Buruan SAE, Revolusi Ketahanan Pangan Kota Bandung

Buruan SAE, Revolusi Ketahanan Pangan Kota Bandung

BANDUNG. Prolite – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menginisiasi Buruan SAE sebagai strategi ketahanan pangan berbasis keluarga.

Bahwasanya kota Bandung sebagai kota metropolitan menghadapi fakta bahwa 96,42% kebutuhan pangannya dipasok dari luar daerah. Hal ini membuat kota sangat rentan terhadap inflasi dan gangguan distribusi.

Buruan SAE hadir di tengah padatnya pemukiman dan gedung-gedung tinggi Kota Bandung. Buruan SAE sebuah gerakan hijau tumbuh subur dari balik pekarangan rumah warga. Gerakan ini bukan sekadar hobi berkebun biasa, melainkan sebuah revolusi pangan perkotaan yang kini dikenal luas.

Di balik kesuksesan program yang telah diadopsi oleh ratusan kelompok tani ini, sosok inovator yang visioner Ir. Gin Gin Ginanjar, , menyampaikan bahwa “Buruan SAE” diambil dari bahasa Sunda; Buruan berarti halaman atau pekarangan, sementara SAE adalah singkatan dari Sehat, Alami, dan Ekonomis.

Buruan SAE

Program ini bukan hanya soal menanam sayur, tetapi sebuah siklus pertanian terintegrasi yang melibatkan delapan aktivitas utama, mulai dari budidaya tanaman pangan, peternakan, perikanan, pengolahan sampah organik (kompos), hingga pengolahan hasil panen buruan sae menjadi produk yang lebih bernilai ekonomi.

“Kini, lebih dari 555 kelompok tani telah mengadopsi model ini di berbagai penjuru Bandung. Keberhasilannya tidak lepas dari penerapan nilai-nilai “BerAKHLAK” dalam birokrasi, di mana ASN berperan bukan sekadar sebagai regulator, melainkan aktor kunci dan pendamping yang turun langsung ke lapangan, ” ujar pria kelahiran Bandung pada 9 Desember 1966.

Gin Gin merupakan putra daerah ini memahami betul denyut nadi kotanya, sejak perjalanan akademisnya di Institut Pertanian Bogor (IPB) yang diselesaikan pada tahun 1993, serta gelar Master of Engineering dari UIM IHE-DELFT Belanda tahun 2000, membekalinya dengan keahlian teknis yang mumpuni di bidang pangan dan manajemen perkotaan.

Sebelum memimpin DKPP, Gin Gin telah melanglang buana di berbagai posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, mulai dari BAPPEDA, Setda, Dinas Pertamanan hingga Badan Kepegawaian. Pengalaman lintas sektoral inilah yang membuatnya mampu melihat tantangan ketahanan pangan bukan hanya dari sisi teknis pertanian, tetapi juga dari perspektif kebijakan publik dan pemberdayamasyarakat.

Progam buruan SAE sendiri telah menorehkan prestasi hingga menembus dunia. Dedikasi Gin Gin tidak hanya diakui di tingkat lokal, tetapi juga internasional. Di bawah kepemimpinannya, program Buruan SAE membawa Kota Bandung meraih pengakuan global di ajang Milan Pact Awards.

Tahun 2022, Meraih Special Mention untuk Kategori Produksi Pangan di Rio de Janeiro, Brazil, dan bulan Oktober 2025, Kembali meraih Special Mention untuk Kategori Food Waste. Di tingkat nasional, ia pun dinobatkan sebagai Juara 1 PNS Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat Kategori Inovatif pada tahun 2023 dan terpilih sebagai finalis ASN Berprestasi Nasional pada 2024. Berbagai penghargaan seperti Piala Pinunjul dari Bank Indonesia juga menjadi bukti nyata perannya dalam menekan inflasi melalui kemandirian pangan warga.

“Buruan SAE lebih dari sekadar program pemerintah ini adalah gerakan budaya. Saya bercita-cita menjadikan Bandung sebagai kota yang tidak hanya cantik, tetapi juga tangguh dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, komunitas, pengusaha, hingga media, ia terus mendorong agar setiap jengkal lahan di Bandung bisa memberikan nilai manfaat bagi warganya,” harapnya.

Dengan kerendahan hati dan semangat melayani yang tinggi, Gin Gin Ginanjar telah membuktikan bahwa dengan inovasi yang tepat dan komitmen yang kuat, ketahanan pangan bukan lagi mimpi bagi masyarakat perkotaan. Sosoknya menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa perubahan besar seringkali dimulai dari halaman rumah sendiri.




Jelang Nataru, Dishub Lakukan Ramchek Kendaraan

BANDUNG, Prolitenews – Menghadapi arus libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Terminal Cicaheum Kota Bandung menyiapkan ratusan armada bus guna memastikan kelancaran dan kenyamanan perjalanan masyarakat. Sebanyak 175 armada bus disiapkan dengan total kapasitas kursi penumpang, termasuk armada cadangan dari Perum DAMRI sebagai langkah antisipasi dari sisi keselamatan dan kesiapan kendaraan.

Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, mengatakan bahwa seluruh armada telah melalui tahapan persiapan sejak dini, baik dari aspek teknis kendaraan maupun kesiapan operator.

“Kami di Terminal Cicaheum untuk persiapan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru fokus terlebih dahulu pada kesiapan armada. Total armada yang kami siapkan sebanyak 175 armada dengan kapasitas seat. Selain itu, kami juga menyiapkan armada cadangan dari DAMRI sebagai dukungan, terutama untuk menjamin keselamatan kendaraan,” ujar Asep Supriadi saat diwawancarai di Terminal Cicaheum.

Asep menjelaskan, pihaknya memprediksi adanya peningkatan signifikan jumlah penumpang pada periode tertentu. Untuk arus mudik dan balik, terdapat dua fase puncak pergerakan penumpang.

“Prediksi puncak arus di Terminal Cicaheum terbagi dalam dua kategori. Pertama pada tanggal 23–24 Desember menjelang Natal, dan yang kedua pada tanggal 28–29 Desember menjelang perayaan Tahun Baru,” katanya.

Sebagai bagian dari peningkatan pelayanan, pengelola terminal juga melakukan penataan sarana dan prasarana. Salah satunya dengan menambah ruang tunggu penumpang di area terminal guna mengantisipasi lonjakan jumlah pengguna jasa angkutan umum.




Penemuan Kotak di Ruko Barangsiang Ternyata Kayu

BANDUNG, Prolitenews – Terkait penemuan sebuah bom di sekitar ruko Baranangsiang Kosambi Kota Bandung, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono menyebutkan bahwa penemuan itu bukan bom melainkan kotak berisi kayu.

“Jadi tadi pagi kami mendapat laporan dari Kapolsek, bahwa adanya barang yang mencurigakan di salah satu ruko di ITC Kosambi akhirnya kami menghubungi dari pihak Brimob Gegana Cibubur langsung melaksanakan pengecek,” tegas Budi di lokasi, Jumat (19/12/2025).

“Setelah dilakukan polis line oleh Polrestabes Bandung dan setelah dilakukan kegiatan oleh Brimob ternyata isinya adalah batang kayu jadi bukan barang yang membahayakan,” ucapnya.

Lanjut Budi, pihaknya langsung ambil alih. Dan karena bukan barang yang membahayakan atau diduga bahan peledak sehingga langsung melaksanakan oleh TKP dan akan mencari tahu siapa yang menaruh barang tersebut.

“Kami sekarang akan melaksanakan kegiatan reserse oleh TKP, pemeriksaan saksi-saksi agar kami mengetahui siapa yang menaruh barang tersebut di ruko tersebut,” ujarnya.

Masih kata Budi, adanya tanda-tanda silang. Pihaknya akan mencoba menelusuri apakah ada kaitannya tanda-tanda tersebut dengan benda yang ditaruh di ruko tersebut.

“Kami masih menelusuri, nanti lihat dari hasil pemeriksaan. Ya nanti kita lihat dulu, Yang pasti dari pihak kepolisian dibantu oleh dari krimum Polda dari Brimob akan mencari saksi alat bukti sebesar-besarnya. Kita mengetahui di ruko ini cukup banyak ruko di sini sehingga kami akan mencari saksi-saksi dulu. Semoga nanti bisa ditemukan siapa yang menaruh barang tersebut dan apa motifnya,” tegasnya lagi.

Pengecekan pun dilakukan bukan hanya di gereja namun di tempat-tempat ibadah lain.

Terlebih di dalam operasi Nataru pihaknya sudah menempatkan petugas di pos-pos pengamanan, pos-pos pelayanan dan juga di tempat ruko-ruko.

Budi pun mengakui akan lebih mengetatkan lagi untuk pengamanan bersama-sama dengan instansi TNI, Polri dan tokoh masyarakat di sekitar sini.

“Pasti semua jadi semua tempat apapun semua tempat kegiatan agama apa pun pasti kita langsung pengamanan,” tegasnya.




Temuan Kotak Berkabel, Farhan Himbau Warga Jangan Panik

Farhan

BANDUNG, Prolitenews – Wali Kota Bandung M Farhan menghimbau warga tidak panik dengan adanya dugaan sebuah bom di kawasan ruko Baranangsiang, Kosambi, Kota Bandung, Jumat (19/12/2025) pagi.

Farhan menyampaikan pihaknya berkoordinasi segera dengan Kapolrestabes untuk mengetahui update terakhir seperti apa.

“Karena juga semalam kita sudah melakukan pertemuan-pertemuan yang sangat intensif, intensif ini menyangkut pertemuan kita masalah kesiapan Nataru. Jadi belum tahu kepastiannya saya lagi nunggu yang pasti kita waspada makanya Satpol-PP nempel terus sama saya sepanjang seharian ini,” ujarnya.

Pemkot sendiri kata Farhan terus berupaya melakujn berbagai antisipasi dan berharap ini kejadian terakhir.

“Yang pasti memang gini aparat dan pemerintah sudah hands on permasalahan ini kita akan tangani dengan sebaik-baiknya. Kami sangat memohon agar warga tidak perlu panik, tidak perlu juga terpancing oleh provokasi-provokasi, tentu saja nanti akan banyak spekulasi yang keluar namun kita akan menunggu kepastian dulu tentang fakta yang ada di lapangan, semoga apa yang terjadi sekarang ini menjadi yang terakhir dan kita akan upayakan dan tidak lagi ancaman yang serius,” tegasnya.

Disinggung apakah akan memperketat pengawasan, Farhan belum mengiyakannya hanya saja kata dia selama ini siskamling merupakan salah satu bentuk antisipasi adanyanya kegiatan negatif di masyarakat.

“Gini, saya coba lihat faktanya dulu, karena kebetulan siskamling terus ya, jadi mudah-mudahan bisa menjaga. Terutama kalau kewilayahan kan paling penting deteksi dan pencegahan dini, ini salah satu bentuknya kan! Ketika deteksi ada lapor polisi, langsung ditangani, dan langsung dihadapi bersama oleh kita semua sebelum terjadi apa-apa,” imbuhnya.

Seperti diketahui warga Baranangsiang Kosambi geger setelah ada penemuan benda diduga bom  di depan gereja GKPS di kompleks ruko di Jalan Baranangsiang, Kosambi, Kota Bandung.

Pagi itu, masyarakat disekitar dilarang memasuki ke area dalam dari garis polisi yang terpasang. Tim penjinak bom Gegana Brimob Polda Jawa Barat tiba di lokasi dengan membawa peralatan penjinak bom.

“Bapak ibu keluar demi keamanan bersama,” ucap petugas.

Pengelola ruko ITC Kosambi Asep Kamaludin mengatakan benda yang ditemukan berbentuk kotak dan terdapat kabel kabel. Tidak terdapat aktivitas di gereja tersebut.

 

 




Mahasiswa UPI Laksanakan Edukasi Gizi di SMP Laboratorium Percontohan: Upaya Cegah Konsumsi Junk Food dan Minuman Berpemanis Berlebih Pada Remaja.

Mahasiswa UPI

Mahasiswa UPI Laksanakan Edukasi Gizi di SMP Laboratorium Percontohan: Upaya Cegah Konsumsi Junk Food dan Minuman Berpemanis Berlebih Pada Remaja.

Bandung, Prolite — Mahasiswa Program Studi Gizi, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), melaksanakan program edukasi gizi bertajuk “Limit Junk Food and Sugar Sweetened Beverages (SSB)” kepada siswa SMP Laboratorium Percontohan UPI pada 27 November 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Pendidikan Gizi berbasis Project Based Learning, dengan tujuan meningkatkan literasi gizi dan membentuk perilaku makan sehat pada remaja.

Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya konsumsi junk food dan minuman berpemanis pada remaja usia sekolah, yang menurut berbagai penelitian dapat meningkatkan risiko obesitas, menurunkan kualitas konsentrasi belajar, hingga memicu penyakit tidak menular di usia dewasa.

Remaja dinilai berada pada fase krusial dalam pembentukan kebiasaan makan, karena mulai memiliki kebebasan memilih jajanan namun belum sepenuhnya memahami nilai gizi dan dampaknya terhadap kesehatan. Berdasarkan konteks tersebut, tim mahasiswa UPI merancang intervensi edukatif yang menyasar peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pihak sekolah untuk menentukan jadwal, teknis pelaksanaan, serta fasilitas yang diperlukan. Sasaran utama kegiatan adalah siswa kelas 7 SMP Laboratorium Percontohan UPI. Tim pelaksana menyiapkan modul edukasi, media visual, materi presentasi, serta instrumen evaluasi berupa lembar pre-test, post-test, dan lembar observasi perilaku.

Mahasiswa UPI Laksanakan Edukasi Gizi di SMP Laboratorium Percontohan

Selama edukasi berlangsung, materi disampaikan melalui ceramah interaktif, diskusi, serta demonstrasi visual yang menjadi sorotan utama, yaitu “sugar visualization”. Melalui metode ini, siswa diperlihatkan jumlah gula yang terkandung dalam minuman kemasan populer, seperti soda, teh manis, dan minuman energi.

Tumpukan sendok gula yang ditampilkan secara nyata memberikan dampak besar terhadap pemahaman siswa. Banyak peserta tampak terkejut mengetahui bahwa satu botol minuman yang mereka konsumsi sehari-hari mengandung lebih dari separuh batas konsumsi gula harian yang direkomendasikan.

Untuk memperkuat pemahaman selama materi berlangsung, tim pelaksana juga membagikan leaflet edukasi secara langsung kepada siswa. Leaflet tersebut berisi ringkasan informasi mengenai bahaya konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, batas konsumsi gula harian menurut Kementerian Kesehatan RI, serta contoh jajanan sehat yang dapat menjadi alternatif di sekolah.

Dengan leaflet di tangan, siswa dapat secara aktif membaca, mengikuti penjelasan, dan memahami materi secara paralel, sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan terarah.

Mahasiswa UPI Laksanakan Edukasi Gizi di SMP Laboratorium Percontohan

Tidak hanya itu, tim juga menyerahkan poster edukasi kepada pihak sekolah untuk ditempelkan pada majalah dinding (mading) sekolah. Poster ini berfungsi sebagai media edukasi berkelanjutan yang dapat dilihat oleh seluruh siswa setiap hari, sehingga pesan gizi tidak hanya berhenti pada saat kegiatan berlangsung tetapi terus menjadi pengingat bagi lingkungan sekolah secara keseluruhan.

Selanjutnya, sesi edukasi juga mencakup latihan membaca label gizi, di mana siswa diajak memahami informasi nilai gizi pada kemasan makanan. Latihan ini membantu siswa mengenali produk tinggi gula, garam, dan lemak, sekaligus mengajarkan mereka membuat keputusan yang lebih bijak saat membeli jajanan. Melalui pendekatan partisipatif ini, siswa tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembelajaran.

Untuk mengukur efektivitas program, tim mahasiswa menggunakan pre-test dan post-test guna menilai perubahan tingkat pengetahuan siswa. Hasil awal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum mengetahui batas konsumsi gula harian, serta kurang mampu membedakan jajanan sehat dan tidak sehat.

Mahasiswa UPI Laksanakan Edukasi Gizi di SMP Laboratorium Percontohan

Setelah edukasi diberikan, terjadi peningkatan skor pemahaman yang cukup signifikan. Observasi perilaku juga mencatat adanya perubahan positif pada siswa, seperti meningkatnya antusiasme membaca label gizi dan kecenderungan memilih air putih dibandingkan minuman berpemanis. Beberapa siswa bahkan menyatakan minat untuk mulai membawa bekal sehat dari rumah.

Pihak sekolah turut memberikan dukungan penuh selama proses pelaksanaan, mulai dari penyediaan fasilitas hingga membantu observasi kegiatan. Kolaborasi ini menjadi faktor penting yang memastikan kegiatan berjalan lancar dan seluruh siswa dapat mengikuti edukasi dengan baik. Dukungan tersebut juga mencerminkan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan kondusif bagi perkembangan peserta didik.

Ketua tim pelaksana, Dwi Khalisa Putri, menyampaikan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku makan yang lebih baik. Ia berharap edukasi ini dapat menjadi langkah awal bagi siswa untuk lebih memahami pentingnya pola makan seimbang. Selain memberikan manfaat bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan teori pendidikan gizi secara langsung di masyarakat.

Mahasiswa UPI
Mahasiswa UPI Laksanakan Edukasi Gizi di SMP Laboratorium Percontohan

Kegiatan ditutup dengan dokumentasi foto dan video, serta penyusunan laporan akhir sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada dosen pengampu dan pihak sekolah. Melalui kolaborasi ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif antara siswa, guru, dan masyarakat sekolah untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas dalam memilih pangan.




Farhan: Sedih, Tapi Kita Hormati Proses Hukum dan Pelayanan Publik Harus Tetap Maksimal

Tanggapan Wali Kota Bandung M. Farhan Terkait Penetapan Wakil Wali Kota Bandung Menjadi Tersangka

BANDUNG, Prolite – Wali Kota Bandung M Farhan mengakui sedih atas penetapan  Wakil Wali Kota Bandung Erwin menjadi tersangka dugaan korupsi penyalahgunaan kewenangan.

Menurut orang nomor satu di kota Bandung ini, proses hukum harus dijalankan. Namun hal memberatkan, pihaknya harus memastikan bahwa semua layanan dan pemerintahan berjalan dengan normal, tidak ada yang terhenti.

“Yang memang bisa kita lakukan hanyalah mengikuti proses hukum secara mendalam pada saat bersamaan. Namun, secara administrasi, kita memastikan bahwa semua sesuai dengan aturan. Kami juga memastikan bahwa kepatuhan dalam pelaksanaan berbagai macam program dan kegiatan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujar Farhan di Kegiatan Silaturahmi  dengan para tokoh agama Kristen dan Katolik Kota Bandung dalam rangka Menyambut Hari Raya Natal Tingkat Kota Bandung Tahun 2025, Kamis (11/12/2025).

Lanjut dia, terlebih menjadi pekerjaan yang sangat berat untuk inspektorat, untuk membuktikan bahwa semua ini adalah sebuah bentuk peringatan.

“Dan yang terakhir, kami menjadikannya sebagai momen untuk betul-betul introspeksi dan juga bersih-bersih. Insya Allah menjelang Nataru ini, Kota Bandung siap untuk tetap memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.” tegasnya.

Terkait kabar pasangannya itu, Farhan mengaku mendapat kabar bahwa Wakil Wali Kota Bandung Erwin dalam kondisi sakit dan berada di RSUD Bandung Kiwari.

“Menurut kabar, begitu. Beliau dirawat di RSUD Kiawari. Nah, ini saya lagi menunggu laporan hasil diagnosanya. Saya belum berani mengatakan karena saya bukan ahlinya. Kedua, ini juga berimplikasi terhadap status hukum beliau,” ucapnya.

Farhan mengaku belum bisa menjenguk Erwin karena harus ada ijin dari Kejaksaan.

“Saya belum menjenguk, karena bagaimanapun saya sedang menunggu izin untuk menengok. Status saya sebagai Wali Kota, jadi harus ada izin. Jangan sampai saya seakan-akan menimbulkan prasangka.” tuturnya.

Terkait ijin menjenguk Farhan akan mendiskusikan dan melihat aturan yang berlaku seperti apa.

“Waktu beliau mau berangkat Umroh. Beberapa minggu yang lalu lah. Kemudian juga waktu kembali, beliau sempat datang ke rumah. Sudah keburu keluar kota setelah itu. Dalam beberapa event itu, ya beliau sempat absen terus. Saya nanya, ada apa ini kok beliau nggak pernah datang?’ Oh, taunya terdata sakit.” kata Farhan menyinggung soal komunikasi dengan wakilnya.

Lebih jauh soal penetapan tersangka ini Farhan mengaku sedih.

“Saya sedih, sedih pisan. Bagaimanapun juga teman seperjuangan. Tapi bagaimanapun juga, saya tetap harus menjaga janji dari visi Kota Bandung, yaitu amanah. Jadi ini yang sedang kita upayakan untuk memenuhi janji tersebut.” ujar Farhan.

Namun terkait pendampingan hukum, Farhan mengaku akan melihat dulu peraturannya, apakah boleh memberikan pendamping hukum atau tidak.

“Tetapi pada dasarnya, setiap warga negara berhak untuk menentukan pendamping hukumnya masing-masing.” tegasnya seraya mengaku tidak tahu ada pengacara atau tidak yang disiapkan Pemkot.

Untuk status Wakil Wali Kota sendiri kata Farhan masih menunggu dari kejaksaan sekaligus dari  Kementerian Dalam Negeri yang akan menentukan statusnya.

Sementara itu terkait Ketua NasDem Kota Bandung yang juga merupakan ketua tim sukses saat Farhan dan Erwin menyalonkan Wali dan Wakil Wali Kota Bandung, Farhan mengaku sudah berkonsultasi dengan pimpinan pusat partai NasDem.

“Kalau itu lebih bersifat pribadi. Saya sudah berkonsultasi juga dengan Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem yang mengatakan bahwa Partai NasDem bersama badan hukumnya akan mengawasi dan mengikuti perkembangan dengan seksama, serta menghormati proses hukum yang ada,” tuturnya.

“Ya ini kan teman seperjuangan. Tapi ketika teman seperjuangan menghadapi masalah hukum, kita berharap masalah hukum ini bisa diikuti bersama-sama prosesnya dengan sebaik-baiknya. Dan bagaimanapun juga, ketika kita harus berjalan menjalankan tugas, tidak kemudian saya harus berhenti. Kami tetap harus berjalan terus. Begitu kira-kira. Partai adalah sebuah mesin organisasi besar yang memiliki struktur lain juga yang bisa bergerak bersama. Jadi saya sekarang tetap bermitra dalam hal politik dengan partai yang sama.” bebernya.

Farhan sendiri mengaku siap dipanggil kejaksaaan apabila memang dibutuhkan.

“Kalau itu sesuai dengan proses hukum, ya kita harus ikut. Siap, insya Allah.” tegasnya.




Pejabat Jadi Tersangka, Wali Kota Bandung Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan Normal

Pejabat Jadi Tersangka, Wali Kota Bandung Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan Normal (dok Pemkot Bandung).

Pejabat Jadi Tersangka, Wali Kota Bandung Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan Normal

Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menghormati proses hukum yang sedang berlangsung terkait penetapan tersangka terhadap Wakil Wali Kota Bandung dan Ketua DPD Partai NasDem Kota Bandung.

“Proses tersebut sepenuhnya berada dalam kewenangan aparat penegak hukum dan berjalan secara independen. Prioritas kami adalah memastikan stabilitas pemerintahan tetap terjaga dan layanan publik tidak terganggu,” kata Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Rabu 10 Deember 2025.

Menurutnya, Pemkot Bandung akan terus memperkuat langkah reformasi birokrasi dan pengawasan internal sebagai bagian dari komitmen menjaga integritas tata kelola pemerintahan.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk tidak berspekulasi dan mengikuti informasi
resmi dari lembaga berwenang,” ujarnya.

Farhan mengatakan, proses hukum ini sepenuhnya berada dalam kewenangan aparat penegak hukum dan kami memberi ruang penuh bagi penyidik untuk bekerja secara independen dan profesional.

“Perkembangan ini tentu menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, dan kami memahami betul kekhawatiran warga. Namun saya ingin menegaskan Pemerintahan Kota Bandung dalam kondisi stabil dan seluruh layanan publik berjalan normal tanpa gangguan,” ucapnya.

“Saya telah menginstruksikan Sekretaris Daerah untuk memperkuat koordinasi
internal dan memastikan seluruh perangkat daerah terus bekerja seperti biasa,” imbuhnya.

Farhan menyampaikan, kasus hukum ini tidak berhubungan dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Karena itu, saya berharap masyarakat dapat melihat secara jelas pemisahan antara proses hukum yang berjalan dan tugas-tugas pemerintahan yang terus kami jalankan. Pemerintah Kota Bandung tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warga,” tegasnya.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap transparansi dan tata kelola pemerintahan yang berintegritas, Pemkot Bandung mempercepat langkah reformasi birokrasi, memperkuat pengawasan internal, serta memastikan seluruh SOP layanan publik dievaluasi dan diperbarui sesuai kebutuhan.

“Ini adalah momentum untuk membangun pemerintahan yang lebih kuat, bersih, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kami mengajak seluruh warga Bandung untuk tidak berspekulasi dan tetap menunggu informasi resmi dari aparat penegak hukum maupun pemerintah kota,” jelas Farhan.

“Saya juga meminta seluruh ASN untuk menjaga profesionalisme dan fokus pada tugas pelayanan publik,” harapnya.

Farhan memastkikan, Pemerintah Kota Bandung akan terus bekerja untuk memastikan stabilitas, menjaga
kepercayaan publik, dan menghadirkan layanan yang lebih baik setiap hari.

Farhan menegaskan, jalannya pemerintahan tidak terganggu dan seluruh program pembangunan tetap berjalan sesuai rencana.

“Dalam kondisi seperti ini, fokus kami adalah menjaga stabilitas pemerintahan dan memastikan layanan publik
tidak terganggu,” ujarnya.

Sebagai respons atas perkembangan kasus hukum tersebut, Pemerintah Kota Bandung lebih memperkuat sistem pengawasan internal, mempercepat evaluasi atas area layanan publik yang memiliki potensi penyalahgunaan kewenangan, serta meningkatkan koordinasi lintas perangkat daerah.

Termasuk penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), optimalisasi peran Inspektorat dan percepatan digitalisasi proses administrasi menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas di seluruh lini layanan.

Pemkot juga memastikan, layanan publik, terutama sektor kesehatan, pendidikan, administrasi kependudukan, dan pelayanan dasar lainnya akan tetap berjalan tanpa hambatan. Mekanisme koordinasi harian telah diperkuat di bawah Sekretaris Daerah untuk memastikan
ritme pemerintahan tetap stabil dan responsif.

“Tanggung jawab kami adalah memastikan warga Bandung tetap mendapatkan layanan terbaik.
Kami telah menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan agar pelayanan di lapangan tidak terpengaruh oleh dinamika yang sedang terjadi,” tambah Farhan.

Pemerintah Kota Bandung terus membangun komunikasi yang erat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, instansi kementerian, serta aparat penegak hukum untuk menjaga stabilitas tata kelola pemerintahan. Langkah ini diambil agar Pemkot semakin adaptif dalam menerapkan sistem kerja yang transparan, bersih, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Melalui penguatan reformasi birokrasi dan langkah-langkah pengawasan yang lebih menyeluruh, Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk tidak berkompromi terhadap integritas dan akan terus berupaya membangun pemerintahan yang profesional, akuntabel, serta melayani warga Bandung secara berkelanjutan.




2 Tersangka Resmi Ditetapkan Kasus Penyalahgunaan Wewenang Pemkot Bandung

Penetapan tersangka oleh kejari kota bandung

Penetapan Tersangka Wakil Wali Kota Bandung Bersama Anggota DPRD Kota Bandung Oleh Kejari Kota Bandung, Kasus Penyalahgunaan Kewenangan

BANDUNG. Prolite – Kejaksaan Negeri (Kejari) telah menetapkan status tersangka terhadap Wakil Wali Kota Bandung Erwin dan anggota DPRD Kota Bandung Rediana Awangga.

Menurut Ketua Kejari Irfan Wibowo penetapan tersangka dalam perkara dugaan tindak korupsi penyalahgunaan kewenangan pada Pemkot Bandung tahun 2025.

“Berdasarkan alat bukti yang cukup, tim jaksa penyidik Kejaksaan Negeri Kota Bandung menetapkan dua tersangka yakni E sebagai wakil wali kota aktif dan RA anggota DPRD aktif,” jelas Irfan pada jumpa pers di Hari Anti Korupsi se Dunia (Hakordia) di aula Kejari, Jl Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Namun demikian kedua tersangka belum ditahan pasalnya masih menunggu surat persetujuan dari menteri dalam negeri.

“Kedua TSK belum ditahan karena masih menunggu persetujuan Mendagri, namun alat bukti dan materi penyelidikan sudah ada. Kedua tersangkas di jerat pasal 12 huruf e UU RI tentang tindak pidana korupsi,” jelasnya.

Kasi Pidsus (pidana khusus) Ridha Nurul Ihsan membeberkan kedua tersangka terbukti meminta beberapa proyek di SKPD Kota Bandung, namun ia enggan menyebutkan secara rinci.

“Saksi saat ini sudah 75 saksi dan dua alat bukti lain, modus seperti tadi disampaikan penyalahgunaan kekuasaan meminta proyek pada pejabat terkait di SKPD masing-masing menentukan penyedia,” paparnya.

Ridha menyampaikan jika kedepan kembali menemukan alat bukti dan saksi-saksi terbaru tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang akan terlibat.

Disinggung soal Wali Kota Bandung M Farhan akan menjadi saksi atau tidak. Ridha mengaku sampai saat ini belum memandang ada urgensinya memanggil wali kota.

“Tetapi kedepan siapapun itu akan dimintai keterangan sebagai saksi. Alat bukti sendiri berupa keterangan saksi, dokumen, elektronik dan lainnya,” tuturnya.




Dinilai Respon Prima, PPKT Kota Bandung Raih Penghargaan PSC 119

BANDUNG, Prolitenews – UPTD Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu Kota Bandung raih penghargaan respon prima pada ajang Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu/Public Safety Center (PSC) 119 award 2025.

PSC 119 award 2015 diselenggarakan oleh Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kegawatdaruratan medis di Indonesia.

“Ini sebuah ajang penghargaan nasional bagi PSC 119 terbaik dari seluruh kabupaten/kota. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) Pra Rumah Sakit serta memastikan setiap masyarakat mendapatkan layanan gawat jidarurat medis yang cepat, responsif, dan profesional,” ujar Kepala UPTD Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu Kota Bandung Eka Anugerah, Senin (8/12/2025).

Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu/Public Safety Center (PSC) 119 sendiri merupakan bagian penting dari Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu Pra Rumah Sakit menjadi sorotan dalam perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-61. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan inovasi dalam penangana kejadian gawat darurat medis di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI memberikan penghargaan kepada PSC 119 melalui PSC 119 Award Tahun 2025.

Penghargaan ini diserahkan dalam rangkaian kegiatan Health Innovation Festival yang dilaksanakan pada hari Minggu, 7 Desember 2025 di Balai Kartini, Jakarta. Penyerahan pengahargaan Menteri Kesehatan diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Jasa Nugraha didampingi pleh Kepala Pusat Krisis Kesehatan Agus Jamaluddin.

Ketua Tim Kerja Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu Pra Rumah Sakit, A. Hadijah Pandita menyampaikan bahwa “PSC 119 Award 2025 ini bertujuan untuk mengapresiasi PSC 119 kabupaten/kota yang mampu menunjukkan kinerja terbaik dalam respons kegawatdaruratan pra-rumah sakit yang cepat, tepat, dan professional, mendorong PSC 119 untuk mengembangkan inovasi dan kualitas layanan, menjadi forum berbagi praktik baik (best practices) serta memperkuat kerja sama antara PSC 119 seluruh Indonesia.

Setelah melalui proses penilaian yang ketat, 3 tim PSC 119 berhasil meraih penghargaan. Adapun pemenang dari PSC 119 Award Tahun 2025 sebagai berikut.

Pemenang Pertama dengan kategori Platinum “Respon Prima”: UPTD Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu Kota Bandung.

Pemenang Kedua dengan kategori Gold “Siaga Utama”: UPTD Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu 119 Kabupaten Soppeng.

Pemenang Ketiga dengan kategori Silver “Tanggap Cermat”: UPT PSC 119 Kota Magelang.

Keberhasilan para pemenang ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh PSC 119 di Indonesia untuk terus meningkatkan standar pelayanan demi keselamatan dan kesehatan masyarakat. Keikutsertaan dalam PSC 119 Award 2025 juga memberikan beberapa manfaat strategis bagi daerah, antara lain meningkatkan kualitas layanan, penguatan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan SPGDT, peningkatan reputasi dan kepercayaan publik terhadap layanan 119 serta kontribusi terhadap percepatan pembangunan sistem layanan darurat yang efektif dan berkesinambungan.

Melalui penyelenggaraan PSC 119 Award 2025, pemerintah berharap seluruh daerah terus meningkatkan komitmen terhadap layanan kegawatdaruratan medis yang terstandar, cepat, dan terintegrasi. Lomba ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi momentum bersama untuk memperkuat sistem layanan gawat darurat pra Rumah Sakit.




Bantu Bencana Sumatera Pemkot Bandung Salurkan Rp2 Miliar

BANDUNG, Prolitenews – Pemerintah Kota Bandung menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2 miliar untuk warga terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Bantuan ini disalurkan melalui Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) sebagai wujud solidaritas warga Bandung dalam membantu ribuan korban bencana di Sumatera.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa aksi cepat ini merupakan bagian dari upaya bersama yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang sejak awal telah menggerakkan respons kemanusiaan berskala besar.

Dalam beberapa hari terakhir, Gubernur Jawa Barat memimpin penggalangan donasi serta pendistribusian logistik bagi pengungsi di wilayah terdampak. Bahkan, Gubernur turun langsung membeli kebutuhan warga mulai dari pangan, selimut, perlengkapan bayi, pakaian, hingga obat-obatan, agar setiap bantuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Gerak cepat yang dilakukan Bapak Gubernur adalah contoh bagi kami di daerah. Itulah sebabnya Bandung bergerak cepat agar gelombang bantuan dari Jawa Barat semakin kuat,” kata Farhan.

Farhan menambahkan bahwa dirinya menerima amanah langsung dari Gubernur untuk memastikan Kota Bandung hadir dalam misi kemanusiaan ini, meski ia tidak dapat ikut langsung dalam rombongan gubernur ke lokasi bencana.

Farhan menyampaikan duka mendalam atas besarnya dampak bencana, ribuan rumah rusak, fasilitas umum lumpuh, dan ratusan korban masih dinyatakan hilang. Kebutuhan logistik di lapangan pun diperkirakan masih akan terus meningkat.

Ia menegaskan bahwa langkah Pemkot Bandung yang juga didukung Bank BJB, bukan hanya penyaluran dana, tetapi bagian dari panggilan kemanusiaan dan solidaritas.

“Bencana di Sumatera adalah panggilan kemanusiaan bagi kita semua. Bandung hadir bukan hanya dengan bantuan dana, tetapi dengan rasa solidaritas warga Bandung untuk saudara-saudara kita di wilayah terdampak,” ujar Farhan.

Farhan mengapresiasi penuh langkah Gubernur Jawa Barat dalam memastikan kehadiran Jawa Barat di Sumatera. Menurutnya, sinergi pemerintah provinsi dan pemerintah kota/kabupaten akan membantu mempercepat pemulihan para korban bencana.

“Saat Jawa Barat bergerak sebagai satu kesatuan, dampaknya jauh lebih besar. Kami di Kota Bandung memperkuat apa yang sudah dilakukan Pak Gubernur, supaya bantuan dari Jawa Barat benar-benar terasa bagi mereka yang terdampak,” tuturnya.

Farhan juga mengajak masyarakat Bandung, mulai dari komunitas, pelaku usaha, lembaga keagamaan, hingga organisasi kemanusiaan untuk bersama-sama melanjutkan dukungan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera.