Pj Wali Kota Pastikan Malam Takbiran Idulfitri 1445H di Kota Bandung Aman, Tentram, dan Kondusif

takbiran

Pj Wali Kota Pastikan Malam Takbiran Idulfitri 1445H di Kota Bandung Aman, Tentram, dan Kondusif

BANDUNG, Prolite – Menyambut perayaan Idulfitri 1445H, Penjabat (PJ) Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono memastikan, malam takbiran di Kota Bandung berjalan aman, tentram, dan kondusif.

Hal itu berkat komitmen seluruh stakeholder di Kota Bandung untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Idulfitri.

“Kami telah melakukan persiapan yang matang untuk memastikan malam takbiran berjalan dengan lancar dan damai,” kata Bambang di Pendopo Kota Bandung, Selsa, 9 April 2024.

Sebagai bagian dari persiapan tersebut, Plh Sekretariat Daerah Kota Bandung, Hikmat Ginanjar telah membagi tugas dan menjadwalkan pemantauan di wilayah masing-masing. Hal itu untuk mengantisipasi dan menanggulangi potensi gangguan keamanan.

takbiran

Selain itu, Bambang kembali mengingatkan batas waktu berjualan Pedagang Kaki Lima (PKL) telah ditetapkan maksimal hingga pukul WIB demi menjaga ketenangan malam takbiran.

Dalam kesempatan ini, Pj Wali Kota juga mengingatkan pentingnya kesehatan dan keselamatan bagi seluruh warga yang merayakan Idulfitri.

“Saya mengimbau kepada seluruh warga yang merayakan Idulfitri untuk berhati-hati di jalan dan memprioritaskan keselamatan diri dan keluarga,” tuturnya.

Sebagai informasi tambahan Penjabat Wali Kota Bandung akan melaksanakan Salat Idulfitri 1445H di Masjid Al-Ukhuwwah Jalan Wastukancana dan tidak mengadakan open house.




Jelang Idul Fitri 1445H, Perumda Tirtawening Fasilitasi Itikaf di Masjid Maaimmaskub

Idul Fitri 1445H

Itikaf Jelang Idul Fitri 1445H, Atalia Bagikan 1000 Paket Sahur

BANDUNG, Prolite – H-3 Idul Fitri 1445H masjid Maaimmaskub Perumda Tirtawening dari pukul 11 hingga Minggu (7/4/2024) subuh ramai jamaah yang melakukan itikaf.

Tampak para jamaah pria dan perempuan serta anak-anak mengaji sebagian membaca al quran dan berzikir sambut Idul Fitri 1445H.

Direktur Utama Perumda Tirtawening, Sonny Salimi menyampaikan bahwa itikaf (berdiam diri di mesjid) bukan yang hanya di Idul Fitri 1445H ini saja, namun sudah rutin setiap tahun diselenggarakan.

“Kita berhenti itikaf itu saat ada pandemi dan baru mulai lagi tahun 2022. Itikaf biasanya kita buka di 10 terakhir ramadan menuju sampai Idul Fitri 1445H, siapa pun yang mau beritikaf di mesjid ini, kami fasilitasi. Dengan memakmurkan mesjid ini, kami berharap ini akan mendongkrak juga kepada keberkahan perusahaan kami Perusahaan Daerah Tirtawening Kota Bandung,” jelas Sonny.

Sonny berharap dengan banyaknya yang berdoa di mesjid tentunya akan diberi kemudahan oleh Allah SWT untuk bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Itikaf sendiri bersifat terbuka untuk umum tidak hanya khusus karyawan.

“Siapa pun yang membutuhkan peningkatan keimanan berdialog sama Allah di malam malam ganjil berharap mendapatkan lailatul qodar yah tentunya mari datang ke mesjid ini. Saya pikir mesjid ini terletak di tengah kota tetapi juga disini banyak pohon rindang suasananya mendukung untuk kita berdialog sama Allah meminta ampunan dan juga meminta banyak hal yang kita harapkan,” tutupnya.

Sementara itu Ketua Jabar Bergerak Atalia Praratya menyampaikan pada malam tersebut sudah menyalurkan 1000 paket sembako dan makan sahur dibagikan di empat penjuru yakni bagi warga yang berada di Rumah Sakit selain pasien. Petugas parkir, petugas kebersihan di jalan-jalan, warga dipasar, dan terminal.

Idul Fitri 1445H
Atalia Praratya.

“Alhamdulilah pertama kali selama 5 tahun jabar bergerak kali ini kita fokus kepada sahur berkelompok mencari tempat seperti, pasar terminal cicaheum uber, rumah sakit di RSHS kepada penunggu pasien,” ujar isteri Ridwan Kamil itu.

Menurut anggota DPR RI yang akan segera dilantik ini, mereka yang diberi paket sembako mengaku kaget ada perhatian dari orang-orang baik yang berkumpul urunan.

“Yang menarik dibagikan tidak hanya muslim tapi non Islam, Budha, Hindu, Kristen juga ikut urunan dan membagikan,” terangnya.

Masih kata Atalia, kolaborasi orang-orang baik pada buka dan sahur berkah ini sempat sampai ke pelosok di mana terdapat surau hanya memiliki satu guru.

“Kami berikan Alquran, sajadah, mukena. Saya masih ingat itu di KBB surau di bojong koneng satu ustadjah, saat ditanya beliau tidak sanggup membayar guru ngaji ataupun membangun mesjid,” tuturnya sedih.

Selain kegiatan sahur berbagi berkah, Atalia bersama Pramuka akan keliling turut memantau arus mudik, dari ujung berung sampai nagrek.

Disinggung makna ramadan tahun ini Atalia mengaku ramadan tahun ini cukup hektik sekali.

“Ujian Allah datang dan pergi bertubi-tubi. Jadi jangan merasa selesai di satu ujian tapi memang akan terus bergulir selalu diuji, maknya hadapi tanpa perlu berlama lama, saling menguatkan, saya beruntung didukung suami dan keluarga yang suportif meski lelah mental tapi karena tipe saya ini selalu bersyukur jadi gak ngoyo ya,” ucapnya.




Baznas Kota Bandung Salurkan Bantuan Ke 20 Ribu Penerima Manfaat

baznas kota bandung

Di Tengah Harga Sembako yang tak Kunjung Stabil, Baznas Kota Bandung Hadir Berikan Manfaat

BANDUNG, Prolite – Untuk membantu menghadapi Hari Raya Idulfitri, Badan Amal Zakat Nasional / Baznas Kota Bandung menyalurkan bantuan warga kurang mampu. Pada tahun 2024 Baznas Kota Bandung memiliki sekitar penerima manfaat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Bandung, Momon A. Imron pada acara puncak Tali Asih Baznas Kota Bandung di Cikapundung Riverspot, Kota Bandung, Kamis, 4 April 2024.

“Menurut hasil monitoring Pemkot Bandung harga sembako jelang Idulfitri ini belum stabil, maka hadirnya Baznas sangat membantu masyarakat Kota Bandung yang membutuhkan,” jelas Momon.

Momon menyampaikan dari tahun ke tahun dana pengelolaan zakat terus meningkat. Ia berharap agar Baznas tidak hanya berhasil dalam pengelolaannya tapi juga dalam penyalurannya.

“Pada tahun 2023 Baznas berhasil mengelola hingga Rp29 miliar. Insyaallah tahun ini akan lebih besar lagi,” jelasnya.

Momon berharap Baznas bisa meningkatkan taraf hidup mustahiq.

“Peningkatan taraf mustahiq ini bisa dilakukan dengan penambahan jumlah penerimanya,” harapnya.

Pada Puncak Tali Asih ini, Ketua Baznas Kota Bandung, Akhmad Roziqin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan mendukung kegiatan dari awal hingga akhir pelaksanaan.

“Kegiatan ini rutin dilaksanakan dan Kami berkomitmen untuk senantiasa memegang amanah ini sesuai dengan proporsinya masing-masing,” kata Akhmad.




Ramadhan 2024, Pewarta Balai Kota Bandung Ajak Anak Yatim Nobar

Pewarta Balai Kota Bandung - nobar2

Ramadhan 2024, Pewarta Balai Kota Bandung Ajak Anak Yatim Nobar

BANDUNG, Prolite – Tahun ketiga Pewarta Balai Kota Bandung (PBB) kembai mengelar acara buka puasa di bulan Ramadan 1445 bersama 50 anak panti asuhan. Selain buka puasa, anak yatim Panti Asuhan Nurur Rizqi diajak nonton bareng di bioskop yang berada di Summarecon Mall, Rabu (27/3/2024) sore. Mereka diajak menonton film Godzilla.

Selain nobar, anak anak tersebut pun mendapatkan bingkisan serta sejumlah uang dan makanan untuk berbuka puasa. Mereka tampak senang dan bahagia menonton di bioskop.

“Senang banget nonton, tadi kaget pas pertama nonton,” ujar Asmah salah satu anak yatim di panti asuhan tersebut.
Asmah mengaku jarang sekali mendapat kesempatan menonton film di bioskop.

Pewarta Balai Kota Bandung - nobar2

“Ini yang kedua kali nonton, dulu pernah dua tahun lalu, senang pokoknya,” ucap dia sumringah.

Ketua Panitia Acara Kemilau Senyum Anak Yatim Yogo Triastopo mengatakan kegiatan mengajak anak yatim menonton film di bioskop merupakan kegiatan berbagi kebaikan di Bulan Ramadan.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim di bulan puasa Ramadhan ini,” kata dia.

Dengan kegiatan nonton bareng, ia berharap anak-anak ceria dan semakin bahagia. Yogo menyebut kegiatan tersebut dapat terselenggara berkat dukungan dari berbagai pihak.

Hal sama disampaikan Ketua Pewarta Balai Kota Bandung Prima Putra, ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut tiap tahun ke depan. Serta memberikan manfaat lebih banyak untuk anak-anak panti asuhan dan masyarakat Kota Bandung khususnya yang membutuhkan.

Pewarta Balai Kota Bandung - nobar2

“Terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu, semoga makin banyak lagi pihak yang tergerak untuk membantu,” kata dia.

Ia mengatakan kegiatan berbagi kebaikan dengan anak yatim di bulan puasa Ramadhan 1445 Hijriah bagian dari program yang dibuat Pewarta Balai Kota Bandung. Ia mengungkapkan kegiatan tersebut juga bagian dari kepedulian pewarta terhadap sesama.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dan kepedulian dengan anak-anak. Mereka memiliki masa dengan yang baik,” ungkap dia.

Sejumlah pihak yang mendukung acara kemilau senyum anak yatim yaitu Summarecon Bandung, Summarecon Mall Bandung, Diskominfo Kota Bandung, Pemkot Bandung. Bogasari, Alfamart, Bulog, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Eiger dan perusahaan umum daerah Tirtawening Kota Bandung.




Penting ! Ini Beda Gejala DBD Dulu dan Sekarang

Gejala DBD

Ini Perbedaan Gejala DBD Dulu dan Sekarang

BANDUNG, Prolite – Mayoritas kasus DBD yang belakangan terjadi di Kota Bandung muncul dengan gejala DBD yang berbeda dengan DBD pada umumnya. Ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Anhar Hadian.

Penyakit demam berdarah (DBD) bukan sesuatu yang baru. Meski begitu, dalam beberapa waktu belakangan, ada beberapa catatan dalam kasus DBD yang ditemui di Kota Bandung.

Seperti diketahui, gejala-gejala demam berdarah yang umum dan harus diwaspadai yaitu demam mendadak, sakit kepala, nyeri belakang bola mata, mual dan muntah, manifestasi perdarahan seperti mimisan atau gusi berdarah, kulit ruam kemerahan, dan nyeri otot, tulang, dan sendi. Selain itu, munculnya bintik kemerahan di kulit penderitanya.

Namun Anhar menyebut, mayoritas kasus DBD di Kota Bandung belakangan ini tidak menunjukkan tanda-tanda yang biasa kita kenali.

“Gejalanya itu demam tidak kunjung sembuh. Dan tidak ada gejala bintik merah. Ini yang perlu diwaspadai,” kata Anhar di Balai Kota, Selasa 26 Maret 2024.

Ia khawatir, gejala DBD ‘baru’ ini menyerupai gejala flu biasa. Sehingga masyarakat akan menganggap gejala yang dialami tersebut merupakan penyakit flu biasa.

Meski begitu, Anhar menjelaskan ada perbedaan mendasar antara gejala flu biasa dan gejala DBD yang belakangan muncul.

“Jadi gejalanya demam. Dua-tiga hari naik, turun sedikit, naik lagi. Perbedaannya dengan flu, jika flu, itu saat diberi paracetamol, istirahat yang cukup dan makan yang banyak, itu akan kembali pulih. Nah, kalau DBD ini setelah dua-tiga hari, dia tidak membaik,” bebernya.

Oleh karena itu, Anhar mengingatkan kepada masyarakat yang mengalami gejala demam tak kunjung sembuh selama lebih dari dua hari untuk segera mengakses layanan kesehatan.

“Kalau sudah 2 hari seperti itu (menunjukkan gejala demam dengan suhu naik-turun-naik) waspada. Langsung dibawa ke Puskesmas saja. Jangan menunggu semakin parah,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Anhar juga menyampaikan, hingga Jumat 22 Maret 2024, jumlah kasus DBD di Kota Bandung menyentuh angka . Oleh karenanya, ia meminta semua pihak meningkatkan kewaspadaan.

” kasus kumulatif sepanjang 2024. Ini data hingga Jumat,” katanya.




Mau Pijam di Pinjol? Ini 3 Tips Dari OJK

ilustrasi - pinjol

3 Tips dari OJK untuk Manfaatkan Pinjol, Bisa Cek ke 081157157157

Prolite – Pinjaman Online alias Pinjol sudah tak asing lagi dalam kebutuhan finansial. Adanya teknologi digital ini menjadi sangat mudah diakses untuk dimanfaatkan bagi masyarakat.

Sebelum meminjam, pastikan terlebih dahulu pinjol yang akan digunakan legal atau resmi.

Untuk mengetahuinya, masyarakat bisa mengakses legalitas pinjol melalui layanan whatsapp dengan nomor 081157157157.

“Bisa diakses melalui WhatsApp. Cara paling mudah, kalau wargi Bandung klik link di bio instagram OJK, nanti akan diarahkan ke website,” ungkap Analis Junior Kantor OJK Provinsi Jawa Barat, Badar pada kegiatan Podcast bersama Humas Bandung.

pinjol - OJK

Mengecek legalitas merupakan salah satu tips agar masyarakat aman berutang sesuai kebutuhan yang akan digunakan.

“Ada tiga tips yaitu 3K (Kebutuhan, Kemampuan dan Keamanan). Mulai dari kebutuhan dulu, benar – benar butuh tidak? Apakah primer atau sekunder? Bahkan kondisi seperti ini, menjelang lebaran segala butuh, tiba – tiba banyak (kemauan) muncul, itu namanya keinginan. Maka prioritaskan kebutuhan,” katanya.

Menurut Badar, pinjaman yang bisa disebut kebutuhan itu seperti pendidikan, kesehatan dan biaya usaha seperti UMKM.

“Kebutuhan itu untuk pendidikan, kesehatan, produksi UMKM, itu sisi kebutuhan, harus diutamakan dan masuk dalam kategori,” tuturnya.

Tips 3M yang kedua yaitu Kemampuan. Peminjam harus mampu membayar angsuran sesuai dengan aturan.

“Apakah mampu bayar angsurannya? harian atau bulanan. Jadi pastikan dulu kemampuan finansial,” ungkapnya.

Terakhir, yaitu keamanan. Masyarakat bisa mengakses pinjaman online tinggal cek melalui layanan whatsapp dengan nomor 081 157 157 157.

Selain 3M, Badar pun menegaskan untuk memahami pinjaman online dengan 2L yaitu Legal dan Logis.

“Keamanan itu legal atau tidak berizin? Perhatikan bunganya 0,3 persen per hari. Jadi harus dilihat dari kemampuannya.

Sementara itu, Analis Junior Kantor OJK Provinsi Jawa Barat, Andriyani mengungkapkan, untuk bunga pinjaman online paling tinggi yaitu 0,3 persen per hari.

“Karena pinjol itu tidak ada agunan dan jaminan, sehingga bunganya tinggi. Sebetulnya pinjol itu manfaat dan kemudahan akses. Bunganya lebih besar dari lembaga jasa keuangan konvensional lainnya, yaitu 0,3 persen perhari,” ujarnya.

Atas hal itu, bukan ditentukan oleh OJK, melainkan hasil persetujuan bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

“Ini ditentukan oleh OJK? Tidak. Ini disetujui bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indoensia. Ini 0,3 persen sudah turun, tahun sebelumnya 0,4 persen,” ungkapnya.

Ia mewanti – wanti agar masyarakat untuk waspada agar tidak terjerat pinjol yang ilgal. Pasalnya akan mampu mengakes selain dari aturan yang ada.

“Resmi (aturan) itu, Camilan, terdiri dari Camera, Microphone dan Locations. Itu saja yang bisa diakses. Jika download pinjol resmi itu hanya perolehan akses tersebut,” tuturnya.

“Kalau yang Ilegal itu sangat tinggi bunganya, mereka diluar akal. Karena bisa jadi kalau yang ilegal itu telat 1 hari bisa dimainkan hingga 1 angsuran pokok. Itu bikin korban kena mental dan panik. Bahkan bisa mengakses kontak hingga galeri, itu akan disebarkan privasi kita,” bebernya.

Sementara itu, untuk jumlah pinjol yang terdata resmi oleh OJK tercatat 101 perusahaan.

“Terdata tahun 2023 itu ada 101 pinjol berizin dan terdaftar di OJK. Diceknya bisa melalui layanan whatsapp konsumen OJK itu 081 157 157 157. Tinggal ketika semua lembaga jasa keuangan, namanya itu ketik aja, lalu kirim. Nanti dalam hitungan detik atau menit keluar, apakah pinjol ini terdaftar atau tidak. Ini sebagai mitigasi untuk melindungi masyarakat,” ujarnya.




BISKITA Resmi Beroperasi, DPRD Kota Bekasi Harap Bisa Bermanfaat

Sekretaris Komisi 2 DPRD Kota Bekasi Alimudin berharap BISKITA Trans Bekasi dapat bermanfaat buat masyarakat (net).

BISKITA Resmi Beroperasi, DPRD Kota Bekasi Harap Bisa Bermanfaat

BEKASI, Prolite – Alat transportasi BISKITA Trans Bekasi Patriot resmi beroperasi sejak beberapa waktu yang lalu. Seiring dengan peresmian ini, Komisi 2 DPRD Kota Bekasi berharap  Biskita bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Kabar gembira untuk warga Kota Bekasi, Kota Bekasi meresmikan operasional layanan Biskita Trans Bekasi Patriot yang merupakan program kerja sama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi,” tutur Sekretaris Komisi 2 DPRD Kota Bekasi Alimudin.

Hadirnya transportasi ini berfungsi sebagai feeder guna mengakselerasi dan mendorong masyarakat yang semula menggunakan angkutan pribadi beralih ke angkutan umum.

Rencananya BISKITA Trans Bekasi Patriot akan beroperasi sebanyak 15 unit bus yang melayani penumpang mulai pukul WIB sampai pukul WIB dengan waktu tunggu (headway) sekitar 10 menit dan selama masa uji coba layanan ini masyarakat dapay mengaksesnya secara gratis.

“Terdapat 15 unit armada yang akan melayani trayek Summarecon-Vida Bantargebang, diresmikan langsung oleh Menteri perhubungan Budi Karya Sumadi, ini merupakan satu hal yang baik untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat,” ungkap anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS tersebut.

Menurut Alimudin, kedepan Kota Bekasi merencanakan Biskita Trans Bekasi Patriot Koridor 2, yang menghubungkan Wisma Asri-Sumber Arta juga integrasi dengan Transjakarta dan LRT. “Selain itu, Koridor 1 Terminal Bekasi-Harapan Indah. PP (Integrasi dengan TransJakarta dan LRT),” ujarnya.

Alimudin berharap pelayanan Trans Bekasi Patriot dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai penggunan layanan transportasi yang aman, nyaman dan murah, dibandingkan memakai kendaraan pribadi.

“Semoga mengurangi kemacetan dengan beralihnya masyarakat ke moda Trans Bekasi Patriot. Akan kami evaluasi efektivitas layanan tersebut kedepan,” pungkas Alimudin.




Reses, Anggota DPRD Kota Bekasi Heri Purnomo : Kecamatan Pondok Melati Kekurangan SMP dan SMA Negeri

Anggota DPRD Kota Bekasi Heri Purnomo berfoto bersama warga usai jalani reses di Pondokmelati, (pojokbekasi)

Reses, Anggota DPRD Kota Bekasi Heri Purnomo : Kecamatan Pondok Melati Kekurangan SMP dan SMA Negeri

Prolite – Aspirasi warga atau reses pertama yang dilakukan pada tahun 2024 ini mengungkapkan keluhan terkait pendidikan dan kesehatan masih mendominasi.

Reses yang dilakukan oleh anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PDIP, Heri Purnomo mengatakan untuk kebutuhan sekolah negeri di tingkat SMP dan SMA masih menjadi pertanyaan.

Pasalnya jumlah yang ada tidak memadai untuk wilayah Pondok Melati, dari 12 Kecamatan di Kota Bekasi, kata Heri Purnomo, Pondok Melati hanya punya 1 SMP Negeri dan 1 SMA Negeri.

“Saya berharap pemerintah kota Bekasi dalam hal ini Dinas Pendidikan bisa bersikap adil terkait sarana Pendidikan di wilayah Kecamatan Pondok Melati, karena jumlah anak didik yang lulus SD tidak berbanding lurus dengan jumlah SMP atau SMA yang ada,” kata Heri Purnomo, belum lama ini.

Meskipun ada pula sekolah swasta yang siap menampung, dan kewenangan pengelolaan SMA saat ini berada di Pemerintah Provinsi, tetapi kata dia, sekolah swasta tidak bisa menampung jumlah lulusan yang ada hampir tiap tahun ajaran baru.

“Memang isu tentang Pendidikan dan Kesehatan masih dominan, banyak warga yang mengeluhkan kurangnya sekolah negeri,” ungkap Herpur, sapaan karibnya.

Pria yang juga Wakil Ketua Bidang Politik DPC PDIP Kota Bekasi ini mengaku akan memperjuangkan aspirasi warga. Apalagi, kata dia, keluhan warga terkait kebutuhan sekolah negeri memang sudah sejak lama ia perjuangkan.

Herpur menjelaskan bahwa memperjuangkan reses di kursi DPRD memang tidak semudah membalik telapak tangan.

Hal ini karena berkaitan dengan kebijakan, dan anggaran prioritas yang bakal digelontorkan untuk kebutuhan yang paling mendesak.

Kendati demikian, Herpur ini tidak mau menyerah. Selain memperjuangkan aspirasi warga di Gedung DPRD, ia juga tidak sungkan untuk terjun langsung membantu warganya secara langsung.

“Misalnya ada orang yang sakit kami siap melakukan pendampingan/advokasi karena saya punya Rumah Aspirasi yang di biayai secara mandiri dan gotong royong, ya saya dan tim akan terjun langsung,” kata Heri Purnomo.

“Untuk bidang Pendidikan Ketika ada anak kurang mampu terganjal tidak bisa sekolah, masa saya diam saja, ya saya turun untuk menyelesaikan masalah tersebut,” pungkas dia.




Hadiri Musrenbang Kecamatan Pondokgede, DPRD Kota Bekasi Kawal Usulan Prioritas Warga

DPRD Kota Bekasi hadiri Musrenbang tingkat Kecamatan Pondokgede

Hadiri Musrenbang Kecamatan Pondokgede, DPRD Kota Bekasi Kawal Usulan Prioritas Warga

BEKASI, Prolite – DPRD Kota Bekasi menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Pondokgede tahun 2024 di Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi.

Musrenbang tingkat Kecamatan Pondokgede untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bekasi tahun 2025 itu digelar dengan tema” Penguatan Kualitas Manusia Melalui Pembangunan Pendidikan, Kesehatan, dan Ketahanan Keluarga Yang Inklusif dan Merata”.

Dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Pondokgede itu, Ketua DPRD Kota Bekasi Saifuddaulah hadir bersama anggota DPRD Kota Bekasi Janet Aprilia Stanzah.

Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PDIP Janet Aprilia Stanzah memberikan pandangan terkait Musyawarah Rencana Pembangunan Pondokgede.

Ia menilai Musrenbang tingkat kecamatan Pondokgede ini sudah sangat baik. Janet berharap apa yang diinginkan warga Pondokgede bisa cepat diprioritaskan dan masuk dalam rencana kegiatan pada Musyawarah Rencana Pembangunan.

“Kesadaran masyarakat nya terkait wajib pajaknya juga bagus sekali, sehingga nantinya apa yang diinginkan warga Pondokgede bisa cepat diprioritaskan, sehingga apa yang diinginkan oleh para Ketua RW pun bisa cepat terlaksana,” kata Janet.

Sementara itu, Camat Pondokgede  Zainal Abidin Syah menjelaskan, Musyawarah Rencana Pembangunan sebelumnya telah dilaksanakan ditingkat Kelurahan, untuk menginput setiap usulan yang masuk, baik itu dari warga maupun pada OPD di Kecamatan Pondokgede.

Selanjutnya, kata Zainal Abidin Syah, hasil musrenbang yang hari ini kami sampaikan kemudian akan diusulkan kembali pada Musyawarah Rencana Pembangunan tingkat Kota Bekasi.

“Yang paling banyak masuk dalam usulan itu perbaikan sarana, prasarana dan utilitas (Infrastruktur), tentunya tetap hasik Musyawarah Rencana Pembangunan akan dilihat lagi mana yang menjadi prioritas, nanti kita usulkan lagi di tingkat kota, semoga bermanfaat untuk kemajuan dan pembangunan Khususnya Wilayah Kecamatan Pondokgede,” tutur Camat.

Dalam hal Pembangunan wilayah Pondokgede sendiri sudah berhasil terkait PBB (Pajak Bumi Bangunan) yang memang masyarakatnya sudah peduli dalam pembangunan,untuk pelaksanaan pembayaran rutin PBB yang haarus dibayarkan setiap tahunnya.

“Kesadaran masyarakat  sudah baik, terbukti dengan penerimaan pajak yang lancar, oleh karena itu, terkait pembangunan untuk wilayah Pondokgede Alhamdulillah sudah semakin baik,” papar Zainal.

Selain Ketua DPRD Kota Bekasi Saifudaullah dan Anggota DPRD kota Bekasi Janet Aprilia Stanzah, hadir dalam Musyawarah Rencana Pembangunan tersebut yakni Camat Pondokgede Zainal Abidin Syah dan pemangku jabatan, Lurah se-Kecamatan Pondokgede dan jajaran, UPTD Dishub, Kepala sekolah se-Kecamatan Pondokgede, Bappelitbangda, LKM, BKM, PSM, Kader PKK, Kapus, Ketua FKRW Kecamatan Pondokgede, ketua FKRW Kelurahan, Mitra Polri, elemen ormas, Ketua RW, RT dan para tokoh masyarakat maupun agama.




Atasi Masalah Pangan Saat Ramadan 2024, DPRD Kota Bekasi Beri Lampu Hijau Gunakan BTT

Ketua DPRD Kota Bekasi H. M. Saifuddaulah atasi msalah pangan saat Ramadhan (istimewa).

Atasi Masalah Pangan Saat Ramadan, DPRD Kota Bekasi Beri Lampu Hijau Gunakan BTT

BEKASI, Prolite – Dalam mengatasi persoalan pangan di masyarakat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi mempersilahkan Pemerintah Kota Bekasi menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

DPRD Kota Bekasi menilai BTT tersebut bisa diberikan untuk bantuan pangan kepada warga, terutama selama Ramadhan tahun ini.

Ketua DPRD Kota Bekasi, Saifuddaulah mengatakan, pihaknya mengaku sudah membuka diri.

Usulan penggunaan BTT untuk masalah pangan saat Ramadan ini pun sudah disampaikan.

“Pada saat rapat koordinasi penanggulangan inflasi saya sudah sampaikan. Silahkan karena kepentingan kita agar jangan sampai ada warga Kota Bekasi gak makan,” kata Saifuddaulah, belum lama ini.

Ia menegaskan bahwa DPRD Kota Bekasi punya tanggung jawab terhadap masyarakat.

Sehingga DPRD Kota Bekasi membuka ruang kepada Pemerintah Kota Bekasi.

Namun demikian, kata dia, penggunaan BTT harus mengacu regulasi dan ketentuan yang ada. Paling penting, sambung dia, dikoordinasikan terlebih dahulu kepada DPRD Kota Bekasi.

“Yang penting dikoordinasikan, dikomunikasikan dengan kami di DPRD Kota Bekasi. Pada intinya kita sudah menyampaikan itu,” jelas dia.

Selain itu, penggunaan pos anggaran BTT mesti transparan. Mulai dari teknis penggunaan hingga siapa saja penerima manfaat bantuan tersebut.

“Harus secara transparan penggunaanya seperti apa. Dan juga pihak-pihak yang menerimanya siapa saja,” tuntas Ketua DPRD Kota Bekasi Saifuddaulah.