kabupaten Bandung.

Ketua Forum Komunikasi Kepala SMK Swasta Kabupaten Bandung, Suwarto mengatakan sejarah Indonesia, dunia pendidikan tak dapat dilepaskan dari peran sekolah swasta.

“Namun perkembangan terakhir, kami merasa dipinggirkan terutama oleh kebijakan provinsi. Padahal, kami juga ingin bersinergi untuk mencerdaskan anak bangsa,” jelas Suwarto di hadapan Bupati Bandung, Selasa (16/9/2025).

Diantara kebijakan yang dikeluhkan para kepala sekolah SMK swasta adalah bantuan pembangunan sekolah serta sarana dan prasarana untuk SMK negeri dari pemerintah provinsi yang mencapai lebih dari Rp 1 triliun di 2026 mendatang.

“Sementara bantuan untuk SMK swasta sangat timpang. Padahal jumlah sekolah swasta itu jauh lebih banyak,” ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Suwarto, para kepala sekolah SMK swasta ‘mengadu’ kepada Bupati Bandung sebagai orangtua seluruh warga Kabupaten Bandung.

“Walau kewenangan SMA/SMK ada di provinsi, kami sebagai warga Kabupaten Bandung dan siswa-siswi kami juga warga Kabupaten Bandung ingin mengadu ke Pak Bupati. Kami juga punya semangat yang sama ingin memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Bandung. Kami berharap Pak Bupati dapat mencarikan solusi dan perhatian khusus kepada kami SMK swasta, misal seperti beasiswa dan bantuan lainnya,” tambah Kepala Sekolah SMK Taman Siswa tersebut.

Selain itu, kata Suwarto, pihaknya juga ingin bersinergi dan mendukung program-program Pemkab Bandung terutama dalam peningkatan kualitas kompetensi para siswa agar dapat mudah terserap lapangan kerja.

“Terima kasih kepada Pak Bupati karena sudah ada beberapa sekolah yang mendapatkan CSR. Intinya kami ingin menyukseskan dan berkolaborasi dengan program-program Pak Bupati untuk kemajuan Kabupaten Bandung,” tutur Suwarto.

Sementara itu, Bupati Dadang Supriatna menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas berbagai masukan dan semangat kolaborasi yang disampaikan Forum Kepala Sekolah SMK Kabupaten Bandung tersebut.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu mengaku sangat mendukung keberadaan sekolah swasta termasuk SMK swasta di Kabupaten Bandung. Hanya saja, kata dia, untuk SMA/SMK menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

“Terima kasih, ini masukan yang sangat luar biasa. Dan insya Allah semua usulan, akan saya sampaikan ke Provinsi karena memang kewenangan SMA/SMK ini ada di pemerintah provinsi,” ujar Kang DS, sapaan akrab Bupati.

“Saya bukan enggak nyaah ke SMA/SMK swasta. Tapi regulasinya ada di provinsi, takutnya salah. Insya Allah akan saya sampaikan ke provinsi,” tambahnya.

Kang DS pun tak memungkiri peran penting sekolah-sekolah swasta dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Sebab, tanpa kehadiran sekolah swasta, pemerintah akan kesulitan meningkatkan rata-rata lama sekolah akibat kurangnya sekolah.

“Kalau anak-anak lulusan SMP tidak melanjutkan sekolah, akibatnya terjadi pernikahan dini. Pernikahan dini menyebabkan terjadinya stunting. Saya justru mendorong ada 28 sekolah lagi, tidak hanya negeri, tapi sekolah swasta juga,” ungkap Kang DS.

Ia juga menyambut baik keinginan kolaborasi antara sekolah SMK di Kabupaten Bandung dengan Pemkab Bandung. Sebab, kata Kang DS, pihaknya memiliki berbagai program yang selaras dengan upaya peningkatan kualitas SDM maupun lapangan kerja.

Salah satu yang dapat dikolaborasikan adalah pemenuhan lapangan kerja dan wirausahawan muda yang dicanangkan Bupati Dadang Supriatna yang dapat diisi oleh para siswa lulusan SMK.

“Saya punya target penciptaan 10 ribu lapangan kerja dan wirausahawan muda. Belum lagi saya sudah MoU dengan Jepang, mereka membutuhkan banyak tenaga kerja tiap tahun. Ini peluang SMK untuk menciptakan anak-anak siap kerja dan jadi pengusaha,” tegasnya.

Selain itu, Pemkab Bandung pun telah melakukan MoU dengan 157 perusahaan di Kabupaten Bandung untuk mengutamakan menyerap tenaga kerja asli Kabupaten Bandung termasuk para siswa lulusan SMK.

“Jadi saya dorong SMK bekerjasama dengan Disnaker. Banyak sekali yang dapat dikolaborasikan. Jepang butuh 300 ribu orang. Kalau SMK siap, sata siap kirim lulusan SMK ke Jepang,” kata Kang DS.




RW KBS Dapat Bantuan Senilai Rp 200 Juta

BANDUNG, Prolitenews – Wakil Wali Kota Bandung Erwin pada pelantikan forum RW di Kecamatan Kiaracondong menyampaikan setiap RW nol sampah atau kawasan bebas sampah (KBS) maka akan diberikan bantuan sejumlah Rp 200 juta.

“ada program prakarsa yang kita akan berikan Rp 200 juta per RW tapi yang sudah KBS, syaratnya harusnya bebas sampah,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Erwin juga menginstruksikan bahwa RW ini adalah pemimpin, harus bersikap adil, harus memberikan kenyamanan, bisa memberikan kebermanfaatan buat masyarakat.

“Alhamdulillah, tadi saya melantik forum kecamatan Kiaracondong, ada sekitar 89 RW kalau tidak salah di sana. Karena basic saya di sana, saya juga mantan ketua RW, mereka sudah sangat paham. Mudah-mudahan saja dengan wasilah dilantiknya ini, mereka betul-betul bekerja menjadikan Ketua RW sebagai alat sebagai tools untuk ibadah pada Allah,” harapnya.

Erwin menekankan agar para RW harus adil dalam hal memberikan bantuan ataupun menghadapi persoalan. Lalu harus berani menegakkan amal makruf mungkar.

“Jadi, kalau emang berani, bisa berubah. Kalau tidak bisa atau jka tidak mampu rubah dengan lisan. Atau bilang ke pemkot kalau ada masalah yang tidak bisa disampaikan. Tidak mampu juga karena takut menyampaikan doa ke Allah,” tuturnya.

 

 

.




Pasar Baru Sepi Pengunjung, Seminggu Belum Penglaris

BANDUNG, Prolitenews – Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B) Iwan Suhermawan menyampaikan kondisi pasar baru saat ini sepi pengunjung terlebih saat banyak aksi demo. Bahkan ada pedagang yang sudah seminggu ini belum terjual barangnya atau belum penglarisan sementara dia tetap harus bayar karyawannya.

“Kita menyadari secara global memang kondisi keuangan negara sedang tidak baik-baik saja, dan ada pergantian Menteri Keuangan. Memang kondisi sekarang kita banyak tantangan,” jelas Iwan.

“Kenapa pasar baru sepi? Kita juga memahami, pertama, memang ada persaingan dengan pedagang online. Yang kedua juga daya beli masyarakat yang memang sedang betul-betul turun. Apalagi pas kemarin ada aksi-aksi masa, sehingga itu juga menimbulkan kekhawatiran orang-orang luar kota yang datang ke Bandung, khususnya Pasar Baru,” bebernya.

Pengunjung Pasar Baru kata dia, hampir 80% orang luar Kota Bandung, bahkan luar pulau hingga luar negeri.

Sehingga ketika kondisi negera sedang tidak baik itu berpengaruh. Lanjutnya, namun untung pasar baru merupakan pasar wisata belanja.

“Yang ada untung dan kurangnya. Untungnya punya trademark sebagai pasar wisata belanja kita tidak kalah dengan online, karena kesini ingin datang ngeliat sambil jalan-jalan adu tawar dan lain sebagainya, beda dengan pasar biasa barang yang sama ada di online ya beli di online. Cuman memang kondisi sekarang jauh dari normal tingkat kunjungan berkurangnya sekitar 70-60%, ini sangat berpengaruh terhadap kondisi pedagang di sana,” tegasnya.

Namun demikian pengunjung atau pembeli dari negeri jiran Malaysia masih berdatangan meskipun jumlahnya tidak sebanyak dulu. Karena mereka harus ke Jakarta terlebih dulu baru ke Bandung gitu. Begitupun pengunjung dari negeri singa putih Singapura.

“Makanya ketika pemerintah kota Bandung berencana ingin mereaktivasi Husein Sastranegara ini sangat disambut baik oleh kita. Kita berharap mudah-mudahan bisa mendongkrak lagi tingkat kunjungan ke pasar baru,” harapnya.

Iwan pun menjelaskan dari ruang dagang sekitar 65 persen masih berjualan. Dan itu diangga masih paling bagus dibanding ITC yang cuma 15 persen penjualnya. Atau pasar Kosambi 10 persen bahkan dibanding Tanah Abang tingkat keterisiannya 40 persen.

Hal itu kata dia karena Pasar Baru tertolong sebagai wisata belanja. Untuk di long weekend sendiri diakuinya dia Minggu ini kurang dari biasanya yang selalu padat pengunjung.