Asda I Serahkan Beberapa Penghargaan Saat Apel Hari Ini

Asda I Serahkan Beberapa Penghargaan Saat Apel Hari Ini (dok).

Asda I Serahkan Beberapa Penghargaan Saat Apel Hari Ini.

Prolite – Penyelenggaraan Apel pagi pada hari ini dirangkaikan dengan beberapa penghargaan purnabakti dan penghargaan putra putri batik Jawa Barat di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Lintong Dianto Putro menjadi pembina apel pada hari ini mewakili Pejabat (Pj.) Wali Kota Bekasi yang berhalangan hadir.

dok
dok

Penyerahan pertama yakni untuk para purnabhakti pegawai yang diantaranya :
1. Meri Soniati (Dinas PPPA Kota Bekasi)
2. Nurlaeli (Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi)
3. Aam Amsiyah (Kecamatan Mustika Jaya)
4. Weli Suhernas (DBMSDA Kota Bekasi)

dok
dok

Lintong Dianto Putro katakan terima kasih atas dedikasi selama menjadi pegawai Pemerintah Kota Bekasi ucapan mewakili Pj. Wali Kota Bekasi agar terus berkarya dalam segi bidang apapun meski sudah tidak lagi menjadi bagian Pemerintah Kota Bekasi tetapi terus mengajari para pegawai yang aktif dalam segi ilmu.

Penyerahan kedua, Penghargaan Putra dan Putri Batik Jawa Barat 2025 serta Putri Kopi 2025 diantaranya :
1. Yolanda Friscillia
Putri Bhagasasi 2024 terpilih menjadi putri batik Jawa Barat 2025 dan akan mewakili kompetisi nasional pada Oktober 2025 mendatang.

2. Muhammad Zaidan Rafilarista
Putra bhagasasi 2024 terpilih sebagai runner up (Juara 3) putra batik Jawa Barat 2025 dan duta batik favorit serta ajan mewakili Jawa Barat pada kompetisi nasional pada Oktober 2025.

3. Dian Musyorfah
Wakil 2 putri bhagasasi berhasil terpilih menjadi runner up (Juara 2) putri Kopi Jawa Barat 2025.

Dalam sambutannya, Asda I mengapresiasi atas kinerja luar biasa untuk para pemuda yang mewakili Kota Bekasi dan Provinsi Jawa Barat, ia menegaskan bahwa keikutsertaan menjadi perwakilan pada kompetisi nasional sangat membanggakan nama Kota Bekasi apalagi sampai menjuarai di tingkat nasional.

Selanjutnya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat mengungkapkan selamat atas proses demokrasi kontestasi pemilihan kepala daerah khususnya Pemerintah Kota Bekasi yang telah ditetapkan, ia ucap rasa syukur atas usainya dan akan ditetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi periode 2025-2030 yakni pasangan Tri Adhianto dan Abdul Haris Bobihoe menegaskan bersinergitas terus dalam mencapai visi misi mendatang.

Selain itu, Asda I memberikan arahan pesan dari Pj. Wali Kota Bekasi mengenai perangkat daerah yang concern terhadap pelakasaan Intruksi Presiden No 1 terkait pelaksanaan efisiensi anggaran, Kepada Lurah dan Camat yang bergerak di masing masing wilayah untuk pencapaian SPPT PBB kepada masyarakat sekaligus mensosialisasikan secara masif terkait relaksasi PBB kepada masyarakat.




Buruan SAE Taruna 08 Panen Selada Hijau 92,07 Kg, Segar, Sehat, dan Bikin Bangga!

Buruan SAE Taruna 08 Panen Selada Hijau 92 (dok Pemkot Bandung).

Buruan SAE Taruna 08 Panen Selada Hijau 92,07 Kg, Segar, Sehat, dan Bikin Bangga!

Prolite – Suasana penuh semangat dan keceriaan menyelimuti Kelompok Buruan SAE Taruna 08 di Jalan Sapta Taruna Raya, Kujangsari, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, Kamis 6 Februari 2025 lalu.

Pagi yang cerah menjadi saksi panen sayuran selada hijau dan salada bokor yang telah tumbuh subur di media tanam Organic Tower Garden (OTG). Hasilnya pun luar biasa—total 92,07 kg sayuran segar berhasil dipanen melalui Kelompok Buruan Sae Taruna 08.

Teriakan antusias dan senyum sumringah menghiasi wajah para anggota kelompok. Setiap helai daun selada yang dipetik terasa begitu istimewa, hasil dari perawatan penuh cinta dan ketelatenan selama beberapa minggu terakhir.

Tidak hanya sekadar memanen, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata, bercocok tanam itu mudah dan menguntungkan. Dengan menanam sayuran sendiri, kita bisa menikmati makanan sehat, bebas pestisida, sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.

Salah satu anggota kelompok, Siti mengungkapkan rasa bangganya.  “Awalnya saya ragu, bisa nggak ya nanam sayur sendiri? Ternyata bukan cuma bisa, hasilnya malah melimpah! Rasanya puas banget bisa panen dari hasil kerja keras sendiri,” ujarnya dengan senyum lebar.

Selain itu, metode OTG yang digunakan juga terbukti efisien. Dengan sistem bertingkat, lahan yang terbatas bisa dimanfaatkan secara maksimal. Hasilnya? Sayuran hijau yang subur dan berkualitas.

Dengan adanya panen seperti ini, diharapkan semakin banyak warga yang terinspirasi untuk mulai menanam sendiri di rumah. Tidak hanya untuk konsumsi pribadi, tetapi juga untuk membangun kesadaran akan pentingnya pertanian perkotaan yang berkelanjutan.

Panen kali ini mungkin sudah selesai, tetapi semangat untuk menanam dan menjaga lingkungan tetap akan tumbuh. Karena menanam bukan hanya tentang hasil, tapi juga tentang kepedulian terhadap kesehatan dan masa depan bumi kita.

Yuk, mulai menanam. Sehatnya dapat, lingkungannya pun selamat!




DPRD Kota Bekasi Telah Mengumumkan Penetapan Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

DPRD Kota Bekasi Telah Mengumumkan Penetapan Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih (dokumentasi).

DPRD Kota Bekasi Telah Mengumumkan Penetapan Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

BEKASI, Prolite – DPRD Kota Bekasi telah menggelar Rapat Paripurna untuk mengumumkan pengesahan penetapan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi terpilih periode 2025-2030. Rapat ini dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor tentang Penegasan dan Penjelasan Terkait Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Nasional Tahun 2024.

dok
dok

Dalam rapat tersebut, Sekretaris DPRD Kota Bekasi telah membacakan Berita Acara dari Komisi Pemilihan Umum Kota Bekasi dan Keputusan KPU Kota Bekasi Nomor 2 Tahun 2025 tertanggal 6 Februari 2025 yang menetapkan Dr. H. Tri Adhianto Tjahyono, S.E., M.M. dan Dr. H. Abdul Harris Bobihoe, . sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi terpilih.

dok
dok

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara DPRD Kota Bekasi tentang Pengumuman Hasil Penetapan Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih Kota Bekasi Masa Jabatan Tahun 2025-2030.

Dalam sambutannya, Pimpinan DPRD menyampaikan harapan agar pasangan terpilih dapat membangun kemitraan yang baik dalam mengemban tugas, terutama dalam meningkatkan pelayanan serta pengabdian kepada masyarakat Kota Bekasi. DPRD juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bekasi untuk menyikapi hasil Pilkada dengan bijak dan tidak membiarkan perbedaan pilihan politik memecah persatuan.




Bandung Menuju Kota Wakaf, Sejumlah Pihak Bersinergi Hadirkan Manfaat

Bandung Menuju Kota Wakaf (dok Pemkot Bandung).

Bandung Menuju Kota Wakaf, Sejumlah Pihak Bersinergi Hadirkan Manfaat

Prolite – Kota Bandung terus melangkah menuju visi sebagai Kota Wakaf dengan meluncurkan program Wakaf Hijau.

Sejumlah pihak, antata lain Pemerintah Kota Bandung, Kementerian ATR BPN Kota Bandung, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandung, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung beserta instansi terkait, bersinergi untuk memastikan optimalisasi pemanfaatan tanah wakaf agar memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Dalam acara peluncuran Wakaf Hijau, Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara, memastikan, Pemerintah Kota Bandung mendukung penuh program ini. Ia optimis, dengan berbagai program yang dijalankan, Bandung dapat menjadi Kota Wakaf yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Kota Bandung memiliki banyak potensi, terutama dalam pemanfaatan sarana ibadah yang tersebar di berbagai lokasi. Namun, diperlukan penataan agar optimal dalam pemanfaatannya,” ujarnya di Kantor PC Nahdlatul Ulama Kota Bandung, Sabtu 8 Februari 2025.

Sementara itu Kepala ATR/BPN Kota Bandung, Yuliana menilai pentingnya pengelolaan wakaf yang berkelanjutan. Ia menyebutkan, beberapa daerah di Indonesia, seperti Kota Padang, Kabupaten Gunung Kidul, Wajo, Siak, Tasikmalaya, dan Aceh Tengah, telah lebih dulu mengembangkan konsep Kota Wakaf.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Semoga Kota Bandung bisa menjadi yang berikutnya dengan semangat kolaborasi dalam mewujudkan Kota Wakaf Hijau,” tuturnya.

Yuliana juga menyoroti pentingnya pemberdayaan tanah wakaf sebagai bagian dari reforma agraria. Dalam sambutannya, ia menyebut ada sekitar bidang tanah wakaf yang telah bersertifikat di Kota Bandung, dengan tambahan 300 bidang yang sedang dalam proses sertifikasi.

“Jadi tidak hanya sertipikasi tanahnya, tetapi juga pemberdayaan masyarakatnya. Jika kita bisa mengoptimalkan 100 tanah wakaf saja, bisa dibayangkan seberapa besar dampak ekonominya,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Kemenag Kota Bandung, Abdul Rahim mengatakan, semua tanah wakaf di Kota Bandung terdata dengan baik.

Dari total lokasi tanah wakaf, sebanyak lokasi telah memiliki sertipikat, sementara ada beberapa tanah lainnya masih dalam proses sertipikasi.

“Kami siap mendukung program ini. Semua tanah wakaf di Kota Bandung tidak bermasalah secara legal, meskipun sebagian besar masih bersifat pasif, seperti digunakan untuk makam atau madrasah,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris PCNU Kota Bandung, KH Iik Abdul Kholik, mengungkapkan apresiasinya terhadap inisiatif Wakaf Hijau. Menurutnya, beberapa lokasi di Kota Bandung telah dijadikan lahan wakaf hijau, dan banyak pesantren yang juga dapat menjadi bagian dari program ini.

“Kami berharap tanah wakaf di Kota Bandung terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.

Ada pun Wali Kota Bandung terpilih 2025-2030, Muhammad Farhan yang hadir pada kesempatan ini menegaskan, wakaf harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat, baik secara sosial maupun ekonomi.

Ia mendorong pemanfaatan tanah wakaf agar lebih produktif dan memiliki dampak nyata bagi umat.

“Wakaf tidak hanya tentang status tanah, tetapi juga bagaimana tanah tersebut dimanfaatkan secara optimal. Penataan tata ruang yang lebih bertanggung jawab sangatlah penting,” ujarnya.

Farhan juga menyoroti pemanfaatan tanah wakaf di pesantren sebagai pusat edukasi, termasuk untuk program pengelolaan dan pemilahan sampah.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat, Bandung memiliki potensi besar untuk menjadi Kota Wakaf. Optimalisasi tanah wakaf diharapkan tidak hanya membawa manfaat spiritual, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan bagi warga Bandung.




Pemerintah Kota Bandung Dapat Tambahan 5 Ritasi ke TPA Sarimukti, Target Kembali ke 140 Rit dalam Sebulan

Pemerintah Kota Bandung Dapat Tambahan 5 Ritasi ke TPA Sarimukti (dok Pemkot Bandung).

Pemerintah Kota Bandung Dapat Tambahan 5 Ritasi ke TPA Sarimukti, Target Kembali ke 140 Rit dalam Sebulan

Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendapatkan tambahan kuota pembuangan sampah sebanyak 5 ritasi ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dengan tambahan ini, ritasi harian Kota Bandung naik dari 140 menjadi 145 rit per hari selama satu bulan. Keputusan ini diambil setelah adanya Rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Pendopo Kota Bandung, Sabtu 8 Februari 2025.

Hal tersebut juga dituangkan dalam berita acara Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Kota Bandung dan Cimahi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman menjelaskan, sejak September 2024, Kota Bandung bersama Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat telah menyepakati pengurangan ritasi ke TPA Sarimukti untuk menjaga kapasitasnya.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Saat itu, Kota Bandung dikurangi dari 170 rit menjadi 140 rit per hari, sementara daerah lain juga mengalami pengurangan serupa.

Namun, menjelang akhir Januari 2025, muncul kebutuhan tambahan ritasi karena masih ada sampah yang belum terangkut. Oleh karena itu, setelah koordinasi dengan Pj Gubernur Jawa Barat, disepakati adanya tambahan 5 rit untuk Kota Bandung.

“Kami memberikan tambahan 5 rit selama satu bulan, tetapi ini harus dimanfaatkan dengan baik. Pemerintah Kota Bandung harus memastikan pengelolaan sampah di rumah tangga dan TPS berjalan optimal, sehingga pada 9 Maret 2025 bisa kembali ke 140 rit per hari,” ujar Herman.

Atas hal itu, Pj Wali Kota Bandung, A. Koswara menuturkan, tambahan ini harus dimanfaatkan dengan optimal oleh semua pihak.

“Sisanya harus dan wajib dikelola sendiri di sumber. Kami akan memperkuat pengolahan mandiri di 10 klaster, mulai dari rumah tangga hingga sektor komersial. Targetnya, sampah yang masuk ke TPA hanya residu yang tidak bisa didaur ulang,” katanya.

Konsep Zero Waste menjadi solusi utama dalam pengurangan sampah ke TPA Sarimukti. Meskipun tidak berarti nol sampah, program ini menargetkan maksimal hanya 20–30% sampah yang berakhir di TPA.

Namun, Koswara menegaskan, penerapan Zero Waste membutuhkan waktu dan perubahan budaya masyarakat.

Selain itu, optimalisasi berbagai sumber pengolahan sampah terus dikebut Pemkot Bandung, seperti optimalisasi TPST, pemanfaatan mesin Motah, bank sampah, rumah maggot dan penambahan RW KBS.

Pemkot Bandung juga bersama seluruh stakeholder, termasuk camat, lurah, dan masyarakat, terus didorong untuk mengoptimalkan pengolahan sampah.

Dengan kerja keras bersama, Koswara berharap jumlah ritasi bisa kembali ke 140 rit per hari sesuai target pada Maret mendatang.

 




Hari Pers Nasional, Pj Wali Kota Bandung: Media Adalah Pelita Bagi Masyarakat Menuju Indonesia Emas

Hari Pers Nasional 2025 (dok Pemkot Bandung).

Hari Pers Nasional, Pj Wali Kota Bandung: Media Adalah Pelita Bagi Masyarakat Menuju Indonesia Emas

Prolite – Memperingati Hari Pers Nasional tahun 2025, Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara menegaskan pentingnya peran pers dalam menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus digitalisasi.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat membawa tantangan besar bagi dunia pers. Disrupsi informasi yang terjadi menyebabkan masyarakat dihujani oleh jutaan informasi setiap detiknya, termasuk berita bohong atau hoaks yang dapat menyesatkan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang tetap berpegang pada prinsip jurnalistik yang akurat, jujur, berimbang, dan bertanggung jawab.

“Pers memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi yang akurat, jujur, berimbang, dan bertanggung jawab,” ujar Koswara dalam pernyataan resmi di Instagram @halobandung.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Ia berharap, pers tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik serta terus berperan aktif dalam mendidik, menghibur, mencerdaskan, mengontrol, mengoreksi, bahkan memberikan kritik yang konstruktif kepada pemerintah dan berbagai pihak.

Dengan demikian, menurutnya, pers dapat menjadi cahaya penerang bagi masyarakat menuju cita-cita Indonesia Emas.

“Dengan demikian, pers dapat menjadi pelita bagi masyarakat menuju Indonesia Emas,” tambahnya.

Koswara juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jurnalis yang selama ini telah berjuang di garis terdepan dalam menjaga kebebasan pers yang berintegritas.

Menurutnya, kebebasan pers yang sehat dan bertanggung jawab adalah pilar utama dalam membangun masyarakat yang cerdas dan demokratis.

“Terima kasih kepada para jurnalis yang telah berjuang di garda terdepan dalam mewujudkan kebebasan pers yang berintegritas,” ujarnya.

Momentum Hari Pers Nasional 2025 ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen media untuk terus berkontribusi dalam memberikan informasi yang berkualitas, membangun optimisme, serta menjaga kepercayaan publik terhadap pers sebagai salah satu pilar demokrasi.

Selamat Hari Pers Nasional 2025!




Kecamatan Bandung Wetan Gelorakan Jumat Bersih, Menuju Lingkungan Bersih dan Asri

Kecamatan Bandung Wetan Gelorakan Jumat Bersih, Menuju Lingkungan Bersih dan Asri (dok Pemkot Bandung).

Kecamatan Bandung Wetan Gelorakan Jumat Bersih, Menuju Lingkungan Bersih dan Asri

Prolite – Kecamatan Bandung Wetan kembali mengadakan kegiatan Jumat Bersih (Jumsih) di daerah Kelurahan Cihapit tepatnya di 3 titik lokasi yaitu di Taman Cilaki, Jalan Cisangkuy, dan daerah di sekitar Taman Cibeunying, Jumat 7 Februari 2025.

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai macam personil yang berada di bawah kecamatan seperti ASN (Aparatur Sipil Negara), non ASN, dan juga Forkopimcan (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan).

Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) yang berada di kecamatan ini seperti Karang Taruna dan Forum RW juga turut berpartisipasi. Mereka ikut membersihkan lingkungan bersama Gober (Gorong-gorong dan kebersihan) serta Linmas (Perlindungan Masyarakat).

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Gerakan Jumsih dimulai pada pukul – WIB. Dimulai dengan apel pagi untuk koordinasi pembagian tempat dan juga sarapan, para petugas yang terlibat pun disebar untuk membersihkan daerah tersebut.

Dengan banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan Jumsih ini masyarakat pun diharapkan dapat mengikuti gerakan ini agar lingkungan sekitar tetap terjaga.

“Harapan untuk ke depannya bisa dilaksanakan di semua RW dan bahkan bisa melibatkan semua elemen masyarakat untuk pelaksanaan Jumat Bersih, karena berkaitan juga dengan penanganan sampah di Kota Bandung,” ujar Camat Bandung Wetan, Rizka Ariyani di Taman Cibeunying, Jumat, 7 Februari 2024.

Rizka juga menambahkan, dengan kegiatan ini, masyarakat dapat teredukasi tentang pengolahan dan pemilahan sampah serta menjadi contoh untuk masyarakat.




Kota Bandung dan Hamamatsu Jajaki Kerja Sama di Bidang SDM dan Kesehatan

Kota Bandung dan Hamamatsu Jajaki Kerja Sama di Bidang SDM dan Kesehatan (dok Pemkot Bandung).

Kota Bandung dan Hamamatsu Jajaki Kerja Sama di Bidang SDM dan Kesehatan

Prolite – Pemerintah Kota Bandung menerima kunjungan delegasi dari Kota Hamamatsu, Jepang, di Ruang Tata Praja Balai Kota Bandung, Kamis 6 Februari 2025.

Kunjungan ini bertujuan untuk membahas kerja sama di bidang pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) serta sektor kesehatan dan medis.

Anggota Dewan Kota Hamamatsu, Suzuki Hiroyuki menegaskan komitmen Kota Hamamatsu dalam meningkatkan hubungan dengan Bandung, khususnya dalam bidang kesehatan dan pengembangan SDM.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Saya juga berfokus pada bidang kesehatan, termasuk membantu talenta muda Indonesia untuk berkarier di Jepang. Selain itu, saya memiliki peran di Kementerian Ekonomi Jepang untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia,” ujar Suzuki.

Menurutnya, banyak industri di Jepang yang membutuhkan tenaga kerja muda dari Indonesia, khususnya di sektor kesehatan.

Oleh karena itu, kerja sama ini tidak hanya membuka peluang karier bagi tenaga muda Indonesia tetapi juga mendorong program pertukaran pelajar dan tenaga profesional antara kedua kota.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Dengan berbagai hal yang bisa kita kerjasamakan ke depan kami punya harapan kerjasama akan semakin meningkat. Harapan kami ini jadi manfaat bagi kedua kota,” katanya.

Atas hal itu, Pj Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain berharap, kerja sama ini dapat meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan serta tata kelola manajemen rumah sakit di Kota Bandung.

“Kami berharap penjajakan kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata, khususnya dalam peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan pengelolaan fasilitas medis di Kota Bandung,” ujar Iskandar.

“Bukan hanya tenaga kesehatan saja, tapi juga sektor industri dan juga kerjasama di bidang pendidikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa berproses kerjasamanya,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Direktur RSUD Bandung Kiwari, Yorisa Sativa mengatakan, Jepang merupakan salah satu negara yang punya pendidikan dan teknologi kesehatan yang baik. Untuk itu, berbagai kerja sama dapat dijalin di antaranya penanganan limbah media B3, biohazard dan penanganan gempa.

“Kami perlu masukan dalam mitigasi gempa di rumah sakit gempa, kami juga ditunjuk Kemenkes sebagai rumah sakit dalam penanganan gempa kaitannya dengan sesar Lembang. Hal ini bisa kita kerjasamakan dalam penanganan gempa tersebut yang diprediksi bisa terjadi kapan saja,” katanya.

Selain itu, ada pula kerja sama pelatihan untuk perawatan lansia, penanganan kekerasan ibu dan anak serta disabilitas.

Sebelummya, Kota Bandung dan Hamamatsu telah menjalin hubungan sister city sejak ditandatanganinya Letter of Intent (LoI) pada 19 Desember 2014, yang kemudian diperkuat dengan Memorandum of Understanding (MoU). Sejak saat itu, berbagai program telah dilaksanakan, termasuk:

  1. Program Hibah Pencegahan Kebocoran Air (2017–2019), kerja sama antara Perumda Tirtawening dan Japan International Cooperation Agency (JICA).
  2. Dukungan Teknis untuk Pemeliharaan dan Manajemen Pipa Air, sebagai bagian dari pelatihan personel dalam sistem penyediaan air.

MoU antara kedua kota berakhir pada 26 Juli 2024, namun Bandung dan Hamamatsu telah sepakat untuk memperpanjang kerja sama dengan cakupan yang lebih luas.

Selain bidang akademik, lingkungan, dan penyediaan air, kerja sama kini mencakup pengembangan SDM, ketenagakerjaan, pendidikan, serta sektor kesehatan dan medis.




Penanganan Banjir Bandung Butuh Kolaborasi Multisektor

Penanganan Banjir Bandung Butuh Kolaborasi Multisektor (dok Pemkot Bandung).

Penanganan Banjir Bandung Butuh Kolaborasi Multisektor

Prolite – Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, A. Koswara menilai, penanganan banjir di Kota Bandung tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dari hulu ke hilir dengan melibatkan berbagai pihak.

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sudah menerapkan konsep tersebut, tetapi tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi dan keberlanjutan program.

“Saya kira apa yang dilakukan oleh Pemkot Bandung sudah mengakomodir konsep itu, tinggal konsistensinya. Apakah keberlanjutan dari program-program ini bisa dilakukan atau tidak?” ujar Koswara, di sela-sela peresmian Kolam Retensi Pasar Gedebage, Rabu 5 Februari 2025.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Berbagai langkah yang telah diambil oleh Pemkot melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) telah menunjukkan hasil positif. Genangan banjir di sejumlah titik yang awalnya berjumlah 68 lokasi kini telah berkurang menjadi 6 lokasi.

Koswara mengatakan, koordinasi dengan daerah sekitar, terutama Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat terkait dengan penanganan di hulu yakni di wilayah Bandung Utara merupakan hal yang penting.

“Kalau di hulu makin kritis, upaya di hilir akan sia-sia. Makanya kita harus menguatkan kolaborasi dengan kabupaten/kota sekitar, serta memperkuat kebijakan perlindungan lingkungan, khususnya di Bandung Utara,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bandung, Andri Rusmawan, mengapresiasi kerja keras Pemkot Bandung dan DSDABM dalam menangani banjir.

“Siang malam mereka terus memikirkan solusi. Saya juga melihat sendiri progresnya selalu ada, meskipun belum sepenuhnya selesai,” ungkap Andri.

Ia menegaskan, penyelesaian banjir di Bandung, khususnya di Gedebage, tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemkot Bandung, tetapi juga membutuhkan kerja sama dengan Kabupaten Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Ketika ada rencana membuat sodetan untuk mengalirkan air ke Gedebage, malah terjadi perdebatan dengan Kabupaten Bandung. Ke depan, ego sektoral ini harus dihilangkan. Permasalahan banjir adalah masalah kita bersama,” tuturnya.

Selain pembangunan kolam retensi dan infrastruktur pengendali banjir, Andri menekankan perlunya kebijakan tata kelola air yang terencana dengan baik.

“Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih nanti harus memiliki ‘blueprint’ kebijakan yang jelas tentang aliran air dari hulu ke hilir,” ujarnya.




Kolam Retensi Pasar Gedebage Diresmikan, Bantu Kurangi Potensi Banjir

Kolam Retensi Pasar Gedebage Diresmikan (dok Pemkot Bandung).

Kolam Retensi Pasar Gedebage Diresmikan, Bantu Kurangi Potensi Banjir

Prolite – Pj Wali Kota Bandung, A. Koswara meresmikan Kolam Retensi Pasar Gedebage sebagai langkah strategis dalam mengurangi potensi banjir di kawasan Gedebage dan sekitarnya, Rabu 5 Februari 2025.

Kolam Retensi Pasar Gedebage menjadi kolam retensi ke-14 yang dibangun Pemkot Bandung. Berada di bawah jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), kolam ini memiliki luas meter persegi dengan volume tampungan mencapai meter kubik.

Dilengkapi dengan dua pompa berkekuatan total 300 liter per detik, kolam ini berfungsi menampung sementara air hujan sebelum dipompa ke sungai.

Pj Wali Kota Bandung, A. Koswara mengatakan, penanganan banjir harus dilakukan secara terpadu, melibatkan berbagai sektor dari hulu ke hilir.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Apa yang dilakukan Pemkot Bandung sudah mengakomodasi konsep ini. Tinggal bagaimana konsistensi dan keberlanjutannya. Masih ada meter kubik air dari Sub DAS Cinambo yang belum terkelola, tetapi kita bisa melihat dampak positifnya, seperti waktu surutnya genangan yang kini lebih cepat,” jelasnya.

Koswara mengatakan, kolaborasi dengan Kabupaten Bandung dan wilayah lain dalam upaya penanganan banjir sangat penting. Menurutnya, penanganan banjir harus dilakukan bersama dan lintas sektor.

“Jika di hulu kondisi kritis, upaya di hilir akan sia-sia. Oleh karena itu, koordinasi antar daerah menjadi kunci utama dalam penyelesaian masalah ini,” tambahnya.

Saat ini, jumlah titik genangan di Kota Bandung yang sebelumnya mencapai 68 kini tinggal 6 titik. Pemkot Bandung juga berencana membangun tiga kolam retensi tambahan dalam waktu dekat untuk semakin mengurangi risiko banjir.

“Kami berharap kolam retensi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Gedebage dan sekitarnya, serta menjadi bagian dari solusi jangka panjang dalam pengendalian banjir di Kota Bandung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Didi Ruswandi mengungkapkan, pembangunan kolam ini merupakan bagian dari strategi besar pengendalian banjir di kawasan Gedebage.

“Gedebage adalah wilayah yang fenomenal dalam urusan banjir. Dengan tambahan kolam retensi ini, genangan air di Sub DAS Cinambo dapat berkurang, meskipun masih ada meter kubik air yang perlu dikelola lebih lanjut,” katanya.

Selain pembangunan kolam retensi di hilir, konservasi di hulu juga penting agar air hujan tidak langsung mengalir ke wilayah hilir.

“Kami sudah memasukkan rencana pembangunan area konservasi untuk menahan air hujan di lembah sebelum turun ke pemukiman. Ini merupakan langkah jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir,” jelasnya.