Pawai Asia Afrika Tahun Ini Digelar Malam Hari

BANDUNG, Prolite – Ada yang berbeda pada acara Asia Africa Carnival atau pawai budaya dari beragam negara dan kota/kabupaten di Indonesia di sepanjang Jalan Asia Afrika kali ini.  Ya untuk tahun ini acara tersebut akan digelar pada malam hari dengan konsep festival cahaya. Hal ini diungkapkan Wali Kota Bandung M Farhan pada peluncuran rangkaian Asia Afrika Festival (AAF) 2025 resmi diluncurkan.

Muhammad Farhan mengatakan, visi Bandung Utama Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis harus diwujudkan melalui program nyata yang melahirkan sumber daya manusia unggul, terbuka pada keberagaman, berintegritas, serta berorientasi kemajuan dengan fondasi nilai-nilai religius.

“Hari ini kita menyaksikan lahirnya sebuah forum yang bukan hanya sekadar tempat ngobrol, tetapi juga ruang untuk menguji ide-ide anak muda (Asia Africa Youth Forum (AAYF)). Bisa jadi ide-ide ini akan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Farhan di The Jayakarta Hotel, Sabtu (23 Agustus 2025).

Farhan mengungkapkan, para peserta AAYF 2025 terdiri dari komunitas pemuda, duta wisata, hingga mahasiswa hubungan internasional. Mereka harus diberi ruang untuk menyuarakan gagasannya.

Farhan berharap, simposium, pertukaran pelajar, penelitian bersama, hingga proyek sosial menjadi bagian dari rangkaian AAF 2025.

Acara peluncuran dimeriahkan dengan penampilan Ulin Barong Badranaya dari Sekeloa yang memadukan seni bela diri pencak silat dengan musik khas, menyerupai barongsai.

Sejumlah kegiatan bakal digelar pada AAF 2025 yakni Asia Africa Youth Forum (AAYF) pada 5–7 September 2025 dan Asia Africa Carnival dimana diisi dengan talk show seputar tourism, trade, and investment, simulasi KAA 1955 oleh pemuda internasional, serta penutupan melalui karnaval.

Selain itu, ada juga After Event di empat wilayah Bandung: musik jazz (Bandung Utara), underground scene (Bandung Timur), kampung toleransi (Bandung Barat), dan seni budaya lokal (Bandung Selatan).




Iman: Nyaman Saja, Padahal Bencana Sesar Lembang Disekitar

KOTA BANDUNG – Anggota Komisi V DPRD Kota Bandung Iman Lestariyono menyampaikan saat ini warga Kota Bandung masih merasa nyaman-nyaman saja kendati ada aktivitas sesar Lembang disekitar.

Karennya pihaknya sangat setuju jika Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan sosialisasi dan edukasi.

“Warga merasa nyaman saja dan BPBD ini baru, bahkan kita sebut Kalak untuk kepala pelaksananya. Dan anggarannya sekarang belum mandiri 2026 kita berhap anggaran murni 2026 prioritas atau didahulukan edukasi, kalau infrastruktur sudah seharusnya,” ungkap Iman.

Keberadaan BPBD ini atas inisiasi dewan dan dibutuhkan pasalnya tidak tahu akan ada kejadian luar biasa (KLB) kedepan. Dan apakah anggaran bantuan pemerintah pusat turun ke dinas atau harus badan terkait nantinya.

“Terpenting masyarakat pastinya harus diedukasi dan sosialisasi, relawan tanggap bencana, itu bukan hanya tingkat kewilayahan tapi ada stimulus ke tingkat RW, minimal 20% warga ngeh atau dari 20 orang 1 warga paham,” imbuhnya.

Selain sosialisasi dan edukasi, secara paralel BPBP pun harus melengkapi SDM baik unsur ASN dan non yang kini tengah assessment. Lalu kantor saat ini masih sewa, peralatan dan lainnya.

“Biasanya beban besar kepegawaian sedang program 20% nya. Namun kita belum jelas pembandingnya apa apakah Diskar dengan 20 miliat atau diatas 2 triliun atau dinas lain, kita juga belum study Bandung ke daerah lainnya. Makanya anggarannya belum jelas berapa idealnya, sekarang masih kolaborasi dinas lain,” ucapnya.

Sementara itu pada acara simulasi evakuasi mandiri dan tanggap darurat bencana digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), di RW 15 JL Sadang Luhur Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong. Wali Kota Bandung M Farhan mengatakan simulasi ini harus dilakukan agar masyarakat lebih paham dan sadar penyelamatan diri sendiri ataupun orang lain apabila bencana datang.

“Simulasi bencana ini, intinya adalah harus melibatkan masyarakat. Makin banyak masyarakat yang terlibat, makin bagus karena tujuannya adalah membangkitkan kesadaran. Satu lagi bahwa itu tidak boleh sekali saja, harus diulang-ulang disemua tempat dan disosialisasikan disemua media,” ucap Farhan.

Terkait anggaran sendiri, Farhan berharap anggaran tahun-tahun berikutnya BPBD sudah bisa lepas sendiri secara independen.

“Karena kan secara struktural baru jadi.

Baru dua kali kita lakukan simulasi, kelihatannya sosialisai yang paling efektif adalah melakukan simulasi seperti ini, karena tujuan utama kita adalah sosialisasi yang tidak pernah berhenti, diulang-ulang terus. Bandung ada di patahan lembang,” ungkapnya.

Ditambah Kepala BPBD Kota Bandung Didi Ruswandi, mengatakan gempa yang terjadi cukup mengkhawatirkan berskala magnetudo 6,5 – 7 dengan tingkat kerusakan dari sedang sampai berat.

“Menyangkut seluruh Kota Bandung, maka opsi kita kurangi kerentanan dan tingkatkan kapasitas. Nah ini tingkatkan kapasitas,” ucap Didi.

Antusias warga untuk simulasi sendiri kata Didi luar biasa.

“Awal hanya 50-60 dipindah ke hari libur jadi 150 terus kita buat video ternyata sampai 600 pendaftar. Anggarannya kita ini masih udunan, belum punya alat dan personil, masih mendompleng Diskarmat. Sebenarnya mitigasi ini banyak permintaan dari sekolah masyarakat makanya 5 hari kedepan full simulasi,” paparnya seraya mengatakan saat ini personel baru 14 orang pelayanan dari kebutuhan ideal 70 orang.

Selain simulasi di lokasi pun kita sudah terpasang plang titik kumpul dan jalur evakuasi.

“Intinya kalau tidak latihan, kita tidak tahu harus berbuat apa, ini bukan pikiran sadar tapi bawah sadar, nah refleksnya penyelamat kemana bagaimana? Itu yang dilatih, untuk di lingkungan padat penduduk sendiri kita akan cek terlebih dulu bangunannya tidak tahan gempa atau tahan. Kalau tidak tahan kita cari cara berlindung gimana, kita cari ruang ruang lindung serba guna,” bebernya seraya mengatakan tas bencana diantaranya berisi Ijasah atau surat berharga, senter dan peralatan P3K, makanan untuk 3 hari.




1.500 PKL Akan Direlokasi Saat Pembangunan BRT

KOTA BANDUNG – Wakil Wali Kota Bandung Erwin menyampaikan kini tengah menyiapkan infrastruktur untuk BRT (Bandung Rapid Transit) Dimana pihaknya kini sedang fokus menertibkan 1500 PKL yang akan terdampak pembangunan tersebut.

“Akan ada 38 halte nantinya untuk busway tersebut. Saya sebagai ketua penanganan dan pembinaan PKL Kota Bandung yang harus melakukan penertiban ini. Ya mulainya dari Cicaheum – Cibeureum jalannya keliling. Data sudah ada, intinya harus pindah, saat ini sudah mulai dan kita rapat lagi,” tegasnya.

Masih kata Erwin para PKL tersebut sebenarnya tidak bisa diganti rugi karena tidak payung hukum atau perda yang mengaturnya. Namun akan ada kebijakan atau kompensasi lain yakni diantaranya relokasi kemana pun nanti ditempatkan.

 

 




Kota Bandung Siaga Bencana Sesar Lembang

ilustrasi - mega trust - bencana alam

KOTA BANDUNG – Aktivitas sesar Lembang meningkat, bahkan beberapa daerah sekitar Kota Bandung dikabarkan merasakan gempa.

Menanggapi itu Wakil Wali Kota Bandung Erwin menyampaikan telah menghimbau aparat kewilayahan camat dan lurah untuk segera melaporkan apabila ada erosi sungai-sungai.

“Berapa kali saya menemukan erosi sungai langsung longsor. Seperti di Cicaheum ada erosi tapi lambat dari DSABM padahal besoknya mau dilakukan pengamanan tapi keburu runtuh, jadi intinya saat ini mencoba rumah bantaran sungai ditertibkan,” ujar Erwin.

Erwin menyadari ada hak warga untuk tinggal nyaman di Kota Bandung.

“Banyak rumah yang mau ditertibkan sudah ada target tapi akan panggil dulu. Di solokan (sungai,red) ada bangunan dua tiga lantai, itu membahayakan” paparnya.

Erwin juga menyampaikan seperti di daerah Tamansari Pemkot Bandung sudah negosiasi dari tahun 2020 namun tidak selesai.

“Satu opsi pindah ke Rusunawa Rancacili sebagai dasar saya melaksanakan perda pasal 14 poin A warga Bandung berhak sandang pangan perumahan nah dengan dasar itu saya empati jangan sampai tidak punya tempat tinggal kita tempatkan di rusun gratis 6 bulan.,” tegasnya.

Kedua di RDTR Tamsari cuma mau di bangun diberi kerohiman Rp 7,5 juta tetapi itu harus bikin Perwal dulu. Dan opsi ketiga ada sisa tanah yang memang bisa diberikan ke masyarakat untuk dibagikan.

“Opsi terakhir ini yang diambil bagaimana pun kita perhatikan, jangan sampai terlantar. Titik lainnya di Panyileukan, Cisaranten Kulon, jalan Waas. Nah kita minta ke pak wali supaya didiskusikan juga,” ucapnya.




Erwin: Rajia Tempat Prostitusi Terus Dilakukan Pemkot Bandung

Rajia Tempat Prostitusi

Erwin: Rajia Tempat Prostitusi Terus Dilakukan Pemkot Bandung

BANDUNG, Prolite – Beberapa kali pengerebekan prostitusi di hotel, apartemen hingga kostan membuat geram sejumlah pihak.

Seperti disampaikan Wakil Wali Kota Bandung Erwin, ia banyak menerima laporan dari berapa anggota dewan dan organisasi masyarakat terkait asusila, bahkan ada pelaku prostitusi ternyata masih anak dibawah umur.

“Tetapi waktu keliling pada kabur, lari ke jalan jadi tidak terciduk. Ada juga kostan mengaku dipakai pijat saja tapi saya temukan banyak kondom kan curiga,” jelasnya.

Kata Erwin seperti saat berkeliling di daerah Cikutra. Disana terdapat kostan yang dipergunakan tempat prostitusi.

“Makanya itu, kami akan terus bergerak keliling. Jadi kita juga gak langsung rajia, karena jangan sampai bocor. Contoh di Binong, kita ke sana sudah kosong minuman ataupun obat gak ada,” gerutunya.

Oleh sebab itu kata Erwin, ada tim yang bergerak memantau kostan, hotel, ataupun apartement yang dipakai tempat prostitusi. Namun sayang rajia ini rupanya masih kurang memberi efek jera pasalnya pelaku hanya dihukum tindak pidana ringan (Tipiring).

“Pertama kita berikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat, kedua paling berat 50 juta dan kurungan 3 bulan. Pertama hanya efek jera, tapi kedua kita harus tegas selain menghimbau sebagai bapak Bandung, tapi agar tidak diulangi. Untuk penyedia tempat sendiri kita segel sampai sidang. Kan mereka juga kapok bahkan kalau ketahuan lagi bisa ditutup,” tegasnya.

Kata Erwin pemberian sanksi ini bisa disebut ancaman serius bagi para pelaku maupun penyedia tempat.

“Kemarin diskusi dengan anggota dewan agar perda ini di revisi sesuai regulasi disesuaikan Forkompinda sehingga ada hukuman terberat seperti yang berbagi bir di event run itu hanya sanksi sosial dan mereka melaksanakannya. Memang perlu kajian lebih koperhensif terkait program perda ini harus jelas sehingga bukan hanya penjual tapi pemakai juga ada sanksi,” imbuhnya.

 

 




Erwin Ajak Semua Pihak Galakan Jam Malam

KOTA BANDUNG – Wakil Wali Kota Bandung Erwin menegaskan untuk jam malam pihaknya akan terus menggalakkan program tersebut. Pasalnya jika dihentikan maka anak-anak akan kembali ke keramaian di jam 9 malam.

‘Kemarin juga keliling mengintruksikan RW, Kelurahan kami gak bisa ke level gang paling level kecamatan. Makanya kami ajak forum RW dan lurah sama-sama kolaborasi gotong royong mengingatkan, jangan sampai anak-anak keluar jam 9, kalau Sabtu Minggu dikasih kelulasan kelongaaran tetapi dengan pengawasan orang tua,” tegasnya.

Menurut Erwin jika program jam malam ini terus digalakkan maka anak keluar malam semakin lama akan semakin kurang.

“Sempat berhenti anak-anak keluar lagi, makanya pemerintah harus tiga Minggu sekali turun. Itupun gantian dengan Forkompinda dan kewilayahan, lalu di up di media supaya warga tahu,” ucapnya.

“Saya contohkan kalau kita konsisten pungli di TPU di manapun saat ini tidak ada setelah ada yang ketangkap, kasih pernyataan gak ada lagi. Begitupun rentenir saat ini gak ada malah gak ditagih katanya. Jadi ada efek jera begitupun untuk miras obat-obatan saat Rajia sudah kosong. Walau kita ini terbatas SDM dan biaya,” tandasnya.

Bagi anak-anak pelanggaran sendiri kata Erwin dilakukan pemanggilan orang tuanya lalu diberi peringatan. Selain pemanggilan ada juga yang diantarkan langsung kerumahnya.

“Memang masih sanksi sosial. Yang pasti tujuannya untuk mendisiplinkan anak-anak. Jangankan mereka saya saja kalau tidur jam 12 tidak sehat mimpin nundutan, kalau tidur siang bisa tahajud, bisa olahraga dan badan jadi vit. Nah ini orang tua apalagi anak-anak, dan apa sih malam-malam itu kan kegiatan siang masih banyak,” tutupnya.




Farhan Pastikan Kota Bandung Tak Akan Naikin PBB

BANDUNG, Prolite – Wali Kota Bandung M Farhan memastikan di Kota Bandung tidak akan ada kenaikan Pajak Bumi Bangunan (PBB). Pasalnya kenaikan di tahun 2019 lalu hingga hari ini cukup signifikan.

“Tidak akan ada, naik di 2019 dan itu juga signifikan sekali, warga Bandung alhamdulilah balageur bayar PBB. Kenapa? karena kalau tertunggak tidak bisa jual beli atau pindah hak tanah tersebut, kalaupun tanah tersebut terkena pembebasan tanah. Pemerintah berhak gak dibayar kalau gak punya PBB,” tegas Farhan.

Farhan pun menyampaikan adanya surat himbauan dari Gubernur agar melakukan penghapusan denda dan utang pokok tagihan PBB kepada individual akan dibahasnya.

“Karena himbauan, kami akan menseleksi apabila penunggak PBB tersebut perlu dibantu, kami akan lakukan saran pak gubernur, dan sekalian juga kami memenuhi permintaan BPK terkait status jelas kepada setiap penundaan denda dan pokok terutang kepada kami beberapa tahun terakhir,” ujarnya.

Berbeda dengan PBB individu untuk PBB lembaga kata Farhan kebijakan itu tidak berlaku.

“Kalau lembaga tidak dihapus perorangan kita lihat, alasannya katakan wafat atau pewaris tidak mampu atau tidak ditempat, atau nilai bangunannya memiliki nilai sejarah tinggi, lain ceritanya,” tambahanya seraya mengatakan yang akan dihapus ada beberapa kategori dan saat ini masih disusun Badan Pendapatan Daerah.

 

 

 

 




Pantau Pasar Tradisional, Farhan: Ketersediaan Beras Aman

Ketersediaan Beras Aman

Pantau Pasar Tradisional, Farhan: Ketersediaan Beras Aman

BANDUNG, Prolite – Pantau ketersediaan beras dan harga beras Wali Kota Bandung, Ketua DPRD Kota Bandung, Bulog, Kepolisian, dan TNI melakukan pemantauan ke sejumlah pasar tradisional dan ritel modern di Kota Bandung.

Wali Kota Bandung M Farhan menyampaikan hari ini pihaknya sengaja berkeliling ke pasar tradisional dan juga ke ritel modern untuk mengambil sampling guna memastikan bahwa distribusi atau suplai change dari beras medium khususnya itu tersedia dengan baik.

“Di pasar tradisional sejauh ini SPHP dari Bulog sudah cukup bagus tetapi juga suplai beras medium diluar SPHP luar Bulog sudah sangat baik sementara di pasar ritel modern kita memang mengharapkan bahwa ini menjadi buffer zone bagi beras medium namun kita masih menunggu perubahan peraturan dari badan pangan nasional mengenai diijinkannya beras medium di suplai ke ritel modern nah nanti di ujung sebagai buffer terakhir itu saya akan berbicara dengan beberapa e-commerce dan memastikan bahwa di e-commerce itu ada outlet-outlet bisa menjual beras medium,” jelas Farhan disela berkeliling pasar Kosambi, Kamis (31/7/2025).

Dinas Perdagangan dan Industri sendiri mengaku ketersediaan beras di Kota Bandung aman. Bahkan ditegas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Gin Gin Ginanjar bahwa kualitas beras pun terjamin.

“Sesuai dengan neraca pangan Juli Agustus memang dari sisi ketersediaan kita cukup jadi bahasa neraca itu tahan, sisi mutu dan keamanan kita juga sudah pastikan tadi bahwa hampir tidak ditemukan yang tidak berkualitas atau tidak aman semua memenuhi persyaratan yang ditentukan, termasuk SPHP,” tegasnya.

Farhan kembali menyampaikan bahwa suplai ini menjadi penting karena permintaan beras tidak pernah turun akan naik terus maka suplai harus mengikuti sehingga nanti akan menjadi salah satu indikator pengendalian inflasi daerah.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi, mengatakan bahwa DPRD sangat mendukung, me-support langkah langkah pemerintah kota tersebut.

“Tadi kita lihat langsung stok beras aman premium dan medium mudah-mudahan kedepan lancar,” imbuhnya.

Soal keamanan ketersediaan beras dan harga sendiri kata Farhan pengawasan tidak bisa sendiri pasalnya ada Bulog, ada Kepolisian, dan ada TNI dimana mereka ini aktor penting dalam suplai ketahanan pangan.

Kepala Bulog Divre Bandung Erwin Budiana mengatakan, pihaknya telah mensuplai ke 5 pasar sesuai pencatatan BPS dan sudah lulus verifikasi serta sudah disalurkan ke kios kios yang menjual SPHP di pasar Sederhana, Gedebage, Caringin, Kosambi yang proses verifikasi.

“Mudah-mudahan dengan kita masif mengelontorkan beras SPHP bisa membantu menjaga harga dan menjamin ketersediaan beras di kota Bandung. kemarin sudah mengelontorkan kurang lebih 20 ton, mudah-mudahan ya terus nanti kita akan siapkan stok. Stok (ketersediaan beras) kita banyak ya, kita siapkan sesuai kebutuhan dan selama harga masih tinggi kita akan gelontorkan terus, se Bandung raya kurang lebih ada 35 ribu ton kalau dihitung per kapita masyarakat Bandung raya dan kota Bandung ya bisa bertahan 6 bulan lebih,” paparnya.

Bahkan ditegaskan Farhan untuk threshold (tahannya) 4 bulan.

“Saking bagusnya beliau mengelola kita jadi malu pemerintah kota sedang nyariin gudang penyimpanan yang bagus, tapi masalah penyimpanan itu tidak boleh ada penimbunan maka dari itu pihak kepolisian dan TNI akan menjaga. Beras oplosan? Makanya kita akan lakukan titik pengecekan, kami himbau masyarakat jangan panik, insyaa Allah beras semua tipe di kota Bandung ada, dari mulai premium sampai ke medium sampai bubur ada semuanya. Oya saya pastikan juga bekerjasama dengan Dewan Ketahanan Pangan level provinsi, kami melakukan pengawasan sangat ketat terhadap beberapa merk dari ritel modern itu ada 5 merk ditarik karena khawatir adanya pengoplosan,” tegasnya.




BSMSS Desa Margaluyu: Sukses Membangun Jalan dan Semangat Gotong Royong

BSMSS Desa Margaluyu Sukses Membangun Jalan dan Semangat Gotong Royong (dok Pemkab Purwakarta).

BSMSS Desa Margaluyu: Sukses Membangun Jalan dan Semangat Gotong Royong

Prolite – Program Bhakti Sosial Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) tahun 2025 di Desa Margaluyu, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, resmi ditutup pada Jumat, 20 Juni 2025.

Penutupan yang berlangsung di Kantor Desa Margaluyu ini dipimpin oleh Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Purwakarta, Alit Sukandi, mewakili Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein.

Diketahui, program BSMSS di Desa Margaluyu, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta dilaksanakan 28 Mei 2025 sampai dengan 11 Juni 2025, telah membangun Ruas jalan Cibukamanah-Kadubandeng sepanjang 480 meter dengan lebar 4 meter.

Plt Kepala DPMD Kabupaten Purwakarta, Alit Sukandi mengatakan kegiatan BSMSS berikan motivasi kepada masyarakat agar menigkatkan kesadaran dalam memanfaatkan berbagai potensi sumber daya yang dimiliki.

dok Pemkab Purwakarta
dok Pemkab Purwakarta

“Kegiatan ini berdampak positif bagi proses penyadaran dan pemberdayaan masyarakat untuk membangun,” ucap Alit, saat ditemui usai kegiatan, Pada Jumat, 20 Juni 2025.

Ia juga mengatakan, BSMSS merupakan suatu bentuk kegiatan Bhakti Kodam III/Siliwangi. Tujuannya untuk membantu Pemda dalam rangka mewujudkan pembangunan, sebagai upaya menyejahterakan masyarakat.

Selain itu, Kata Alit, kegiatan merupakan sarana atau media untuk memupuk dan menumbuhkembangkan persatuan, solidaritas sosial, kekompakan dan keterpaduan semangat gotong royong.

dok Pemkab Purwakarta
dok Pemkab Purwakarta

“Untuk itu kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada segenap lapisan masyarakat dan TNI yang telah sepenuhnya melaksanakan program BSMSS pada tahun 2025,” lanjutnya.

Kebersamaan tersebut, menurut Alit, hendaknya terus dipelihara sehingga sikap pengertian dan kerjasama dan gotong royong di segenap lapisan masyarakat semakin meningkat.

“Sehingga tujuan pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat benar-benar tercapai dan Kabupaten Purwakarta lebih maju dan semakin istimewa,” tuturnya.

Alit menambahkan, Kegiatan BSMSS merupakan wujud komitmen moral warga Siliwangi (TNI) dalam membantu Pemerintahan Kabupaten Purwakarta dan patut ditauladani.

“Syukur Alhamdulillah kegiatan BSMSS di Desa Margaluyu, Kecamatan Kiarapedes, Pada Jumat, 20 Juni 2025 resmi ditutup. Alhamdulillah kegiatan ini sudah berjalan dengan baik dan lancar. Semoga ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat sekitar,” ujar Alit.




Farhan: Bandung Adalah Kota Penuh Cerita Keajaiban

Farhan Bandung Adalah Kota Penuh Cerita Keajaiban (dok Pemkot).

Farhan: Bandung Adalah Kota Penuh Cerita Keajaiban

Prolite – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan Kota Bandung memiliki kekayaan cerita yang luar biasa, yang mampu menjadi identitas, sumber inspirasi, hingga penggerak ekonomi kreatif.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Cerita Fest: Bandung Kota Cerita di Micro Library Alun-alun Bandung, Sabtu 28 Juni 2025.

“Bandung ini penuh dengan cerita keajaiban. Bahkan hal-hal kecil yang dulu dianggap sepele, ketika didokumentasikan dan disampaikan kembali, bisa menjadi warisan budaya yang sangat berarti. Kita harus mulai dari sini,” ujar Farhan.

Menurutnya, perpustakaan dan kearsipan tidak boleh lagi dianggap tempat yang sunyi dan membosankan. Justru sebaliknya, keduanya harus menjadi ruang publik yang hidup dan interaktif.

dok Pemkot
dok Pemkot

“Perpustakaan harus menjadi tempat bertemu, berdiskusi, dan berbagi cerita. Ini bukan akhir dari era membaca, tapi awal dari era berbagi pengalaman dan memori,” katanya menambahkan.

Farhan juga menyoroti pentingnya pengumpulan arsip, seperti buku tahunan SMA se Kota Bandung, sebagai bagian dari identitas kolektif warga. Ia mendorong agar arsip-arsip pribadi dan sejarah komunitas turut dikumpulkan dan diceritakan kembali.

“Siapa sangka orang yang ada di ‘yearbook’ SMA 30 tahun lalu, kini menjadi profesor atau tokoh penting. Cerita-cerita ini punya kekuatan luar biasa,” jelasnya.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

Kegiatan Cerita Fest menjadi ajang peluncuran program “Bandung Kota Cerita” yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam pelestarian arsip dan pengembangan literasi berbasis narasi.

Rangkaian acara meliputi diskusi panel, mini workshop, showcase duta cerita, walking tour sejarah, serta peluncuran program Child Dreams dan Jalan Cerita Soekarno.

Lebih lanjut, Farhan mengingatkan pentingnya pengarsipan digital sebagai landasan perlindungan hak cipta dan penguatan ekonomi kreatif.

Ia mencontohkan pentingnya data resmi dalam konteks klaim royalti karya musik, agar seniman dapat dilindungi secara hukum.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Cerita itu bisa jadi fakta, lalu jadi data, dan pada akhirnya bisa bernilai ekonomi jika dikelola dengan baik. Maka semua harus terdokumentasi dan didigitalisasi,” tutur Farhan.

Sementara itu Kepala Disarpus Kota Bandung, Dewi ‘Kenny’ Kaniasari, menyebut, program ini merupakan langkah awal untuk memperkuat peran arsip dan perpustakaan sebagai penggerak budaya literasi dan pariwisata edukatif di Kota Bandung.

“Cerita-cerita dari masyarakat akan kami kumpulkan, dikurasi, dan diarsipkan. Kami juga menggandeng komunitas hingga mitra internasional agar cerita Bandung bisa dikenal lebih luas. Bahkan, produk UMKM pun kini dilengkapi barcode yang bisa di-scan untuk mengakses kisah di balik produknya,” ujar Kenny.

Ia juga memastikan komitmen Disarpus untuk mengintegrasikan proses dokumentasi, digitalisasi, dan promosi dalam satu ekosistem budaya yang kolaboratif.

“Kami ingin membuat perpustakaan menjadi tempat yang hidup dan relevan. Semua orang bisa menjadi bagian dari cerita Kota Bandung,” tambahnya.

Cerita Fest: Bandung Bercerita dihadiri oleh perwakilan komunitas literasi, tokoh budaya, perwakilan Kedutaan Besar Singapura, serta mitra internasional dari Temasek Foundation dan Human Library.

Kegiatan ini berlangsung hingga sore hari, tersebar di beberapa titik seperti Pendopo, Kantor Disarpus Kota Bandung di Jalan Seram, serta Micro Library Alun-alun Bandung. Kegiatan pembukaan acara ini dapat anda saksikan melalui kanal YouTube Diskominfo Kota Bandung