Panas Terik, Asia Afrika Festival Tetap Diburu Warga

BANDUNG, Prolitenews – Asia Afrika Festival ke 15 seperti tahun tahun lalu dalam memperingati Konferensi Asia Afrika ke-75 berlangsung meriah meski kondisi cuaca terik panas. Terlihat ribuan warga hadir di sepanjang kawasan jalan Asia Afrika.

“Panas tapi gimana lagi, memang pengen nonton. Mudah-mudahan acara kedepan bisa lebih baik lagi,” ucap Endang warga Kabupaten Bandung.

Endang berharap kedepan tamu kenegaraan lebih banyak yang hadir dan menampilkan seni budayanya.

“Biar lebih berasa aja susana Asia Afrika nya,” harapnya.

Wakil Wali Kota Bandung Erwin, mengapresiasi acara tersebut. 16 delegasi hadir diacara tersebut. Selain itu ada juga sekitar 35 penampilan perserta festival seni budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

“Saya sangat senang dan bahagia, Asia Afrika 2025 ini disambut dengan riang gembira, semangat, semua delegasi hadir, ada 16 delegasi yang hadir. Terus juga saya sangat berterima kasih kepada wali kota, bupati, kabupaten yang hadir di sini semua, juga dari kementerian Ekraf yang telah menyupport kita juga,” ujar Erwin usai membuka Asia Afrika Festival, Sabtu (18/10/2025).

Masih kata Erwin kota Bandung menjadi kebanggaan, karena dengan Asia Afrika ini Bandung semakin melegenda, mendunia dan semakin melekatkan dengan negara-negara Asia Afrika.

Namun demikian kata Erwin, kegiatan ini rangkaian dari beberapa acara yang mulai dari Cibiru, Ujungberung, Mayang Sunda, hingga penutupan Asia Afrika di Hotel Preanger.

“Sekarang puncak Asia Afrika ini bentuk kolaborasi, gotong royong yang dipersembahkan stakeholder Kota Bandung.

Tentunya pasti berbed dengan tahun lalu karena sekarang juga ada tarian-tarian yang didatangkan dari seluruh delegasi yang hadir di sini, lebih komplit, walaupun lebih sederhana tetapi lebih menyentuh,” ucapnya.

Masih kata Erwin semua penampilan peserta festival bagus dan ia mengidolakan pencasilatan Indonesia.

“Tentunya juga saya ucapkan terima kasih kepada para sponsor yang telah membantu, kepada para elemen stakeholder dari Provinsi Jawa Barat, kota, kabupaten lainnya yang sama-sama memperlihatkan budaya masing-masing yang dipersembahkan di Asia Afrika ini,” tutupnya.

 




Farhan Minta Dukungan Negara Lain Jadikan KAA Warisan Budaya

KOTA BANDUNG – Wali Kota Bandung M Farhan menyampaikan pihaknya akan mendorong negara-negara Asia Afrika untuk turut menyuarakan dokumen kawasan Asia Afrika di Kota Bandung ini sebagai Memory of the World (warisan budaya) ke UNESCO.

“Pasti, itu sebabnya diseberang itu kan lagi ada Asia Africa Youth Forum, itu banyak dubes-dubes. Kita akan dorong dokumen-dokumen ini agar mereka juga bisa membunyikannya dalam setiap event-event multilateral,” ujar Farhan usai acara Simposium Nasional “Pengusulan Kawasan Asia Afrika sebagai Warisan Dunia”, di hotel Savoy Homann, Kamis (16/10/2025).

Penyelenggaraan simposium selama dua hari itu lanjutnya bermaksud mengumpulkan dokumentasi dan melanjutkan upaya kota Bandung untuk mendaftarkan kawasan konferensi warisan budaya.

“Sebagai World Heritage, Memory of the World di UNESCO. Problemnya adalah upaya nggak cuma bisa sekali, tapi mesti berulang-ulang. Targetnya baru 5 tahun ke depan kita didaftarkan dengan status tentatif, jadi ini upaya jangka panjang,” ujarnya.

Tentatif dimaksud adalah coba-coba dengan tahapan melalui Eikomos atau satu lembaga yang nantinya dia menjadi jembatan.

“Tapi juga ke Kementerian Budaya dan Kementerian Luar Negeri,” ucapnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kota Bandung Adi Junjunan bahwa persyaratan ditempuh semuanya.

“Nanti didorong oleh Pak Wali Kota untuk terus kita tapaki satu-satu proses itu.

Proses kesananya itu Menteri Kebudayaan berserta dengan lembaga-lembaga lain dalam level internasional,” ucap Adi.

Farhan pun kembali menegaskan bahwa tugas dari pemerintah sekarang yakni menjaga jangan sampai peninggalan fisiknya ini dan juga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya kemudian hilang.

Kawasan Asia Afrika sendiri dari mulai Lengkong besar sampai Otista.

“Macem-macem ya, mulai dari musti ada kegiatan terus, secara rutin, secara regulasi juga, masalah tata ruangnya juga gitu. Jadi secara keseluruhan memang kita mesti menjaga ini dalam sebuah upaya besar untuk menjadikan kawasan tempat konversi Asia Afrika 1955 sebagai warisan dunia,” tuturnya.

Untuk mempertahankan itu kata Farhan pihaknya akan tegas di aturan tata ruang, aturan cagar budaya, dan juga pengembangan secara potensi ekonomi yang ada di kawasan tersebut.

 

 




Cegah Keracunan, Dinkes dan DKPP Intens Periksa MBG

Dedi Mulyadi Usulkan MBG Diberhentikan Sementara, Usai 1500 Lebih Siswa di Jawa Barat Jadi Korban (net).

BANDUNG, Prolitenews – Kepala Dinas Pendidikan Asep Gupron membenarkan saat ini pengawasan makan bergizi gratis (MBG) cukup ketat dan intens dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).

Di kota Bandung ada 87 dan sedang berproses 3 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Nah sekarang Dinkes intens melakukan pendampingan terhadap beberapa SPPG. Kita ada 87 dan 3 berproses jadi ada 90, sebagian besar belum mendapat SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi). Makanya pak wali meminta Dinkes dan DKPP melakukan pendamping layak atau tidak SPPG tersebut,” ujar Asep di Balai Kota, Selasa (14/10/2025).

Kota Bandung sendiri kata Asep baru menyediakan MBG sekitar (62,58%) atau hampir peserta didik dari jumlah peserta didik terdata di dapodik Disdik dan Kemenag sebanyak tingkat TK, SD, MI, MTs, SMK.

“Semua dapat SMA 3 pun dapat, yang menentukan sekolah dapat enggak itu BGN bukan ranah kami. Pokoknya kami mengawas TK, SD, SMP, Madrasah Ibtidaiyah, Aliyah, Tsanawiyah. SMA sama tapi bukan dibawah kita. Semuanya ada 87 lokasi termasuk SMA per zonasi,” ujarnya.

Sekarang setiap sekolah wajib membentuk pengawas. Dimana tugasnya mengecek makanan sebelum dikasih ke peserta didik.

“Dilihat dulu berlendir gak, lalu dicium berbau gak. Kalau tidak layak sekolah tidak menentukan tapi koordinasi dulu dengan Dinkes dan DKPP setelah dicek kedua OPD tersebut kalau tidak layak buat berita acara,” tegasnya.




Tingkatkan Partisipasi, Pemkot Bandung Luncurkan Penghapusan Tunggakan Pajak

BANDUNG, Prolitenews – Kepala Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kota Bandung, Gun Gun Sumaryana meluncurkan program Keringanan dan Penghapusan Piutang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tahun 2025.

Program ini memberikan potongan pokok dan penghapusan denda yang mencapai hingga 100 persen bagi masyarakat yang memiliki tunggakan PBB.

“Selain penghapusan denda, ada pula keringanan pokok piutang PBB. Diskon bahkan sampai 100 persen untuk tunggakan lama,” ujar Gun Gun saat acara Bandung Menjawab di Auditorium Balai Kota Bandung, Kamis 9 Oktober 2025.

Menurutnya, diskon pokok PBB diberikan hingga 30 November 2025, sedangkan penghapusan denda berlaku sampai 31 Desember 2025.

“Program ini hasil kajian. Kenapa dendanya sampai 31 Desember? Karena nanti kalau ada selisih kita masih punya waktu untuk rekonsiliasi,” katanya.

Gun Gun menjelaskan, program ini bukan sekadar penghapusan piutang, tetapi strategi agar masyarakat terdorong melunasi kewajiban pajak yang menunggak bertahun-tahun.

“Mudah-mudahan dengan adanya ini masyarakat bisa memanfaatkan dan akan mengurangi piutang. Peran pajak sangat penting bagi pembangunan Kota Bandung,” jelasnya.

Tercatat, piutang PBB Kota Bandung mencapai Rp1,4 triliun, dengan sekitar Rp540 miliar merupakan tunggakan lama saat masih dikelola oleh KPP Pratama.

“Yang 100 persen itu (tunggakan PBB P2 tahun 1993–2012) ada Rp540 miliar. Itu ketika masih dikelola oleh KPP Pratama. Jadi kenapa 100 persen dihapuskan, karena secara regulasi pun tidak dipermasalahkan,” terangnya.

Selain PBB, Pemkot Bandung juga tengah menyiapkan Keputusan Wali Kota (Kepwal) baru untuk memberikan penghapusan sanksi administrasi dan potongan pokok pajak bagi sektor lain seperti hotel, restoran, hiburan, dan parkir.

“Ini bagian dari stimulus peningkatan iklim investasi dan kemudahan berusaha di Kota Bandung,” tambah Gun Gun.

Sampai akhir September 2025, realisasi PBB telah mencapai Rp465 miliar atau sekitar 70 persen dari target tahunan Rp600 miliar.

Gun Gun juga mengingatkan masyarakat agar segera memanfaatkan program ini karena setelah masa berlaku habis, sistem akan kembali menampilkan denda dan piutang yang sebelumnya dihapus.

“Manfaatkan waktu yang singkat ini. Kalau sudah lewat, secara sistem denda dan piutang akan muncul kembali,” pesannya.

Gun Gun pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan pelaku usaha yang telah patuh dalam membayar pajak.

Adapun skema diskon yang diberikan yakni:

1. 25 persen untuk tunggakan PBB P2 tahun 2020–2024

2. 50 persen untuk tunggakan PBB P2 tahun 2013–2019

3. 100 persen untuk tunggakan PBB P2 tahun 1993–2012

Sementara itu, Kepala Bidang PAD 2 Bapenda Kota Bandung, Andri Nurdin menambahkan, syarat untuk menikmati program ini sangat mudah, cukup dengan membayar PBB tahun berjalan.

“Persyaratannya hanya membayar PBB berjalan. Jika masyarakat membayar PBB berjalan maka piutang dari 1993–2012 dihapuskan, lalu potongan 50 persen untuk 2013–2019, dan 25 persen untuk 2020–2024,” katanya.

Andri juga menjelaskan, seluruh proses penghapusan dan potongan akan dilakukan secara otomatis melalui sistem Bapenda.

Untuk mempermudah layanan, Bapenda telah menyediakan aplikasi digital “Teman PBB” yang dapat diunduh melalui perangkat Android. Melalui aplikasi ini, warga dapat mencetak SPPT, mengakses 15 jenis layanan PBB, dan melakukan pembayaran menggunakan QRIS atau Virtual Account.

 




75% Bahasa Ibu Alami Kemunduran

BANDUNG, Prolitenews – Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Imam Budi Utomo mengatakan kondisi bahasa saat ini 25 persen bahasa daerah di Indonesia masih dalam kondisi aman. Namun 75 persen lainnya mengalami kemunduran, kritis, hingga nyaris punah.

Dari total 718 bahasa daerah di Indonesia, hanya seperempat yang aman, sementara sisanya berada dalam kondisi memprihatinkan — bahkan ada yang sudah punah.

Disinggung apakah terpengaruh media sosial kata Imam, media sosial sebenarnya bisa digunakan juga untuk melestarikan bahasa daerah.

“Kita lihat anak-anak muda sekarang banyak yang menggunakan bahasa daerah di media sosial. Bahkan di luar negeri, seperti di Australia, justru media sosial digunakan untuk pelestarian bahasa daerah — misalnya bahasa Jawa,” jelasnya.

Lanjutnya, faktor kemunduran ada beberapa, pertama, karena anak-anak muda tidak memiliki kemauan atau kebanggaan menggunakan bahasa daerah.

“Mereka merasa minder kalau berbicara dengan bahasa daerah. Ini yang paling utama.

Karena itu, kami bersama pemerintah daerah dan tokoh masyarakat menyasar anak-anak muda agar mereka tidak malu dan memiliki semangat untuk belajar serta menggunakan bahasa daerah. Untuk 11 bahasa ibu yang punah salah satunya ada di wilayah Maluku dan Papua,” tegasnya.

Untuk Festival Tunas Bahasa Ibu tersebut diadakan di 38 provinsi salah satunya adalah Jawa Barat.

Kata Imam, jika anggaran tahun 2026 mencukupi dan tidak ada efisiensi, maka pihaknya akan melaksanakan Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat nasional tahun 2026.

“Tahun 2025 kemarin kami melaksanakannya di bulan Mei. Namun karena efisiensi anggaran, peserta yang diundang ke Jakarta terbatas. Semoga di tahun 2026 anggaran mencukupi sehingga semua pemenang pertama bisa kami undang ke Jakarta. Mereka akan mendapat kesempatan tampil dan memperoleh sertifikat sebagai manajemen talenta nasional,” ucapnya.

Dengan demikian, siswa SD yang naik ke SMP bisa menjadikan prestasinya sebagai catatan berjenjang. Begitu pula siswa SMP yang melanjutkan ke SMA.




Bahasa Sunda Rentan Mengalami Kemunduran

BANDUNG, Prolitenews – Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Herawati, mengatakan di Jawa Barat bahasa yang hampir punah memang secara kajian vitalitas belum ada. Namun rentan mengalami pergeseran atau kemunduran karena generasi mudanya tidak lagi tergerak untuk menggunakan bahasa Sunda.

Berdasarkan kajian vitalitas, penutur bahasa Sunda memang banyak, tetapi didominasi usia 40 tahun ke atas.

“Ini yang dikhawatirkan ketika anak-anak tidak lagi menggunakan bahasa Sunda dalam keseharian, terutama di ranah keluarga, maka suatu saat bahasa Sunda bisa mengalami pergeseran yang mengarah pada kepunahan.

Herawati juga menyampaikan di Jawa Barat ada tiga bahasa daerah yang sudah terpetakan, yaitu bahasa Sunda, Cirebon-Indramayu, dan Melayu Betawi. Iya berharap di tahun-tahun mendatang FTBI untuk Cirebon-Indramayu dan Melayu Betawi bisa dilaksanakan.

“Untuk itu, kami sangat berharap dukungan dari pemerintah daerah. Pelaksanaan kegiatan ini tidak akan terlaksana tanpa dukungan dari pemerintah daerah. Karena kalau kita berbicara tentang pembagian kewenangan secara konkuren antara pemerintah pusat dan daerah, maka pelestarian bahasa daerah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” ucapnya.

Masih kata Herwati hal ini sudah diatur dalam regulasi kebahasaan, yaitu PP Nomor 57 dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

“Kami berharap di tahun-tahun mendatang, bukan hanya bahasa Sunda yang direvitalisasi, tetapi juga bahasa Cirebon-Indramayu dan Melayu Betawi,” tuturnya.




Kota Bandung Tuan Rumah Festival Tunas Bahasa Ibu

BANDUNG, Prolitenews – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan Kota Bandung menjadi tuan rumah Festival Tunas Bahasa Ibu karenanya kota kembang ini harus menjadi pusat perkembangan peradaban budaya di Jawa Barat.

Kata Farhan, Kota Bandung kalau dalam bahasa orang di timur disebut semua budaya ada di sini bahkan saking beragamnya budaya yang sudah mengglobal dan kosmopolitan di Kota Bandung, maka di tahun 1955, Konferensi Internasional Antar Kepala Negara yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia, itu justru di Kota Bandung yang bernama Konferensi Bandung atau Konferensi Asia Afrika.
“29 delegasi negara hadir, dan sampai sekarang untuk negara Asia Afrika itu masih sangat penting. ‘Basa teh Ciciren Bangsa, Leungit Basana, Ilang Bangsana. Sama Pak Imam tadi udah tegas, aya sebelas Bahasa ibu yang hilang, di bangsa kita, ilang itu bukan ilang, tapi ilang tuh udah tidak ada lagi yang mengatakan atau yang menggunakan bahasa tersebut,” jelasnya, Selasa (7/10/2025).
Lanjutnya, hal itu merupakan tugas kita semua untuk memastikan anak cucu di masa mendatang menggunakan dan menjaga bahasa ibu.
“Bahasa ibu bagi saya adalah bahasa yang kepake dari level personal, bicara kepada yang jadi ibu dan bapa kakak maupun adik serta tetangga dan semuanya di level personal. Sekarang bahasa ibu harus jadi bahasa yang bisa digunakan untuk bahasa sambutan, dengan kemajuan zaman terutama adanya globalisasi banyak yang tidak ingin berbicara menggunakan bahasa leluhurnya, katanya ga keren,” tegasnya.
“Tapi setidaknya UNESCO lembaga di PBB yang mengkhususkan pendidikan dan perkembangan kebudayaan sudah menetapkan di 21 Februari jadi hari pengingat bahasa ibu se dunia,” paparnya.



Nuvo Ajak Anak Bebas Main di Luar Tanpa Takut Kuman

BANDUNG, Prolitenews – Aktivitas bermain di luar ruangan merupakan faktor esensial dalam proses tumbuh kembang anak. Namun, ketersediaan sarana kebersihan seperti air dan sabun kerap menjadi kendala bagi orang tua untuk memastikan anak tetap higienis sebelum makan maupun setelah beraktivitas.

Menjawab kebutuhan tersebut, NUVO Family, produk perawatan kebersihan diri unggulan dari WINGS Group, resmi meluncurkan inovasi terbaru NUVO Family Wet Wipes Nature Protect pada acara puncak “NUVO Yuk, Main di Luar” yang digelar di Lapangan Pajajaran, Kota Bandung, bersama Brand Ambassador NUVO Family, Dion Wiyoko.

Marketing Manager Personal Care Category WINGS Group Mita Ardiani, menyampaikan bahwa peluncuran produk ini merupakan bentuk komitmen NUVO Family dalam memberikan perlindungan menyeluruh dari kuman dengan solusi kebersihan yang aman dan praktis.

“NUVO Family Wet Wipes Nature Protect hadir dengan empat keunggulan utama, yakni aman untuk kontak dengan makanan, cocok digunakan pada kulit bayi, bebas alkohol, serta efektif membunuh kuman dalam 5 detik. Inovasi ini kami hadirkan untuk melengkapi kampanye 30 Menit Main di Luar sekaligus mengingatkan para orang tua agar senantiasa menjaga kebersihan diri dan anak di mana pun berada,” jelasnya.

Sebagai bagian dari kampanye, NUVO Family juga menghadirkan program NUVO Yuk, Main di Luar (YMDL) ke sekolah-sekolah dasar melalui seminar parenting bagi orang tua. Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga, Efnie Indrianie, , menyampaikan materi yang menekankan pentingnya aktivitas luar ruang bagi kesehatan anak sehingga bisa mencegah terjadinya brain rot.

“Terlalu banyak mengonsumsi konten berulang yang kurang edukatif dapat menyebabkan otak anak menjadi ‘tumpul’ atau kurang fokus. Untuk itu, strategi ABCDE berikut dapat diterapkan oleh orang tua kepada anaknya sehari-hari, yaitu Atur durasi bermain gawai dengan istirahat setiap 1 jam; Bimbing anak selama menggunakan gawai, cerita kepada anak melalui aktivitas membaca bersama, diet sehat dengan asupan protein untuk mendukung perkembangan otak dan eksplorasi kegiatan baru melalui aktivitas fisik di luar rumah,” ungkap Efnie.

Bersama ratusan peserta dari lima sekolah dasar di Bandung, acara puncak “NUVO Yuk, Main di Luar” diisi dengan kompetisi NUVO Challenge, rangkaian permainan yang dirancang untuk melatih keterampilan motorik sekaligus memperkuat interaksi sosial, seperti mengatur huruf pada bola atau word ball game, merangkak melewati net, menyusun puzzle, melompati tantangan bergambar, dan menaiki mini wall climbing. Pemenang dari rangkaian permainan ini ditentukan berdasarkan waktu tercepat peserta menyelesaikan kelima rintangan tersebut.

Tidak hanya bermain, Dion Wiyoko sebagai Brand Ambassador NUVO Family juga mengingatkan anak-anak dan para orang tua akan kebiasaan baik setelah bermain di luar.

“Penting sekali untuk kita selalu membiasakan mandi dua kali sehari dan membersihkan tangan setelah bermain. Apalagi sekarang sudah ada NUVO Family Wet Wipes Nature Protect, tisu basah antiseptik yang aman digunakan oleh anak-anak dan praktis dibawa saat lagi berkegiatan di luar. Ini juga jadi salah satu cara terbaik dari NUVO Family untuk keluarga Indonesia bisa mendukung anak tetap terlindungi dari kuman dan bakteri,” ungkap Dion.

Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan positif dari Kepala Seksi Kelembagaan dan Peserta Didik Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Bandung, Risman Al Isnaeni menyampaikan,

“Kami mengapresiasi langkah NUVO Family yang tidak hanya memperhatikan aspek kebersihan, tetapi juga mendorong anak-anak untuk lebih aktif bergerak melalui kegiatan ini. Upaya ini sejalan dengan misi kami dalam membentuk Anak Indonesia Hebat yang sehat, tangguh, dan berdaya saing dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diantaranya adalah berolahraga/bergerak dan bermasyarakat. Selamat kepada anak-anak hebat Kota Bandung, jadilah Anak Indonesia Hebat.” jelasnya.

Melalui kampanye ini, NUVO Family mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk kembali menumbuhkan kebiasaan sederhana dengan konsisten, yaitu minimal 30 menit bermain di luar setiap hari.

Bersama produk-produk berkualitas dari NUVO Family, kampanye ini mendukung semangat WINGS Group Indonesia dalam menghadirkan kebaikan yang dapat diakses semua orang demi terciptanya kehidupan yang lebih baik “Life Keeps Getting Better”. NUVO Family, Siap Berikan Perlindungan Menyeluruh 24/7!




Insenarator di Kota Bandung Diperbolehkan Kementerian Lingkungan Hidup 

Mesin Pengolah Sampah

BANDUNG, Prolitenews – Beberapa waktu lalu kementrian lingkungan hidup membuat surat edaran pelarangan pengolahan sampah dengan insenarator. Namun demikian menurut Wali Kota Bandung M Farhan mesin-mesin insenerator yang ada di kota Bandung diperbolehkan tapi dengan syarat yang sangat ketat.

“Ada beberapa sertifikasi yang harus dilakukan, bahkan untuk beberapa hal perizinannya sudah sampai ke level amdal. Itu sebabnya saya melarang setiap insenerator kecil-kecil yang tidak mendapatkan sertifikasi yang lengkap sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup,” ungkapnya.

Sayangnya Farhan tidak tahu persis detail sertifikasi tersebut.

“Sertifikasinya ketat sekali. Aduh, saya nggak punya detailnya. Tapi bisa tanya-tanya ke teman-teman di LH. Itu surat edaran dari Menteri LH-nya udah keluar pada tanggal 29 September yang lalu,” tandasnya.

Masih kata Farhan untuk insenarator yang besar sertifikasi sudah lengkap semua. Tetapi yang kecil-kecil yang masih dikaji.

“Saya sangat menghargai inovasi yang dilakukan oleh para engineer, orang-orang palinter di kota Bandung pada bikin kapasitas 100 kilo, 200 kilo, bagus. Tetapi, pastikanlah mendapatkan sertifikasi. Karena kalau tidak mendapatkan sertifikasi, agak susah membelanya terhadap Kementerian Lingkungan Hidup,” ucapnya.

Saat ini untuk mesin insenarator yang belum bersertifikasi kata Farhan jangan dulu beroperasi. Dia tidak ingin dianggap melanggar hukum oleh Menteri Lingkungan Hidup.

“Saya gak tega, sebuah inovasi yang bagus, tapi karena gak ada sertifikasi nanti dianggap melanggar hukum. Kalau yang sudah berjalan saya pastikan semua sudah punya sertifikasi. Contohnya yang di Cibeunying, Babakansari, Bandung Kulon. Kita baru lima yang resmi, yang lain kan masih percobaan-percobaan. Belum operasional full. Tapi akan ada tujuh lagi yang merupakan hibah dari Citarum Harum. Nah itu sertifikasi sudah lengkap semuanya,” tegasnya.

Lanjutnya, pengelolahan sampah itu strateginya ada empat. Pemilahan, pengolahan, pemanfaatan, dan pemusnahan. Insiderator sendiri pilihan terakhir untuk pemusnahan. Karenanya harus betul-betul pemilahan yang benar, pengolahan yang benar, dan pemanfaatan yang benar. Tiga hal itu yang dioptimalkan.

“Kalau mau lihat contohnya, yang sudah paling bagus itu satu di pasar anyar, satu lagi di pasar Gedebage. Itu termasuk pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan. Kita akan melakukan komunikasi bersama dengan seluruh pemerintahan di Bandung Raya agar bisa memanfaatkan sisa-sisa yang ada di TPA Sari Mukti sebisa mungkin sampai 6 bulan ke depan kami sudah berjanji untuk melakukan proses pemilahan pengolahan pemanfaatan dan pemusnahan yang lebih serius dalam kapasitas yang lebih besar di kota Bandung dan Bandung Raya khususnya,” paparnya.

Karena kalau di Bandung Raya sendiri kata Farhan kapasitas atau timbulan sampah di Kota Bandung bisa 4-5 kali lipat dibanding dengan kota-kota yang lain. Sehingga Kota Bandung yang paling serius.

Hal sama disampaikan Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi, menurut Asep diperbolehkan hanya saja harus dengan kajian ketat.

“Sebetulnya bukan gak boleh itu kan evaluasi ya, karena insenarator itu kan pasti ada dampak lingkungan jadi harus betul-betul dikaji. Ada kajian dampak lingkungan buat sekitar ataupun petugasnya makanya harus dikaji, itu ada kajian kalau sudah dilaksanakan, harus lihat nanti kajian ada, masih ok, kenapa tidak,” imbuhnya.




1 Oktober Momentum Penguatan Ikrar Ideologi Pancasila 

BANDUNG – Peringati hari kesaktian Pancasila 1 Oktober, Wali Kota Bandung M Farhan mengatakan ini momentum kembali mengikrarkan diri pada satu-satunya ideologi negara Republik Indonesia yakni Pancasila.

“Upacara ini walaupun singkat menjadi sangat mendalam karena selalu ditutup dengan ikrar bersama. Nah untuk itu saya berharap bahwa pesan dari hari Pancasila ini, hari kesaktian Pancasila ini tetap dipertahankan. 1 Juni hari lahirnya Pancasila, 1 Oktober hari kesaktian Pancasila. Tidak pernah hilang,” harapnya usai upacara di balai kota, Rabu (1/10/2025).

Kata Farhan jaman dulu ada namanya P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) dan sekarang bentuknya bermacam-macam.

Pengamalan Pancasila kepada pemuda sendiri kata dia, cukup besar karena para pemuda sekarang mendapatkan informasin instan dari handphone masing-masing.

“Sebuah perangkat yang sebetulnya sudah langsung ada di dalam ruang-ruang pribadi. Nah ini yang sebetulnya kitanya harus mengimbangi dengan menciptakan berbagai macam konten yang membawa nilai-nilai ke Pancasila. Tentu bukan dengan cara membosankan, tapi dengan cara-cara yang lebih menarik. Seperti isu-isu demokrasi misalnya. Saya sangat senang sama media-media mengangkat soal isu-isu demokrasi, isu keadilan, isu-isu keterlibatan publik, suara-suara kritis. Itu tuh bagus sekali soalnya,,” ucapnya lagi.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi mengatakan peringatan hari kesaktian Pancasila ini merupakan nilai ideologi yang orang lain atau negara lain tidak punya sehingga iri.

“Sangat iri loh, kita punya sebuah dasar negara yang sangat kuat dan ini menyatukan seluruh suku, seluruh agama. Kita tahu pulau-pulau di Indonesia sangat banyak dan yang membuat juga kuat adalah Pancasila nilai dasar nilai religiusitas itu yang juga memperkuat nilai-nilai,’ ucapnya.

Asep berharap Pancasila bukan sekedar slogan tapi bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan paling penting juga adalah bagaimana menyelesaikan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan mengurangi ketimpangan ekonomi.

“Itu kan nilai-nilai yang membuat masyarakat juga nanti menguatkan loyalitas. Ini harus terus disampaikan, karena anak muda itu butuh contoh, tidak cukup slogan, komunikasi hanya dari mulut begitu ya, butuh rasa, hati, contoh, teladan ini lah tugas kita semua ketika kita mengatakan saya paling Pancasila adalah harus dibuktikan dalam norma keseharian,” tegasnya.